AS Serang Situs Pertahanan Udara Iran, Klaim Operasi Pertahanan Diri
Official Announcement – Pasukan Amerika Serikat (AS) melaporkan telah melakukan serangan udara terhadap beberapa situs pertahanan udara Iran pada Kamis (11/6/2026) dini hari waktu setempat. Dalam official announcement yang dikeluarkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), mereka menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk “operasi pertahanan diri” sebagai balasan atas serangan yang dianggap tidak beralasan oleh Iran.
Serangan ini mengarah ke lokasi strategis yang diklaim menjadi pusat pengintaian militer Iran, serta sistem komunikasi dan infrastruktur pertahanan udara di seluruh wilayah negara tersebut. Menurut laporan, AS menggunakan amunisi presisi dari angkatan laut, udara, dan marinir untuk menargetkan wilayah yang dianggap membahayakan pasukan mereka dan kapal komersial yang melintasi perairan regional. Selain itu, serangan ini juga didukung oleh intelijen yang diperoleh dari operasi sebelumnya.
Detail Operasi dari CENTCOM
CENTCOM menjelaskan bahwa serangan udara dilakukan dalam suasana gencatan senjata yang rapuh, yang berlaku sejak 1 April 2026. Mereka menegaskan bahwa tindakan ini adalah tanggapan langsung terhadap agresi Iran yang terus-menerus. Dalam official announcement, pasukan AS menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan secara strategis untuk memastikan keamanan dan menegaskan kekuatan militer mereka di kawasan Timur Tengah.
“Aset-aset Korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut AS menembakkan amunisi presisi ke target Iran yang membahayakan pasukan AS dan kapal komersial yang melintasi perairan regional,” ungkap CENTCOM dalam official announcement mereka melalui media sosial X. Pernyataan ini menegaskan bahwa tindakan serangan merupakan bagian dari upaya menegakkan keseimbangan kekuatan di wilayah kritis tersebut.
Sebelumnya, Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu pemicu operasi kali ini. Dalam official announcement, Presiden AS Donald Trump menginstruksikan serangan sebagai bentuk respons atas insiden tersebut. Angkatan Udara AS memastikan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan cepat dan akurat, untuk meminimalkan kerusakan pada infrastruktur Iran.
Reaksi dari Media Iran
Media lokal Iran melaporkan bahwa serangan udara AS menghantam beberapa lokasi di wilayah selatan negara tersebut, termasuk Kargan, Minab, Bandar Abbas, dan wilayah sekitar Jask, Qeshm, serta Sirik di Provinsi Hormozgan. Laporan menyebutkan bahwa lima proyektil musuh mengenai lokasi-lokasi tersebut, mengakibatkan kerusakan pada fasilitas pertahanan udara Iran.
Menurut media pemerintah, operasi AS memicu kekacauan di wilayah tersebut, dengan aktivitas pertahanan udara Iran yang terlihat intens. Beberapa sumber menyebut bahwa serangan ini memberikan tekanan terhadap kemampuan militer Iran dalam mempertahankan kekuasaan di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, Iran menegaskan bahwa mereka akan terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi kepentingan nasional mereka.
Dalam official announcement, pihak AS menyatakan bahwa serangan udara ini merupakan bagian dari strategi menegaskan posisi dominan mereka di wilayah Timur Tengah. Angkatan Udara AS melibatkan pesawat tempur dan rudal untuk menargetkan situs pertahanan udara Iran, sementara angkatan laut mengamankan jalur laut sebagai penyangga operasi. Dalam beberapa hari terakhir, AS dan Iran terus saling melancarkan serangan, meski gencatan senjata masih berlaku.
