Berita

Historic Moment: Ibas Kenang Sosok Ryamizard: ‘Jenderal Rumput’ yang Terus Berproses

Ibas Kenang Sosok Ryamizard: 'Jenderal Rumput' yang Terus Berproses Historic Moment terjadi saat mantan Presiden Edhie Baskoro Yudhoyono, dikenal sebagai

Desk Berita
Published Juni 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Ibas Kenang Sosok Ryamizard: ‘Jenderal Rumput’ yang Terus Berproses

Historic Moment terjadi saat mantan Presiden Edhie Baskoro Yudhoyono, dikenal sebagai Ibas, hadir dalam upacara pemakaman mantan Menteri Pertahanan Jenderal (purn) Ryamizard Ryacudu di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung Senin (1/6/2026) menjadi momen penting untuk mengenang peran Ryamizard dalam sejarah TNI dan kontribusinya terhadap pembangunan pertahanan nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ibas menyampaikan pernyataan yang menggambarkan Ryamizard sebagai ‘Jenderal Rumput’—sebuah istilah yang menunjukkan perjalanan seorang jenderal yang terus berkembang dan berproses dalam menghadapi dinamika politik dan sosial.

Perjalanan Karier Ryamizard: Dari Bintang Muda hingga Pemimpin Nasional

Riamizard Ryacudu, yang meninggal dunia pada usia 76 tahun, Minggu (31/5/2026) sore, meninggalkan jejak panjang dalam dunia militer Indonesia. Sebagai seorang jenderal yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Ryamizard dikenal sebagai figur yang visioner dalam memperkuat institusi TNI. Selama menjabat, ia mendorong modernisasi angkatan bersenjata dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pada masa pemerintahan Joko Widodo, ia dianugerahi jabatan Menteri Pertahanan, di mana Presiden Jokowi menyebutnya sebagai ‘Jenderal Rumput’ yang mampu membangun hubungan harmonis antara militer dan rakyat.

Historic Moment ini juga mengingatkan kita akan perjuangan Ryamizard dalam membawa transformasi berkelanjutan di TNI. Ia sering menyatakan bahwa setiap prajurit memiliki kesempatan setara untuk berkontribusi, baik dalam konteks militer maupun kehidupan sosial. Ibas mengungkapkan bahwa Ryamizard tidak hanya menjalankan tugas dengan profesionalisme, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk tetap berproses dalam menghadapi tantangan zaman.

“Saya juga teringat pada Pak Ryamizard, meskipun tidak langsung menyebutkan bahwa ‘Jenderal Rumput’ adalah jenderal yang terus berproses, tetapi beliau menggarisbawahi bahwa setiap anggota TNI memiliki kesempatan setara untuk meraih posisi strategis, baik di dalam tubuh TNI maupun di bidang-bidang lainnya,” ujarnya.

Kontribusi dan Visi Ryamizard dalam Pembangunan Pertahanan

Kebijakan Ryamizard selama berkiprah di lingkungan TNI mencerminkan visinya untuk membuat institusi militer lebih demokratis dan relevan dengan kebutuhan bangsa. Ia aktif dalam mengemban tugas-tugas yang menuntut adaptasi terhadap perubahan, baik dalam teknologi maupun struktur organisasi. Dalam sebuah historic moment, mantan Menteri Pertahanan ini juga menginspirasi reformasi dalam perekrutan dan pengembangan prajurit, yang sekarang menjadi bagian dari sistem TNI modern.

Selain itu, Ryamizard dikenang sebagai sosok yang penuh dedikasi dalam mengabdikan diri kepada bangsa. Ia dulu menjabat sebagai Komandan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kocad) sebelum naik ke jabatan lebih tinggi. Dalam usia yang tidak terlalu muda, ia tetap menjalani proses pembelajaran dan perkembangan, yang menjadikannya sebagai contoh bagus dalam menjalani karier sebagai ‘Jenderal Rumput’.

“Kita berharap semangat, patriotisme, serta visi yang ditinggalkan Pak Ryamizard terus dijaga oleh prajurit TNI-Polri, khususnya keluarga besar dan teman-temannya,” tambah Ibas.

Riamizard meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Pergiannya menjadi kehilangan besar bagi TNI, karena selama masa aktifnya, ia memainkan peran penting dalam menjaga harmoni dan kohesi antar institusi militer. Pengabdian dan legacy-nya terus dihormati, terutama dalam Historic Moment yang menjadi penanda keberlanjutan komitmen untuk kemajuan bangsa.

Historic Moment ini juga mengingatkan kita akan pentingnya perspektif yang terus berkembang dalam dunia militer. Ryamizard, yang dikenal dengan pendekatannya yang inklusif, meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Dengan konsep ‘Jenderal Rumput’ yang diperkenalkannya, ia mendorong bahwa setiap anggota TNI, baik dari kalangan yang berbeda latar belakang maupun usia, memiliki peluang untuk berkontribusi secara signifikan. Ibas mengatakan bahwa semangat ini tetap hidup dalam institusi dan masyarakat.

Leave a Comment