Berita

Respons Waka DPR soal Buruh Mau Umumkan Parpol Tak Serius Bahas UU Ketenagakerjaan

Koalisi pekerja yang berencana mendirikan partai politik sendiri menjadi sorotan baru di lingkungan legislatif Indonesia. Respons Waka DPR soal Buruh yang

Desk Berita
Published Agustus 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
cucun-ahmad-syamsurizal-1782973543237_169
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Respons Waka DPR soal Buruh: Koalisi Siap Umumkan Partai Tak Serius
  2. Related Reading

Respons Waka DPR soal Buruh: Koalisi Siap Umumkan Partai Tak Serius

Wahanaberita.com – Koalisi pekerja yang berencana mendirikan partai politik sendiri menjadi sorotan baru di lingkungan legislatif Indonesia. Respons Waka DPR soal Buruh yang akan mengumumkan partai-partai politik tidak serius dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan telah memicu diskusi hangat di kalangan politisi dan aktivis buruh. Tuntutan transparansi dari organisasi pekerja ini menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan semakin menjadi prioritas dalam agenda politik nasional.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa seluruh anggota parlemen berkomitmen penuh terhadap kesejahteraan buruh. Ia menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antar fraksi dalam hal ini, dan semua pihak bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan yang selama ini tertunda. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara perwakilan buruh dengan pimpinan DPR RI pada pagi hari, Kamis (13/8/2026).

“Sudah di DPR semuanya, satu kesatuan berjuang bersama-sama untuk buruh ya untuk para pekerja,” kata Cucun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Koalisi Buruh Siap Umumkan Partai yang “Tidak Punya Keberpihakan”

Andi Gani Nena Wea, yang menjabat sebagai Presiden KSPSI, mengungkapkan bahwa koalisi mereka telah mencatat perilaku setiap partai selama proses pembahasan undang-undang ketenagakerjaan. Tujuannya adalah memberikan transparansi kepada masyarakat agar tidak ada lagi kecurangan dalam komitmen partai-partai politik. Respons Waka DPR soal Buruh ini juga menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan semakin mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

“Kami koalisi besar mencatat partai-partai yang serius atau tidak serius membahas undang-undang ini. Dan kami akan umumkan ke publik partai yang punya keberpihakan dan yang sama sekali tidak punya keberpihakan, supaya masyarakat tahu dan tidak ada dusta di antara kita,” kata Andi Gani dalam pertemuan tersebut.

Menurut Andi Gani, terdapat variasi tingkat komitmen antar partai. Sebagian menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyiapkan materi lengkap, sementara yang lain bahkan belum memiliki draf awal sama sekali hingga hari tersebut. Hal ini menjadi alasan utama mengapa koalisi buruh memutuskan untuk mengumumkan daftar partai-partai yang tidak serius dalam pembahasan undang-undang ketenagakerjaan.

“Jadi kita akan umumkan nanti, ada partai yang begitu bersemangat punya bahan lengkap, ada partai bahkan sampai hari ini tidak punya draf apa pun,” ungkapnya.

KSBSI: Masih Ada Partai yang Menutup Diri

Sementara itu, Elly Rosita Silaban sebagai Presiden KSBSI memberikan apresiasi kepada partai-partai yang telah menerima pendekatan dari buruh. Namun, ia juga mencatat adanya hambatan dari beberapa pihak yang masih menutup diri terhadap dialog konstruktif. Respons Waka DPR soal Buruh ini menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan semakin menjadi perhatian utama dalam agenda politik nasional.

“Kami mengapresiasi beberapa partai politik yang sudah menerima kami, Pak. Memang ada dua dan tiga yang memang sama sekali tidak mau membuka tangan,” kata Elly.

Pertemuan ini menandai langkah konkret dari organisasi buruh untuk memastikan suara mereka didengar dalam pembentukan regulasi ketenagakerjaan yang lebih adil dan komprehensif. Dengan adanya kemungkinan pembentukan partai politik baru oleh buruh, diharapkan isu ketenagakerjaan akan mendapat perhatian lebih serius dari para politisi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Respons Waka DPR soal Buruh

Apa yang dimaksud dengan koalisi buruh yang akan membentuk partai politik? Koalisi buruh adalah gabungan beberapa organisasi pekerja yang berencana mendirikan partai politik sendiri untuk memastikan isu ketenagakerjaan mendapat perhatian serius dari para politisi.

Mengapa buruh ingin mengumumkan partai yang tidak serius? Buruh ingin memberikan transparansi kepada masyarakat agar tidak ada lagi kecurangan dalam komitmen partai-partai politik terhadap pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

Siapa saja tokoh buruh yang terlibat dalam pertemuan dengan DPR? Tokoh-tokoh buruh yang terlibat antara lain Andi Gani Nena Wea (Presiden KSPSI) dan Elly Rosita Silaban (Presiden KSBSI).

Kapan pertemuan antara buruh dan DPR RI berlangsung? Pertemuan berlangsung pada Kamis (13/8/2026) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Apa dampak dari pembentukan partai politik buruh? Pembentukan partai politik buruh diharapkan dapat memastikan isu ketenagakerjaan mendapat perhatian lebih serius dari para politisi dan mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan isu ketenagakerjaan, pembaca dapat mengunjungi artikel lengkap di Detik.com.

Leave a Comment