Kasus Penjaga Warung di Bogor Ditodong Benda Mirip Senpi Berakhir Damai
Kasus Penjaga Warung di Bogor Ditodong – Konflik antara seorang penjaga toko kelontong dan pelaku di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kota Bogor, Jawa Barat, akhirnya diselesaikan secara damai. Kedua pihak telah bertemu dan mencapai kesepakatan.
Peran RT dan RW dalam Penyelesaian
“Menurut RT dan RW setempat, korban dikuasakan ke bosnya yang memiliki toko,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gunungputri Ipda Rudolf Pasaribu, Jumat (5/6/2026).
Dalam penjelasannya, Rudolf menyebutkan bahwa pelaku juga bersedia memberikan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi. Selain itu, keduanya disebut telah saling memaafkan dan memikul tanggung jawab atas kerusakan barang.
“Mereka sudah bertemu, berdamai, dan saling memaafkan. Kerusakan barang tersebut diperbaiki sebagai tanda tanggung jawab,” tambahnya.
Proses Terjadinya Konflik
Rudolf menjelaskan bahwa awal mula kejadian dimulai saat pelaku bertanya kepada korban apakah mesin pengisian bahan bakar sudah berfungsi normal. Hal ini karena sebelumnya pelaku pernah membeli mesin tersebut, tetapi mengalami gangguan.
“Pelaku menanyakan mesin itu sudah benar atau belum karena sebelumnya beli di sana dan mesinnya rusak,” kata Rudolf.
Dalam penyampaian, pelaku menyatakan bahwa mesin akan terbakar, sementara korban mendengar bahwa pelaku akan membakarnya. Rudolf menegaskan bahwa ini berujung pada kesalahpahaman karena perbedaan makna ucapan.
“Intinya, terjadi salah paham terkait apa yang diucapkan. Dugaan pelaku mengambil benda seperti senjata api muncul dari situasi tersebut,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Rudolf belum dapat memastikan apakah benda yang dibawa pelaku benar-benar senjata api atau tidak. Dari hasil pemeriksaan, pelaku menyebut benda itu merupakan airsoft gun.
“Benda tersebut diduga airsoft gun, tetapi kita belum bisa memastikan secara pasti,” pungkas Rudolf.
