Berita

Historic Moment: Hadiri Forum Mufti Dunia, Ahmad Muzani Bicara soal Islam dan Kemajuan

Historic Moment: Ahmad Muzani Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia Historic Moment yang ditorehkan oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam acara

Desk Berita
Published Juni 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Historic Moment: Ahmad Muzani Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Historic Moment yang ditorehkan oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam acara International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (12/6/2026) menjadi perhatian global. Acara ini menghadirkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Dr Muhammad Abdul Karim Al Issa, serta tokoh agama dan pemimpin Muslim dari berbagai negara. Dalam kesempatan istimewa ini, Muzani membahas peran Islam dalam mendorong kemajuan bangsa dan kontribusi komunitas Muslim terhadap perubahan sosial dan politik dunia.

Peran Islam dalam Membangun Kemajuan Bangsa

Historic Moment ini juga menjadi kesempatan bagi Muzani untuk menyampaikan pandangan tentang bagaimana Islam dapat menjadi motor penggerak kemajuan. Ia menyoroti peningkatan jumlah penduduk Muslim di seluruh dunia sebagai indikator bahwa agama ini tidak hanya mengakar dalam budaya, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada ekonomi dan teknologi. Malaysia dan Indonesia, yang ia sebut sebagai contoh, menjadi bukti bahwa negara-negara Muslim dapat berkembang secara pesat dengan menggabungkan keimanan dan modernisasi.

“Kita harus melihat perjalanan kemerdekaan dan kemajuan yang dicapai Malaysia dan Indonesia. Dulu, pada dekade 40 dan 50, keduanya menghadapi tantangan besar dalam perekonomian dan sosial. Namun, dengan kesabaran, kerja sama, dan inovasi, mereka berhasil menjadi salah satu negara paling maju di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa Islam bukan penghambat kemajuan, melainkan penggerak untuk mengejar cita-cita kebangsaan dan peradaban,” tegas Muzani.

Perjuangan Melawan Islamofobia dan Penguatan Solidaritas

Dalam pidatonya, Muzani juga menyampaikan pesan penting tentang kebutuhan Muslim untuk memperkuat solidaritas di tengah tantangan Islamofobia. Ia menyoroti bagaimana beberapa negara menganggap kemajuan agama sebagai ancaman terhadap nilai-nilai sekuler. “Kita harus terus beradaptasi dengan perubahan dunia, tetapi jangan lupa untuk menjaga ukhuwah islamiyah. Perbedaan keyakinan dan negara bukanlah halangan, melainkan fondasi untuk kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Isu Kemerdekaan Palestina dalam Perspektif Islam Global

Muzani menekankan bahwa dalam Historic Moment ini, keterlibatan dunia Islam dalam mendukung kemerdekaan Palestina menjadi isu utama. Ia mengingatkan bahwa Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 menetapkan komitmen kolektif untuk membebaskan Palestina. “Kemerdekaan Palestina bukan hanya sejarah, tetapi juga tanggung jawab konstitusional Indonesia. Dalam Pembukaan UUD 1945, kita menegaskan bahwa kebebasan bangsa adalah hak universal. Maka, kita wajib terus berperan dalam menghentikan perang dan mendukung keadilan di wilayah tersebut,” lanjut Muzani.

“Perang di Palestina mengancam kehidupan rakyat, menghancurkan infrastruktur, dan merusak generasi muda. Untuk menghentikan konflik, kita perlu menjembatani perbedaan dan membangun kesepahaman antar negara. Islam harus menjadi alat untuk menciptakan perdamaian, bukan penjebak politik,” ujarnya.

Kemitraan dalam Memperkuat Peran Islam Dunia

Historic Moment ini menjadi titik balik bagi dialog internasional tentang peran Islam dalam pembangunan global. Muzani menekankan pentingnya kemitraan antar negara Muslim untuk mengatasi isu seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan radikalisme. “Kita harus bekerja sama untuk mengubah pandangan dunia tentang Islam. Dengan kemajuan yang terukur dan kerja nyata, kita bisa menunjukkan bahwa Islam adalah bagian dari solusi, bukan masalah,” katanya.

Kepentingan Indonesia dalam Masa Depan Islam Global

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi perwakilan utama dalam kemitraan Islam global. Muzani menggarisbawahi bahwa kemerdekaan Palestina dan perkembangan negara-negara Muslim lainnya adalah bagian dari perjalanan bersama. “Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membangun identitas Islam yang modern, inklusif, dan berdaya saing. Dengan kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi internasional, kita bisa menjadi contoh bagaimana Islam dan kemajuan dapat berjalan seiring,” tutupnya.

Leave a Comment