Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah
Meeting Results – Sejumlah daerah diimbau untuk berupaya mengendalikan harga cabai merah, terutama jika tidak bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menanam komoditas tersebut, dengan syarat tidak memperparah kenaikan tarifnya.
“Pemda bisa memilih tidak membangun atau tidak berkolaborasi dengan Kementan, asalkan tidak sampai menaikkan harga cabai,” ujar Tomsi dalam pernyataan resmi, Senin (11/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam acara Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang diselenggarakan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta.
Tomsi menyoroti bahwa data Kementan menunjukkan adanya wilayah yang belum berpartisipasi dalam program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk meningkatkan produksi cabai merah. Selain itu, beberapa daerah juga menolak alokasi lahan khusus untuk program tersebut.
Meski begitu, ia meminta daerah tetap aktif dalam menekan kenaikan harga cabai merah karena dampaknya langsung terasa pada kebutuhan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Tomsi menyampaikan apresiasi terhadap ketersediaan beras yang mencapai 5,19 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah.
“Harapkan Ibu [Perum Bulog] memberikan perhatian khusus ke daerah-daerah yang masih mengalami kenaikan harga beras, dan memastikan distribusi berjalan optimal,” tambah Tomsi.
Tomsi menekankan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi acuan pemerintah dalam mengawasi perubahan harga komoditas. Ia menantikan komitmen Pemda untuk menjaga stabilitas bahan pokok dan menghindari pelanggaran HET.
Ia juga menyadari bahwa stabilitas harga di daerah tidak selalu mudah. Namun, berdasarkan pengalaman masa lalu, daerah sudah terbukti mampu mengatur perubahan tarif dalam kondisi musim penghujan atau kemarau.
Dalam forum tersebut, hadir Direktur Statistik Harga dari BPS Sarpono, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, serta berbagai pihak terkait lainnya.