Gangguan KRL Brown Line Duri-Tangerang, Tiket KA Bandara Bisa Refund 100%
Facing Challenges – Dalam menghadapi tantangan gangguan operasional, KRL Brown Line antara Duri dan Tangerang menimbulkan kekhawatiran bagi para penumpang. Sejumlah jadwal terganggu, menyebabkan keterlambatan dan pembatalan perjalanan. KAI Commuter, operator layanan tersebut, memperkenalkan kebijakan pengembalian dana penuh untuk tiket kereta api bandara yang dibatalkan. Para penumpang bisa langsung menghubungi petugas layanan di stasiun terkait untuk mengajukan pengembalian dana, demikian diungkapkan Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, kepada media pada Selasa (26/5/2026).
Kembali Normal Setelah Proses Pemulihan
Operasional layanan Commuter Line Tangerang dan Basoetta telah pulih sepenuhnya sejak pukul 19.39 WIB. Petugas melakukan upaya evakuasi terhadap rangkaian KRL Duri-Tangerang yang terganggu dengan menggabungkan kereta lain untuk mengarahkan penumpang ke Stasiun Rawa Buaya.
“Seluruh pengguna Commuter Line No.1978A diarahkan ke jalur Commuter Line No.1980A sebagai pemberangkatan alternatif di Stasiun Bojongindah,” tambah Leza.
Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengatasi tantangan yang terjadi di jalur hulu, antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya.
Kebijakan Refund dan Dukungan Pelanggan
KAI Commuter menegaskan komitmen dalam menghadapi tantangan gangguan ini dengan menyediakan pengembalian dana penuh bagi tiket KA Bandara yang dibatalkan. Proses refund dilakukan secara langsung di stasiun terkait, tanpa perlu prosedur tambahan. Leza Arlan menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk respons terhadap ketidaknyamanan pengguna yang terjadi akibat gangguan operasional. Selain itu, KAI Commuter juga menyediakan informasi terkini melalui kanal media sosial dan layanan pelanggan untuk meminimalkan dampak gangguan.
Mekanisme Pemulihan dan Pemantauan Terus Dilakukan
Gangguan pada jalur Duri-Tangerang terjadi di pukul 17.05 WIB, memicu pemadaman listrik aliran atas (LAA) yang mengganggu perjalanan Commuter Line No.1978A. Dalam menghadapi tantangan tersebut, petugas KAI Commuter langsung mengambil langkah darurat, memastikan keamanan penumpang dan mempercepat pemulihan.
“Gangguan terjadi di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya, yang menyebabkan pemadaman listrik aliran atas (LAA). Ini memperlambat perjalanan Commuter Line No.1978A hingga petugas berhasil mengembalikan aliran listrik pada pukul 17.56 WIB,” jelas Leza.
Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan jalur kembali stabil.
Dampak pada Pengguna dan Langkah Peningkatan Kualitas
Kebocoran dan gangguan yang terjadi memberikan dampak signifikan pada pengguna, baik dalam hal waktu maupun kepercayaan terhadap layanan. Dua perjalanan Commuter Line Tangerang dan empat rute KA Bandara mengalami keterlambatan, sementara tiga perjalanan lainnya dibatalkan. Penyekatan dilakukan di hall lantai 2 Stasiun Duri untuk memastikan keselamatan penumpang.
“Kami berupaya maksimal dalam menangani tantangan ini agar pengguna tidak terganggu secara signifikan,” ujar Leza.
KAI Commuter juga mengambil langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Proses Evakuasi dan Pengalihan Rute
Petugas KAI Commuter menggabungkan kereta api lain untuk menangani tantangan operasional. Rangkaian KRL No.1978A yang terganggu dialihkan ke jalur No.1980A, memastikan penumpang tetap bisa menikmati layanan. Proses evakuasi yang efisien meminimalkan risiko kecelakaan dan menjamin keselamatan para pengguna.
“Pengalihan rute ini adalah solusi darurat untuk mengatasi gangguan yang terjadi,” terang Leza.
Setelah pemulihan selesai, operasional kembali normal tanpa hambatan.
Perspektif Masa Depan dan Penguatan Sistem
Dalam menghadapi tantangan serupa, KAI Commuter menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan sistem pengawasan. Peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi.
“Gangguan ini mendorong kami untuk merancang skenario darurat yang lebih baik dan mempercepat respons petugas di lapangan,” tambah Leza.
Harapan mereka adalah agar pengguna tetap nyaman, bahkan dalam situasi yang tidak terduga.
