Berita

Key Issue: Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal Diberi Nama ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’

di Istiqlal Diberi Nama 'Si Loreng' dan 'Wirabumi' Key Issue : Pada 27 Mei 2026, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mempersembahkan dua

Desk Berita
Published Mei 27, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal Diberi Nama ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’

Key Issue: Pada 27 Mei 2026, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mempersembahkan dua ekor sapi kurban di Masjid Istiqlal Jakarta. Kedua hewan tersebut diberi nama ‘Si Loreng’ untuk sapi presiden serta ‘Wirabumi’ untuk sapi wakil presiden. Acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat ini menjadi momen penting dalam rangkaian perayaan Idul Adha, di mana para pemimpin negara menunjukkan komitmen terhadap tradisi keagamaan dan kepedulian sosial.

Nama dan Penjelasan Sapi Kurban

Direktur Media Masjid Istiqlal, M Asdar, mengungkapkan bahwa ‘Si Loreng’ adalah sapi yang dimiliki oleh presiden dengan bobot 1,3 ton, sementara ‘Wirabumi’ milik wakil presiden dengan berat total 1,2 ton. Kedua sapi ditempatkan di area yang sama untuk memudahkan proses penyembelihan. Nama-nama tersebut disebut sebagai simbol keunikan dan identitas masing-masing hewan, yang menjadi perhatian publik karena hubungannya dengan tokoh-tokoh nasional.

Sapi ‘Si Loreng’ menarik perhatian karena memiliki ciri khas rambut putih di bagian kepala, sementara ‘Wirabumi’ diberi tali di leher berwarna merah biru sebagai aksesoris khusus. Pemilihan nama juga mencerminkan makna simbolis, seperti ‘Wirabumi’ yang diartikan sebagai pengabdian kepada tanah air. Detail ini memperkaya pengalaman pengunjung selama acara.

Kerumunan Masyarakat dan Reaksi Publik

Kehadiran dua sapi kurban tersebut memicu antusiasme warga yang berkumpul di sekitar masjid. Banyak orang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama hewan-hewan yang dipersembahkan oleh para pemimpin. Masyarakat terlihat senang dan antusias, terutama anak-anak yang terkesan oleh ukuran dan penampilan unik sapi-sapi tersebut.

“Sapinya gede banget, menarik, besar banget. Takut sih sebenarnya. Aku udah dua kali di momen Idul Adha. Iya (selalu lihat sapi), iya (foto bareng), penasaran,”

Menurut Tia, warga Jakarta Barat, acara ini menjadi kesempatan istimewa bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan tokoh-tokoh nasional. “Ya namanya anak kecil suka sama hewan terus tadi sebenernya kurang tahu ini sapi Presiden dan Wapres, tapi karena cuma 2 emang spesial di sini. Jadi biar anak interaktif aja,” imbuhnya, menunjukkan bagaimana kesan spesial dari kehadiran dua sapi tersebut.

“Gede banget, lumayan stylish. Ada style-nya gitu, sudah gitu pirang. Mantap lah ini buat anak kecil sangat berkesan,”

Ekky, yang membawa anaknya ke acara tersebut, menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya menarik dari sisi ritual tetapi juga sebagai sarana edukasi. Ia menjelaskan, pengenalan sapi kurban kepada generasi muda membantu membangun kesadaran akan nilai-nilai keagamaan dan kepemimpinan yang penuh dedikasi.

Kepedulian terhadap ritual kurban juga terlihat dalam beberapa komentar netizen. Banyak yang menyoroti cara penyembelihan yang profesional serta kebersihan hewan. Beberapa mengatakan bahwa penamaan sapi sebagai ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ memperkuat makna kultural dan spiritual acara tersebut.

Key Issue: Sapi kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal tahun ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pemilihan nama dan penampilan hewan yang terstruktur menunjukkan upaya untuk menjadikan acara ini lebih dari sekadar ritual, melainkan bagian dari komunikasi sosial yang lebih personal dan intim. Dengan memperkenalkan dua sapi tersebut, para pemimpin menunjukkan komitmen terhadap keberagaman serta peran perayaan Idul Adha dalam mempererat hubungan dengan rakyat.

Leave a Comment