Waka Komisi X DPR Nilai Tak Perlu Semua Bahasa Asing Diwajibkan Sejak SD
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa tidak semua bahasa asing perlu menjadi mata pelajaran wajib sejak siswa masuk kelas 1 SD
Table of Contents
Waka Komisi X DPR: Pembelajaran Bahasa Asing Sejak SD Perlu Fleksibilitas
Wahanaberita.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa tidak semua bahasa asing perlu menjadi mata pelajaran wajib sejak siswa masuk kelas 1 SD. Pernyataan ini merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto agar pembelajaran bahasa Mandarin, Prancis, hingga Rusia dimulai sejak jenjang sekolah dasar.
Hadrian menjelaskan bahwa pendekatan yang tepat harus mempertimbangkan berbagai faktor. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan ruang bagi daerah untuk memilih bahasa asing sesuai dengan potensi lokal dan kebutuhan masing-masing wilayah. Faktor lain yang juga penting meliputi ketersediaan guru, kompetensi pendidik, serta relevansi bahasa dengan peluang pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
“Saya tidak melihat perlunya seluruh bahasa tersebut diberlakukan sebagai mata pelajaran wajib bagi semua siswa,” ujar Hadrian kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).
Salah satu kekhawatiran yang disampaikan oleh Hadrian adalah kemungkinan kebijakan ini sulit diterapkan secara merata. Setiap sekolah memiliki tingkat kesiapan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan ketersediaan guru, bahan ajar, dan fasilitas pendukung agar kebijakan ini tidak menambah beban siswa maupun memperlebar kesenjangan antarsekolah.
Meskipun memiliki catatan, Hadrian menyambut positif inisiatif Presiden Prabowo. Baginya, kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi dunia kerja sekaligus berinteraksi dalam lingkungan global.
Prioritas Pendidikan Dasar
Hadrian menekankan bahwa penerapan bahasa asing tetap perlu menempatkan fondasi pendidikan dasar sebagai prioritas utama. Kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pembentukan karakter harus tetap menjadi fokus utama. Pengenalan bahasa asing sejak jenjang SD merupakan langkah yang positif sepanjang dilakukan secara bertahap.
“Bahasa Mandarin maupun bahasa asing lain memiliki nilai strategis, baik dalam konteks hubungan internasional, ekonomi, pendidikan, maupun perkembangan geopolitik,” tutur Hadrian.
Sebelumnya, dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (14/8/2026), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan memulai pembelajaran bahasa asing sejak anak duduk di kelas 1 SD. Bahasa yang diajarkan adalah bahasa-bahasa yang dinilai paling penting dan banyak digunakan di berbagai negara.
“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing; bahasa yang paling penting: bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Jepang, Korea, bahasa Spanyol, dan bahasa Prancis,” ucap Prabowo.
Prabowo beralasan bahwa bahasa asing perlu diajarkan sejak dini karena lebih mudah dikuasai anak-anak. Penguasaan bahasa asing juga akan mempermudah karier mereka di masa depan. Menurut Presiden, anak-anak di bawah usia 11 atau 12 tahun lebih cepat belajar. Dengan akses kepada pendidikan terbaik, generasi muda akan memiliki kemampuan lebih untuk diterima di mana-mana dan bisa bekerja dengan pihak mana pun.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Waka Komisi X DPR Nilai Tak Perlu?
Waka Komisi X DPR Nilai Tak Perlu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Waka Komisi X DPR Nilai Tak Perlu matter?
Waka Komisi X DPR Nilai Tak Perlu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
