Internasional

5 Siswa Tewas Tenggelam di Sungai Vietnam – Sempat Tolong Teman Terseret Arus

Tewas Tenggelam di Sungai Vietnam, Menunjukkan Kecelakaan Berenang yang Mengkhawatirkan 5 Siswa Tewas Tenggelam di Sungai - Satu kejadian maut terjadi di

Desk Internasional
Published Mei 19, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

5 Siswa Tewas Tenggelam di Sungai Vietnam, Menunjukkan Kecelakaan Berenang yang Mengkhawatirkan

5 Siswa Tewas Tenggelam di Sungai – Satu kejadian maut terjadi di Sungai Lo, Vietnam, yang menewaskan lima siswa. Dikutip dari laporan AFP, kejadian ini terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, setelah selesai menghadapi ujian. Para siswa yang berusia 13 hingga 14 tahun melakukan aktivitas berenang di sungai yang menjadi tempat mereka bermain sehari-hari. Namun, kejadian ini mengejutkan karena satu dari korban mengalami keterjangan arus, sementara empat temannya berusaha menolong.

Korban Berusaha Menolong Teman, Tapi Semua Terbawa Arus

Kisah heroik dari siswa yang mencoba menyelamatkan rekan-rekannya menjadi sorotan media. Dalam laporan VNExpress, salah satu korban terlempar ke dalam arus deras, lalu empat temannya memperhatikan dan langsung berusaha menolong. Namun, kondisi air yang deras dan tajam mengakibatkan semua lima siswa terseret arus dan tenggelam. Kejadian ini mengingatkan kembali risiko berenang di aliran sungai yang tidak diketahui kondisinya.

“Peristiwa ini terjadi setelah jam sekolah, para siswa pergi berenang dan kemudian keempatnya tenggelam,” kata situs berita VNExpress.

Sementara itu, dalam insiden terpisah, empat siswa dari tingkat SD hingga SMP mengalami kecelakaan serupa di Sungai Banh Lai, provinsi Dak Lak. Mereka terbawa arus saat berenang pada hari Sabtu, dan kejadian ini menambah daftar kecelakaan tenggelam yang sering terjadi di wilayah Vietnam. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Vietnam, jumlah kematian akibat tenggelam di kalangan anak usia 5 hingga 15 tahun mencapai sekitar 2.000 per tahun.

Kondisi Sungai dan Faktor Risiko

Sungai Lo dan Banh Lai terkenal memiliki aliran yang deras, terutama setelah hujan deras atau musim hujan. Para siswa yang berenang di wilayah tersebut sering kali tidak memperhatikan peringatan tentang kondisi air yang tidak stabil. Selain itu, minimnya pengawasan dari orang dewasa dan kurangnya perlengkapan keselamatan menjadi faktor utama yang berkontribusi pada kejadian ini.

Dalam kasus tenggelam di Sungai Lo, keempat siswa yang menolong temannya akhirnya juga menjadi korban. Mereka mungkin terlalu percaya diri karena berteman dengan korban awal, sehingga mengabaikan potensi bahaya. Menurut para ahli, kecelakaan serupa sering terjadi di daerah pedesaan karena akses ke pelatihan keselamatan air masih terbatas.

Otoritas setempat mengungkapkan lima mayat yang berhasil ditemukan di Sungai Lo pada sore hari. Proses pencarian memakan waktu beberapa jam karena aliran air yang cepat dan tersembunyi. Korban yang meninggal termasuk siswa yang bertindak sebagai penolong, menunjukkan betapa berisiknya risiko berenang di lingkungan alamiah.

Kecelakaan ini memicu kekhawatiran masyarakat tentang keamanan berenang di Vietnam. Meski berenang menjadi aktivitas yang menyenangkan, kejadian tragis seperti ini menegaskan pentingnya kesadaran akan bahaya arus sungai dan perlengkapan keselamatan. Dalam konteks ini, 5 siswa tewas tenggelam di sungai menjadi pengingat bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja, terutama jika tidak siap.

Leave a Comment