Berita

Main Agenda: Pegawai Bea Cukai Kirim Data Rahasia ke Bos Blueray, Dapat Rp 100 Juta

Main Agenda: Pegawai Bea Cukai Kirim Data Rahasia ke Bos Blueray, Dapat Rp 100 Juta Main Agenda - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan

Desk Berita
Published Juni 3, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Main Agenda: Pegawai Bea Cukai Kirim Data Rahasia ke Bos Blueray, Dapat Rp 100 Juta

Main Agenda – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa salah satu Main Agenda dalam kasus suap impor barang terkait Blueray Cargo adalah peran seorang pegawai Bea dan Cukai yang mengirimkan data sensitif kepada bos perusahaan tersebut. Menurut pengakuan Fillar Marindra, seorang pegawai dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, data tersebut berupa PIB (Pembayaran Impor Barang) yang seharusnya hanya digunakan internal, tetapi diberikan kepada pihak luar sebagai bagian dari Main Agenda untuk mempercepat proses pengiriman.

Konfirmasi Dari Saksi: Data Dikirim Melalui Email

Dalam persidangan Tipikor di Pengadilan Jakarta, Rabu (3/6/2026), Fillar menyatakan bahwa data PIB dikirim melalui e-mail kepada bos Blueray Cargo, John Field, pada 21 Desember 2025 dan 6 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa data tersebut diberikan atas perintah dari atasan, Orlando Hamonangan, yang bertugas di Direktorat Penindakan dan Penyidikan. “Data tersebut biasa digunakan untuk analisis, biasanya sebagai bahan umum karena berupa raw data,” tambah Fillar, menjelaskan Main Agenda dalam kasus ini.

Dokumen PIB yang dikirim mencakup informasi seperti nama importir, jenis barang, dan jumlah pembayaran, yang bisa digunakan untuk mempercepat pengurusan impor melalui jalur hijau. Fillar menegaskan bahwa data tersebut termasuk informasi rahasia, dan pemungutan uang sebesar Rp 100 juta menjadi salah satu Main Agenda dalam perjanjian korupsi yang dilakukan oleh pihak luar.

Berdasarkan surat dakwaan, data PIB yang dibagikan merupakan database dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dokumen ini dihasilkan dari rule set targeting nota dinas yang berisi data importir yang masuk melalui jalur khusus. “Data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memilih pelabuhan yang minim risiko, sehingga mempercepat proses pengiriman barang,” kata Fillar, menggambarkan Main Agenda yang menjadi strategi Blueray Cargo dalam memperoleh keuntungan.

Pengakuan Saksi: Uang Imbalan Disimpan di Mobil Operasional

Dalam persidangan, Fillar juga mengungkapkan bahwa ia menerima imbalan Rp 100 juta atas tindakan mengirimkan data rahasia tersebut. Uang itu disimpan dalam mobil operasional sebagai bagian dari Main Agenda dalam skema korupsi yang terungkap. “Saya pernah diberikan uang Rp 100 juta, kemudian saya serahkan bersama saudara Aditya untuk disimpan di mobil operasional,” jelas Fillar, menjelaskan mekanisme penerimaan dana dalam Main Agenda yang terjadi.

Jaksa mengungkap bahwa terdakwa II, Dedy Kurniawan Sukolo, menggunakan data PIB untuk melakukan analisis dan modifikasi. Tujuannya adalah memastikan barang bisa dikirim melalui jalur hijau yang lebih cepat, sebagai bagian dari Main Agenda yang mencakup upaya meminimalkan risiko pengawasan. Dedy, selaku Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan di Blueray Cargo (Grup), juga diberi fasilitas dan barang mewah sebagai imbalan.

KPK mendakwa tiga terdakwa pimpinan Blueray Cargo dalam kasus suap impor barang. Mereka masing-masing adalah John Field sebagai terdakwa I, Dedy Kurniawan Sukolo sebagai terdakwa II, dan Andri sebagai terdakwa III. Selain menerima uang sebesar Rp 61,3 miliar dalam bentuk SGD, ketiganya juga didakwa memberikan fasilitas serta barang mewah senilai Rp 1,8 miliar sebagai bagian dari Main Agenda dalam operasi korupsi.

Menurut Fillar, data yang dikirim melalui email sebelumnya sudah diproses untuk dijadikan bahan analisis oleh Blueray Cargo. Data ini berperan penting dalam menentukan efisiensi pengiriman barang, sehingga menjadi Main Agenda dalam strategi bisnis perusahaan tersebut. “Tujuannya adalah untuk memastikan barang yang dikirim bisa melalui proses pengawasan dengan lebih mudah,” kata Fillar, menjelaskan maksud dari Main Agenda yang diusung.

Leave a Comment