Hellyana, Wagub Babel, Diberi Vonis 4 Bulan Penjara dalam Kasus Penipuan
Latest Program – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang mengumumkan putusan dalam persidangan yang berlangsung pada Senin (18/5/2026). Hellyana, yang dikenal sebagai Wakil Gubernur Bangka Belitung (Wagub Babel), divonis 4 bulan penjara karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan. Putusan ini dijatuhkan oleh hakim Marolop Winner Pasrolan Bakara setelah mendengarkan berbagai saksi dan dokumen yang disajikan selama proses persidangan.
Detail Kasus Penipuan yang Menjerat Hellyana
Kasus penipuan ini terjadi saat Hellyana menjabat sebagai anggota DPRD Babel pada periode 2023–2024. Menurut penyidik Direktorat Reskrimum Polda Babel, ia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (25/9/2025) atas dugaan keterlibatan dalam skema pemesanan kamar hotel yang disangkakan sebagai tindakan penipuan. Proses penyelidikan memperlihatkan bahwa Hellyana diduga memanipulasi kontrak atau kesepakatan untuk menarik manfaat secara tidak sah, sehingga merugikan pihak tertentu.
Vonis 4 bulan penjara lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum yang menetapkan hukuman 8 bulan. Penuntutan tersebut berdasarkan Pasal 378 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana, yang berhubungan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Dalam putusannya, hakim menyatakan bahwa semua bukti yang disampaikan selama persidangan telah cukup untuk mendukung adanya kesalahan yang dilakukan Hellyana.
“Vonis tadi, kami tentu sudah menanyakan kepada Ibu Hellyana. Jadi kami rencana akan banding. Menurut kami, ada beberapa yang dari pledoi kami, yang tidak diterima oleh hakim,” jelas Dhimas Putra Ramadhani, konsultan hukum Hellyana, Senin (19/5/2026). Dalam upaya mengajukan banding, tim kuasa hukum berargumen bahwa ada sisi-sisi yang belum sepenuhnya terbukti secara lengkap, termasuk kejelasan motif dan konsekuensi hukum terhadap keputusan yang diambil.
Proses persidangan sendiri berlangsung beberapa minggu sebelumnya, di mana pihak penggugat dan terdakwa mengajukan berbagai bukti dan pernyataan. Sejumlah saksi dihadirkan untuk memberikan kesaksian mengenai bagaimana skema penipuan dianggap berjalan. Hakim, dalam analisisnya, menilai bahwa bukti-bukti tersebut dapat memperkuat kesimpulan tentang kesalahan Hellyana. Namun, kuasa hukum tetap berharap adanya pertimbangan tambahan dalam pengambilan putusan.
Sebagai anggota DPRD Babel, Hellyana juga menjadi perhatian publik karena kasus ini menunjukkan tanggung jawabnya dalam pengelolaan dana atau kebijakan yang diterima dari pemerintah daerah. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan etika dalam jabatan publik. Para pemangku kepentingan, termasuk warga Bangka Belitung, mengharapkan adanya pemantauan lebih ketat terhadap kebijakan yang melibatkan pejabat pemerintahan.
Latest Program juga menjadi platform untuk menyoroti kejadian ini di tengah upaya pemerintah dalam meningkatkan akuntabilitas. Selain Hellyana, beberapa nama lain yang terkait dengan kasus ini juga dikaitkan, meskipun belum dijatuhkan hukuman. Kasus ini bisa menjadi contoh bagaimana investigasi bisa mengungkap tindakan korupsi atau penipuan di tingkat daerah. Dengan vonis yang diberikan, masyarakat kini berharap adanya langkah-langkah pencegahan lebih lanjut untuk mencegah tindakan serupa terjadi di masa depan.
