Peran 320 WNA dalam Operasi Judi Online di Markas Hayam Wuruk
Peran 320 WNA Admin Markas Judol – Dalam operasi penyergapan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, 320 warga negara asing (WNA) terungkap sebagai bagian dari sindikat judi online (judol) yang bermarkas di gedung Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Mereka ditemukan berperan dalam berbagai fungsi, mulai dari pemasaran, telemarketing, hingga penagihan. Peran 320 WNA admin markas ini menunjukkan kompleksitas operasi yang berlangsung secara terorganisir.
Struktur Sindikat dan Peran Anggota
Selain 320 WNA, polisi juga menangkap satu warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja dalam tim layanan pelanggan. Individu tersebut menjadi bagian dari jaringan distribusi dana dan pengelolaan kas. Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra, peran 320 WNA admin markas judol melibatkan kegiatan yang terstruktur, mulai dari administrasi hingga pemasaran secara digital.
Dalam operasi tersebut, para WNA dianggap mengelola sistem administrasi inti sindikat, termasuk pendaftaran akun, manajemen database pelanggan, dan pengiriman data ke pengguna. Mereka juga bertugas sebagai telemarketing yang aktif membangun hubungan dengan calon pelanggan melalui telepon dan pesan singkat. Peran 320 WNA admin markas ini menunjukkan bagaimana mereka memanfaatkan keahlian bahasa asing dan teknologi untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis ilegal.
Proses Penyelidikan dan Bukti yang Ditemukan
Penyidik sedang menginvestigasi barang bukti yang diamankan di lokasi, seperti komputer, perangkat elektronik, dan dokumen keuangan. Peran 320 WNA admin markas judol juga terkait dengan pengelolaan data transaksi yang dilakukan secara cepat dan tersembunyi. Mereka digunakan untuk mengumpulkan informasi pembayaran dan mengirimkan tagihan kepada para pemain.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bukti bahwa para WNA terlibat dalam pembuatan dan distribusi nomor telepon palsu, serta penyalinan data pelanggan. Peran 320 WNA admin markas ini tidak hanya terbatas pada administrasi, tetapi juga berperan dalam aktivitas penagihan yang intensif. Sementara itu, WNI yang ditangkap diduga terlibat dalam aktivitas pencairan dana dan komunikasi internal.
“Peran 320 WNA admin markas judol termasuk telemarketing dan pengelolaan data transaksi. Mereka menjadi tulang punggung operasi yang berlangsung di balik layar,” ujar Wira Satya Triputra kepada wartawan di lokasi, Minggu (10/5/2026).
Analisis terhadap perangkat yang ditemukan menunjukkan bahwa sindikat ini menggunakan teknologi canggih untuk menyembunyikan identitas dan mengatur operasi secara virtual. Peran 320 WNA admin markas ini menunjukkan bagaimana mereka memanfaatkan kelebihan keterampilan dan keahlian lokal untuk memperkuat keberlanjutan bisnis ilegal tersebut. Selain itu, mereka terlibat dalam aktivitas keuangan yang mencakup pengumpulan dana dari pemain dan pembagian keuntungan ke seluruh anggota.
“Kami masih melakukan analisis terhadap komputer dan perangkat elektronik lainnya untuk memperdalam informasi tentang jalur dana dan operasi selundupan. Peran 320 WNA admin markas menjadi kunci dalam memahami mekanisme sindikat ini,” tambah Wira.
Saat ini, 320 WNA yang ditahan telah diserahkan ke pihak Imigrasi, sementara WNI yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Peran 320 WNA admin markas ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan, karena mereka dianggap menjadi elemen paling strategis dalam menjalankan operasi judi online. Pihak kepolisian juga menyebut bahwa para WNA tersebut memainkan peran yang berbeda dari WNI, meskipun keduanya saling berkolaborasi dalam aktivitas bisnis ilegal tersebut.