Gubernur Andra Soni Hantarkan Banten Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032
Key Strategy untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah
Key Strategy – Pemilihan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII tahun 2032 menjadi bagian dari Key Strategy yang diproyeksikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia. Surat Keputusan (SK) KONI Pusat dengan nomor 05/Musornaslub/2026 mengumumkan bahwa Banten akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XXIII, sebuah kehormatan yang dianggap sebagai momen penting dalam sejarah provinsi ini. Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa keputusan ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga langkah strategis untuk membangun daerah secara komprehensif.
Penyelenggaraan PON XXIII sebagai Peluang Pengembangan Infrastruktur
Selain membanggakan, Key Strategy ini diharapkan dapat mempercepat pematangan infrastruktur olahraga di Banten. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi lokal akan terangkat melalui gelaran acara yang menarik ribuan pengunjung dan atlet. “PON XXIII akan menjadi kekuatan pendorong bagi perubahan struktur daerah, mulai dari fasilitas olahraga hingga kelembagaan pendukung,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (21/5/2026).
Detail Rencana Pembangunan Venue dan Fasilitas
Pemprov Banten telah menyiapkan 44 lokasi untuk 28 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam PON XXIII. Namun, 9 venue baru di Kawasan Sport Center Banten rencananya mulai dibangun pada 2027 sebagai bagian dari Key Strategy menghadapi tantangan akhir-akhir ini. Semua rencana ini terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, dengan target penyelesaian pada 2030.
Peran Gubernur dalam Mewujudkan Visi PON XXIII
Andra Soni menekankan bahwa komitmen pribadinya menjadi pilar utama dalam Key Strategy ini. Ia berharap keberhasilan penyelenggaraan PON XXIII tidak hanya menjadi bukti kemajuan Banten, tetapi juga memicu kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dan sektor swasta. “Dukungan dari berbagai pihak akan memastikan acara berjalan secara maksimal, sekaligus mengubah Banten menjadi pusat olahraga nasional,” tambahnya.
Penyesuaian dan Peningkatan Venue Menjadi Fokus Utama
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, yang memimpin tim penyaring calon tuan rumah, menyebut bahwa sebagian besar venue di Banten sudah memenuhi standar. Namun, beberapa lokasi masih memerlukan penyesuaian, terutama dalam aspek keamanan dan kenyamanan peserta. “Dengan Key Strategy yang terpadu, Banten bisa menjadi tuan rumah yang kompeten dan inovatif,” jelas Marciano.
Kolaborasi dan Kesiapan Pihak Terkait
Ketua KONI Provinsi Banten, Agus Rasyid, mengungkapkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan PON XXIII bergantung pada sinergi antarinstansi. “Kesiapan infrastruktur, anggaran, dan sumber daya manusia menjadi aspek kunci dari Key Strategy ini,” tambah Agus. Ia menyoroti peran aktif Pemprov Banten dalam menjaga konsistensi dan keberlanjutan program, termasuk pemanfaatan venue yang sudah ada serta pengembangan venue baru sesuai kebutuhan cabang olahraga.
Keberhasilan penyelenggaraan PON XXIII 2032 di Banten juga dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional. Pemprov Banten telah menyiapkan skema keuangan yang terukur, termasuk pengalokasian dana dari berbagai sumber, seperti APBD, penggalangan dana swasta, dan bantuan pemerintah pusat. Key Strategy ini menekankan bahwa penyelenggaraan acara tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana membangun citra daerah sebagai tuan rumah yang mampu menghadirkan standar internasional.
Dalam perjalanan mencapai target 2030, Banten diperkirakan akan mengalami transformasi signifikan. Dari segi infrastruktur, kawasan Sport Center menjadi pusat utama pembangunan venue yang akan dioperasikan secara efisien. Selain itu, Key Strategy ini juga memastikan pelatihan atlet dan pengembangan kelembagaan olahraga lokal. “Harapan besar ditujukan pada kesuksesan ini, sekaligus menjadi pengingat bahwa Key Strategy harus diterapkan secara konsisten,” kata Andra Soni.
Penyelenggaraan PON XXIII 2032 di Banten diharapkan mampu memperkuat jaringan kerja dengan institusi pemerintah, lembaga olahraga, serta komunitas lokal. Key Strategy yang diusung gubernur sejak awal tahun 2025 menjadi panduan utama dalam mengatur koordinasi, termasuk penggunaan teknologi untuk memastikan layanan peserta dan penonton. “Kolaborasi ini adalah salah satu aspek vital dalam Key Strategy menghadapi tantangan sekaligus memastikan keberhasilan acara,” tambah Agus Rasyid.
Sebagai bentuk kontribusi, Banten juga berkomitmen untuk mengadakan acara luar biasa selama penyelenggaraan PON XXIII, termasuk festival budaya dan ekonomi. Key Strategy ini mencakup rencana meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui berbagai inisiatif, seperti pengembangan kawasan wisata olahraga dan penyediaan fasilitas pendidikan untuk atlet muda. “Semua langkah ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan daya saing daerah sekaligus mendukung visi nasional,” pungkas Marciano Norman.
