Scammer Komplotan Mantan Artis Fabiola di Solo Baru Sasar Warga AS
Penjelasan Direktur Reserse Siber
Scammer Komplotan Mantan Artis Fabiola di Solo – Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Himawan Sutanto Saragih, mengungkap bahwa perusahaan tersebut memiliki peran ganda, yakni sebagai media untuk merekrut karyawan serta pusat operasional penipuan daring yang menargetkan warga negara asing, terutama penduduk Amerika Serikat.
“Modus yang terorganisir ini memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat terjebak dalam hubungan emosional yang terasa personal, sehingga secara perlahan melakukan transfer dana dalam jumlah besar tanpa menyadari,” jelas Himawan.
Strategi Membangun Kepercayaan
Menurut Himawan, jaringan penipu ini menggunakan berbagai saluran digital seperti media sosial, aplikasi kencan, dan platform lainnya untuk membangun ikatan emosional dengan korban. Mereka bahkan menggandeng model mantan artis sebagai bagian dari skenario video call untuk memperkuat kesan keakraban.
“Setelah korban terjebak, pelaku menyuruh mereka melakukan investasi melalui situs trading kripto yang telah dimodifikasi. Platform tersebut dirancang khusus agar dana yang disetorkan sepenuhnya terkontrol oleh jaringan penipu,” tambah Himawan.
Mechanisme Penipuan
Korban diiming-imingi keuntungan besar dengan sistem yang terlihat sah, namun sebenarnya sudah dimanipulasi. Pelaku memanfaatkan kepercayaan yang terbentuk untuk mengarahkan korban ke tahap investasi, yang akhirnya menguras tabungan mereka secara bertahap.
Baca berita selengkapnya di sini. (whn/imk)
