Berita

Pramono Minta Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Diproses Hukum

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar Pramono Minta Challenge Hafalan Al Qur yang menawarkan hadiah minuman keras segera diproses secara hukum

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pramono Minta Challenge Hafalan Al Qur Berhadiah Miras Diproses Tuntas
  2. Related Reading

Pramono Minta Challenge Hafalan Al Qur Berhadiah Miras Diproses Tuntas

Wahanaberita.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar Pramono Minta Challenge Hafalan Al Qur yang menawarkan hadiah minuman keras segera diproses secara hukum. Langkah ini diambil setelah insiden tersebut viral di media sosial dan menuai reaksi keras dari masyarakat. Kepala daerah telah memerintahkan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindaklanjuti peristiwa yang tengah menjadi perbincangan publik ini dengan serius.

Instruksi Hukum Segera Diterapkan

Pramono menyampaikan bahwa instruksi telah segera diberikan kepada pejabat terkait untuk mengambil tindakan tegas.

“Tadi saya sudah langsung kemarin kepada Pak Asisten Kesejahteraan Rakyat untuk ini diproses, diambil tindakan hukum,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menangani kasus yang melibatkan unsur keagamaan dan pelanggaran norma sosial.

Ancol Sebagai Kawasan Bertanggung Jawab

Menurut Pramono, kejadian semacam ini tidak boleh terulang kembali. Hal tersebut mengingat kegiatan berlangsung di kawasan Ancol yang merupakan wilayah difasilitasi oleh pemerintah provinsi.

“Yang paling penting adalah satu, ini nggak boleh terjadi lagi. Siapa pun yang mengadakan acara, apa lagi di tempat yang difasilitasi oleh atau tempat Pemerintah DKI Jakarta, misalnya Ancol,” ujarnya.

Pramono mengakui bahwa pihak pengelola Ancol kemungkinan besar tidak mengetahui adanya challenge tersebut. Namun, ia menilai tanggung jawab tetap berada di kawasan Ancol karena peristiwa terjadi di wilayah tersebut.

“Walaupun saya tahu pasti Ancol nggak tahu sama sekali dengan peristiwa ini, tetapi apa pun kan ini terjadi di Ancol,” jelasnya.

Sikap Tegas Terhadap Pelecehan Agama

Pramono menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dinilai memanfaatkan isu keagamaan dalam kegiatan tersebut. Ia menyatakan tidak akan memberikan ampun bagi mereka yang bermain-main dengan agama di Jakarta.

“Kita nggak ada kata maaf untuk orang yang Jakarta yang sudah tenang, sejuk, aman, nyaman, orang bermain-main dengan agama yang menurut saya sangat sensitif sekali,” lanjutnya.

Sikap tegas ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi penyelenggara acara lainnya di masa mendatang.

Detail Kegiatan The Sounds Project

Sebelumnya, sebuah video challenge hafalan Al-Qur’an dengan hadiah minuman keras viral di media sosial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari musik The Sounds Project Vol 9 yang diselenggarakan di Ancol pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026. Dalam rekaman yang beredar luas, peserta ditantang untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Hadiah yang ditawarkan dalam tantangan ini berupa minuman keras. Insiden tersebut menuai banyak sorotan karena menggabungkan materi keagamaan dengan promosi minuman keras secara bersamaan.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Ini

Apa yang dilakukan Pramono terkait challenge ini? Pramono meminta agar challenge hafalan Al-Qur’an berhadiah minuman keras diproses melalui jalur hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di mana kegiatan challenge tersebut berlangsung? Kegiatan The Sounds Project Vol 9 berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 7-9 Agustus 2026.

Mengapa Ancol dianggap bertanggung jawab? Meskipun pengelola Ancol tidak mengetahui adanya challenge, kawasan tersebut tetap dianggap bertanggung jawab karena peristiwa terjadi di wilayah yang difasilitasi oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Bagaimana sikap Pramono terhadap pelaku? Pramono menyatakan tidak akan memberikan ampun bagi pihak yang bermain-main dengan agama di Jakarta, mengingat hal tersebut sangat sensitif bagi masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi [berita terkait di detik.com](https://news.detik.com/).

Leave a Comment