Istiqlal Tidak Langsung Bagi Daging Kurban, Menggunakan Lembaga Terdata
Key Issue – Proses distribusi daging kurban dari Masjid Istiqlal di Jakarta tidak dilakukan secara langsung oleh lembaga tersebut. Sebagai bagian dari program Idul Adha tahun ini, hewan yang disembelih akan diserahkan ke organisasi yang telah terdaftar dan dijadwalkan oleh masjid. Hal ini dijelaskan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, saat memberikan keterangan di lokasi ibadah, Kamis (28/6/2026).
“Di sini tidak ada pembagian hewan secara individu. Nanti kita akan serahkan kepada mereka-mereka yang saya sebutkan tadi, merekalah yang bertanggung jawab untuk memberikan dan mendistribusikan kepada penerima yang berhak,” ujarnya.
Pengaturan Distribusi untuk Efisiensi
Ketua Panitia Idul Adha Masjid Istiqlal, Mas’ud Halimin, menyampaikan bahwa distribusi daging kurban telah diatur secara sistematis untuk memastikan efisiensi dan keadilan. Proses penyembelihan hewan telah selesai pada hari ini, dengan pengaturan shift yang telah ditentukan agar tidak terjadi kerumunan di lokasi. Key Issue ini mencakup pengorganisasian secara bertahap, sehingga setiap penerima dapat menerima bagian mereka sesuai dengan verifikasi yang telah dilakukan.
“Insyaallah semuanya akan selesai dalam satu hari. Pukul 11:00 nanti kita akan mulai mendistribusikan daging. Kami sudah mengatur pembagian berdasarkan jam, jadi ada shift-shiftan. Tujuannya adalah agar tidak ada penumpukan massa di Istiqlal,” terangnya.
Proses Penyembelihan dan Pelibatan Lembaga
Daging kurban yang didistribusikan mencakup wilayah Jabodetabek dan daerah lainnya. Distribusi ini melibatkan yayasan, pesantren, serta lembaga pendidikan tinggi, sebagai bagian dari kebijakan Key Issue yang menekankan transparansi dan kepastian. Terdapat 50 tenaga potong yang dikerahkan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan lancar dan efektif.
“Kami bekerja sama dengan lembaga terdata agar distribusi bisa mencapai masyarakat yang lebih luas. Selain itu, lembaga-lembaga tersebut juga membantu memastikan kepuasan penerima dan mengurangi risiko kesalahan distribusi,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari kebijakan Key Issue, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 78 ekor, terdiri dari 65 sapi dan 13 kambing. Dari jumlah tersebut, beberapa hewan berasal dari sumbangan tokoh masyarakat, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Daging yang didistribusikan diperkirakan mencapai sekitar 10 ton, dengan porsi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
Strategi ini diharapkan bisa meminimalkan kekacauan selama hari raya, terutama di tengah kondisi cuaca yang bisa memengaruhi mobilitas warga. Key Issue terkait penggunaan lembaga terdata ini juga didukung oleh pihak berwenang, yang memastikan proses distribusi sesuai standar kebersihan dan keamanan. Sejumlah organisasi lokal telah dipilih sebagai mitra karena memiliki track record yang baik dalam pengelolaan bantuan.
