Dw

Topics Covered: Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran?

Kembali Melancarkan Serangan terhadap Israel Topics Covered - Dalam dua bulan terakhir, milisi Houthi di Yaman sempat menghentikan operasi serangan mereka.

Desk Dw
Published Juni 11, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Kembali Melancarkan Serangan terhadap Israel
  2. Konteks Perang dengan Hizbullah di Lebanon
  3. Strategi Politik dan Kekuatan Militer
  4. Ketergantungan pada Iran dan Kebijakan Luar Negeri

Kembali Melancarkan Serangan terhadap Israel

Topics Covered – Dalam dua bulan terakhir, milisi Houthi di Yaman sempat menghentikan operasi serangan mereka. Namun, kembali pada akhir Mei, kelompok ini meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel sebagai bagian dari perang yang melibatkan Iran. Pernyataan dari perwakilan militer Houthi, Yahya Sari, mengungkapkan bahwa aksi ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan militer Houthi dalam mendukung kekuatan regional seperti Iran. Serangan rudal ini merupakan bagian dari strategi yang dirancang untuk memperkuat posisi politik dan militer Houthi di tengah konflik bersenjata yang berlangsung di wilayah Yaman.

Blokade Terhadap Aktivitas Pelayaran

Menurut Sari, Houthi juga menerapkan pembatasan total terhadap kegiatan pelayaran yang berhubungan dengan Israel di Laut Merah. Semua kapal dan operasi militer Israel di kawasan tersebut menjadi target utama. Hal ini menunjukkan bahwa Houthi tidak hanya fokus pada serangan udara, tetapi juga mengadopsi strategi penghambatan di jalur laut sebagai bagian dari Topics Covered dalam konflik regional. Pemblokadean ini menimbulkan tekanan terhadap kegiatan ekonomi dan logistik Israel, yang memiliki dampak signifikan pada kestabilan wilayah tersebut.

Respons Israel dan Dukungan Ekonomi

Pihak Israel mengakui bahwa serangan dari Yaman terus berlangsung hingga Selasa (9/6). Meski mayoritas serangan berhasil dihentikan, ada laporan minor tentang kerusakan yang terjadi. Respons Israel menunjukkan bahwa mereka masih siap menghadapi ancaman dari Houthi, meskipun kekuatan militer Houthi terbatas. Menurut analis, tindakan Houthi dalam menghambat operasi Israel juga bertujuan untuk menunjukkan keterlibatan mereka dalam Topics Covered yang lebih luas, yaitu perang antara Iran dan negara-negara di Timur Tengah.

Konteks Perang dengan Hizbullah di Lebanon

Topics Covered dalam konflik ini tidak terlepas dari peran Hizbullah di Lebanon. Akademisi Yordania, Abdulghani Al-Iryani, menegaskan bahwa keterlibatan Houthi dalam serangan terhadap Israel dipengaruhi oleh dinamika perang antara Israel dan Hizbullah. Iran, sebagai pendukung utama Houthi, melihat konflik dengan Hizbullah sebagai alasan untuk memperkuat dukungan militer mereka. Selain itu, Al-Iryani menjelaskan bahwa aksi Houthi terhadap Israel juga mencerminkan keinginan untuk mendukung kekuatan regional yang berperang melawan negara-negara Barat.

“Kemajuan pasukan Israel di Lebanon memicu kemarahan besar di kalangan masyarakat Yaman, sehingga Houthi merasa wajib membalas,” ujar Al-Iryani kepada DW.

Hasil Serangan dan Ketergantungan pada Iran

Menurut Al-Iryani, serangan rudal Houthi terhadap Israel memberikan dampak psikologis yang signifikan, meski tidak menyebabkan kerusakan fisik besar. Aksi ini juga membantu memperkuat klaim Houthi sebagai bagian dari aliansi Iran. Namun, ia menekankan bahwa Houthi tetap mempertahankan kemandirian tertentu dalam operasi militer mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa Topics Covered dalam perang antara Houthi dan Israel tidak hanya tentang dukungan langsung dari Iran, tetapi juga strategi yang dirancang secara mandiri.

“Menghancurkan hubungan dengan Arab Saudi bisa berisiko besar, sehingga Houthi memilih mempertahankan keseimbangan dalam kegiatan pelayaran,” katanya.

Strategi Politik dan Kekuatan Militer

Christoph Leonhardt, pakar paramiliter dari Berlin, menilai bahwa serangan rudal Houthi lebih dari sekadar aksi militer. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi politik yang dirancang untuk memperoleh legitimasi internal dan menunjukkan daya tahan kepada pihak luar. Leonhardt menekankan bahwa Topics Covered dalam perang Yaman-Iran juga mencakup upaya Houthi untuk menegaskan kembali peran mereka dalam konflik kawasan.

“Penembakan ke arah Israel lebih ditujukan untuk memperoleh legitimasi internal dan menunjukkan kekuatan kepada pihak luar daripada mencapai tujuan operasional yang jelas,” kata Leonhardt kepada DW.

Pertahanan Popularitas dan Dukungan Ekonomi

Leonhardt juga menyebutkan bahwa Houthi memanfaatkan serangan rudal sebagai alat untuk meningkatkan popularitas di antara rakyat Yaman. Aksi ini dipandang sebagai penegasan bahwa Houthi tetap berperan aktif dalam konflik regional, terutama dalam Topics Covered yang melibatkan Iran. Dukungan ekonomi dari Arab Saudi dan negara-negara lain tetap menjadi faktor penting bagi keberlanjutan operasi militer Houthi. Meski terbatas, kekuatan militer mereka masih cukup untuk mencapai tujuan strategis tertentu.

Ketergantungan pada Iran dan Kebijakan Luar Negeri

Houthi tetap bergantung pada dukungan militer dan logistik dari Iran. Iran memberikan pelatihan, senjata, dan strategi yang diperlukan bagi kelompok ini dalam menghadapi pasukan Saudi dan sekutu mereka. Namun, seperti yang ditekankan oleh Al-Iryani, Houthi juga menjaga hubungan dengan Arab Saudi untuk memastikan stabilitas politik di wilayah Yaman. Ketergantungan pada Iran dalam Topics Covered konflik dengan Israel menunjukkan bahwa Houthi berperan sebagai pengemban kekuatan regional, bukan hanya sebagai aktor lokal.

Analisis dari Lembaga Internasional

International Crisis Group (ICG) dalam laporan terbarunya menyatakan bahwa Houthi masih merupakan kekuatan militer yang signifikan, meskipun dalam kondisi yang terbatas. Menurut laporan tersebut, aksi serangan terhadap Israel sebagian didorong oleh pertimbangan domestik, yaitu untuk memperkuat posisi politik di Yaman. ICG juga menyoroti bahwa Houthi memanfaatkan perang dengan Israel sebagai bagian dari Topics Covered dalam perang lebih luas antara Iran dan negara-negara Arab.

“Serangan terhadap Israel sebagian didorong oleh pertimbangan domestik,” ungkap ICG.

Keterbatasan Kapasitas Militer

Dalam konteks tersebut, Leonhardt membedakan antara serangan langsung ke wilayah Israel dan strategi pencegahan di jalur laut. Meski kekuatan militer Houthi terbatas, mereka tetap mampu melakukan aksi yang berdampak. Tindakan mereka menunjukkan bahwa Houthi memahami keterbatasan kapasitas mereka dan memilih strategi yang efektif. Dengan demikian, Topics Covered dalam perang antara Houthi dan Israel tidak hanya tentang kekuatan militer, tetapi juga tentang kemampuan memanfaatkan sumber daya secara bijak.

Leave a Comment