Berita

Visit Agenda: Binokasih Mulang Salaka Awali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran

s Padjadjaran Perayaan Budaya Sunda Dalam Visit Agenda Visit Agenda - Dalam rangkaian Visit Agenda tahun ini, prosesi serah terima Mahkota Binokasih diadakan

Desk Berita
Published Mei 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Binokasih Mulang Salaka Memulai Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran

Perayaan Budaya Sunda Dalam Visit Agenda

Visit Agenda – Dalam rangkaian Visit Agenda tahun ini, prosesi serah terima Mahkota Binokasih diadakan di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5). Acara ini menandai dimulainya ritual Napak Tilas Padjadjaran yang melibatkan Mahkota Binokasih diarak keliling Jawa Barat sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan tradisi Sunda. Visit Agenda ini menjadi ajang menggali makna budaya lokal serta memperkuat hubungan antarwilayah se-Provinsi Jawa Barat.

Transformasi Tradisi Kirab Budaya

Sebelumnya, upacara Mahkota Binokasih dilakukan dengan menggunakan mobil Jeep, tetapi tahun ini diubah menjadi prosesi kebudayaan yang lebih konsisten dengan nilai-nilai leluhur. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa perayaan ini kini menjadi Visit Agenda yang menekankan ritual arak-arakan budaya sebagai bagian dari Milangkala Tatar Sunda. Perjalanan ini akan melintasi delapan kota penting se-Jabar, sebelum mencapai puncaknya di Kota Bandung, di Gedung Sate.

“Dengan Visit Agenda ini, kita menunjukkan komitmen untuk menjaga dan menghidupkan tradisi Sunda. Mahkota Binokasih tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga representasi dari kehidupan budaya yang berkelanjutan,” tutur Dedi dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).

Penyelenggaraan Milangkala Tatar Sunda

Acara Visit Agenda ini menjadi bagian dari perayaan Milangkala Tatar Sunda, yang rutin digelar setiap tahun. Gubernur Jabar mengatakan bahwa ritual Napak Tilas Padjadjaran ini memiliki makna mendalam dalam memperkuat identitas budaya Sunda, baik di Sumedang maupun wilayah lain di Jawa Barat. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk merasakan keunikan tradisi yang dipertahankan oleh leluhur.

Jadwal Perjalanan Napak Tilas

Dari Sumedang, perjalanan Visit Agenda ini akan dilanjutkan ke Kawali, Ciamis, pada hari Minggu (3/5). Selanjutnya, pada Senin (4/5) malam, Mahkota Binokasih akan diarak ke Kampung Naga di Tasikmalaya. Pada hari Selasa (5/5), acara akan berlangsung di Cianjur, Rabu (6/5) di Bogor, Jumat (8/5) ke Karawang, Sabtu (9/5) di Depok, dan Minggu (10/5) di Cirebon. Visit Agenda akan mencapai puncaknya pada Sabtu (16/5) di Kota Bandung dengan kirab budaya yang melibatkan kesenian dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Apresiasi dan Kehadiran Tokoh

Acara serah terima Mahkota Binokasih dihadiri oleh Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria beserta jajaran kerajaan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Sekda Jabar Herman Suryatman, serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Bupati Sumedang mengucapkan terima kasih atas partisipasi gubernur dalam menjaga Visit Agenda yang menggabungkan ritual dan kebudayaan.

“Kehadiran para pejabat dan tokoh tradisi pada Visit Agenda ini menunjukkan kepedulian kolektif terhadap kearifan lokal. Setiap langkah Mahkota Binokasih menjadi cerminan sejarah yang hidup,” tutur Dony dalam wawancara eksklusif.

Nilai Budaya yang Terus Diwariskan

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran yang menjadi bagian dari Visit Agenda tahun ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat tentang kekayaan budaya Sunda. Prosesi ini tidak hanya menampilkan Mahkota Binokasih, tetapi juga melibatkan pertunjukan seni tradisional, pameran artefak, serta dialog antarwarga dan pejabat daerah. Visit Agenda ini dianggap sebagai upaya membangun kebanggaan terhadap identitas Jawa Barat sebagai warisan budaya yang unik dan berkelanjutan.

Prosesi yang Membangun Kepedulian Budaya

Dalam Visit Agenda yang berlangsung selama beberapa hari, peserta bisa merasakan sensasi perjalanan kebudayaan yang menyatukan tradisi dari berbagai daerah. Acara ini juga memperkenalkan bagaimana nilai-nilai Sunda diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya melestarikan ritual-ritual tradisional yang masih relevan di era modern. Visit Agenda yang mengusung tema “Napak Tilas” diharapkan menjadi acuan untuk perayaan budaya yang lebih kreatif dan inklusif.

Leave a Comment