Desa Cikeas Tumbuh Bersama BRI: Digitalisasi UMKM hingga BUMDes Ayam Petelur
New Policy – Sebuah new policy kemitraan antara Desa Cikeas dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi bukti bagaimana inisiatif digitalisasi bisa mengubah dinamika ekonomi desa. Kemudahan akses ke teknologi dan layanan perbankan yang diberikan BRI menjadi katalisator utama dalam mengembangkan usaha kecil menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor. Berkat kebijakan ini, desa yang terpilih dalam program Desa BRILiaN berhasil memperkuat identitas lokalnya melalui transformasi digital.
Sejak awal, desa memprioritaskan pemanfaatan new policy BRI sebagai fondasi untuk membangun ekosistem usaha yang lebih inklusif. Pihak desa memulai dengan menyusun dokumen pendukung dan memastikan kepatuhan terhadap standar program. Salah satu langkah strategis adalah membuka rekening BUMDes yang menjadi wadah pengelolaan dana desa dan pengembangan usaha bersama. Hasan Sadili, Kaur Perencanaan Desa Cikeas, menjelaskan bahwa progres ini diawali dari kunjungan BRI yang mengidentifikasi potensi lokal desa.
“Kita mengikuti semua tahapan yang ditetapkan, mulai dari administrasi pendaftaran hingga pelatihan rutin,” kata Hasan Sadili saat diwawancara di Kantor Desa Cikeas, Selasa (19/5/2026).
Pelatihan dalam new policy BRI berlangsung selama dua minggu, dengan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola UMKM dan BUMDes. Materi yang disampaikan meliputi teknik pengembangan produk, penggunaan layanan digital BRI, serta strategi pemasaran yang efektif. Hasan menyebutkan bahwa keberadaan BRI tidak hanya memberi akses ke dana, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi dalam bisnis lokal.
Meski tidak masuk nominasi awal, new policy digitalisasi UMKM di Desa Cikeas tetap berjalan optimal. Desa memutuskan untuk mengoptimalkan ekosistem Google agar produknya lebih mudah ditemukan oleh konsumen. Selain itu, pelaku usaha diberi panduan untuk memanfaatkan Instagram dan aplikasi pengantaran makanan. Usaha non-makanan juga diarahkan ke platform e-commerce. Hasan menegaskan bahwa langkah ini membuka peluang ekspansi pasar jauh dari batas desa.
“Kita ingin pasar mereka tidak hanya terbatas di desa, tetapi bisa berkembang lebih luas,” tambah Hasan.
Pasca-keberhasilan program Desa BRILiaN, desa terus mengembangkan new policy digital. Saat ini, 20 UMKM dari total 200 usaha yang terdaftar telah dipilih untuk menerima pelatihan branding dan packaging. Program ini diberi nama “Pasar Raya UMKM Desa Cikeas,” yang bertujuan meningkatkan daya saing usaha lokal. Hasan mengatakan bahwa keberlanjutan new policy ini tergantung pada kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan mitra BRI.
Kembangnya BUMDes Ayam Petelur Sebagai Simpul Ekonomi
Manfaat new policy BRI juga terasa nyata dalam pengelolaan BUMDes. Desa Cikeas mulai mengembangkan sektor ayam petelur sebagai salah satu pilar ekonomi. Sejak Oktober 2025, usaha ini mengalami peningkatan signifikan, dengan produksi telur setiap hari mencapai 40-70 kilogram. Hasan menyebutkan bahwa omzet harian usaha ini bisa mencapai Rp1 juta, sementara keuntungan bersih mencapai Rp10 juta per bulan.
Salah satu keunggulan BUMDes ayam petelur adalah penggunaan dana dari new policy BRI untuk pembelian bahan baku dan pengembangan infrastruktur. Dengan dukungan keuangan yang stabil, usaha ini mampu memenuhi permintaan dari UMKM lokal dan meningkatkan ketersediaan telur bagi warga sekitar. Hasan menambahkan bahwa kontribusi BUMDes ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa) sebesar 25 persen dari total pendapatan.
Strategi Desa Cikeas Menuju Desa Wisata
Hasan menyatakan bahwa new policy digitalisasi UMKM menjadi bagian dari visi Desa Cikeas sebagai destinasi wisata. Potensi perkebunan dan peternakan akan dimaksimalkan untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Dengan pengelolaan ekosistem digital, desa berharap bisa menampilkan keunikan budaya dan produk unggulan sebagai daya tarik utama.
“Kita ingin mengelola ekosistem wisata secara terpadu, sehingga wisatawan bisa merasakan identitas desa sambil mendukung perekonomian warga,” terang Hasan.
Hasan menegaskan bahwa new policy BRI membuka peluang ekspansi jangka panjang. Desa Cikeas berkomitmen untuk terus memperluas program digitalisasi, termasuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan keterlibatan warga dalam pengembangan perekonomian lokal. Langkah ini menjadi bukti bahwa transformasi digital bisa menjadi alat perubahan yang berkelanjutan bagi desa-desa di Indonesia.
