Berita

Special Plan: MUI Sambut Idul Adha: Kita Doakan Pemerintah dan Warga Saling Bahu-Membahu

MUI Sambut Idul Adha: Kita Doakan Pemerintah dan Warga Saling Bahu-Membahu Special Plan - Dalam rangka menyambut Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Desk Berita
Published Mei 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

MUI Sambut Idul Adha: Kita Doakan Pemerintah dan Warga Saling Bahu-Membahu

Special Plan – Dalam rangka menyambut Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan resmi yang mengedepankan Special Plan sebagai strategi integrasi antara keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat. MUI menekankan pentingnya kerja sama pemerintah serta masyarakat dalam memperkuat persatuan dan harmoni umat Islam. Berdasarkan peran utama MUI sebagai lembaga yang mengarahkan kebijakan keagamaan, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menyambut hari raya besar Islam ini.

Peran Special Plan dalam Menghadapi Idul Adha

Special Plan diperkenalkan sebagai kerangka kerja yang mendorong keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keutuhan nilai-nilai Islam. Dalam keterangan resmi, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menekankan bahwa perayaan Idul Adha bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Ia menambahkan, kurban merupakan bentuk ibadah yang mengandung makna pengorbanan, sehingga seluruh warga Negara harus terlibat secara aktif dalam memperkuat persatuan.

“Idul Adha mengajarkan kita untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama. Dengan Special Plan, MUI berharap masyarakat bisa lebih terorganisir dalam berbagi dan merayakan keberagaman dengan persatuan,” ujar Amirsyah Tambunan.

Menurut Amirsyah, Special Plan ini dirancang agar kegiatan keagamaan seperti kurban tidak hanya menjadi peristiwa individual, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang lebih harmonis. Dalam konteks ini, MUI berharap pemerintah memberikan dukungan yang berkelanjutan untuk mengamplifikasi peran Special Plan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengumuman Jadwal Idul Adha dan Peran MUI

Kemenag RI telah secara resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga Hari Raya Idul Adha akan dirayakan pada 27 Mei 2026. Pada konferensi pers di Jakarta, Minggu (17/5/2026), MUI menyampaikan dukungan terhadap pengumuman ini. Sebagai mitra pemerintah, MUI mengajak seluruh umat Islam untuk menjalankan Special Plan dalam rangka memastikan pelaksanaan Idul Adha berjalan aman dan bermakna.

“Kita doakan pemerintah Republik Indonesia dan warga Negara Indonesia saling bahu-membahu dalam menjaga keharmonisan keagamaan. Special Plan menjadi jembatan untuk menjalankan peran MUI secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tambah Amirsyah Tambunan.

MUI juga menyoroti peran penting MUI dalam menyeimbangkan antara prinsip keagamaan dan kebutuhan masyarakat. Dalam Special Plan, lembaga ini berupaya menyelaraskan antara tradisi kurban dan inisiatif pemerintah dalam memperkuat rasa kebersamaan. Amirsyah menyatakan, MUI terus berkomitmen untuk menjadi pengarah kebijakan yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman.

Dalam kesempatan yang sama, MUI memberikan doa khusus untuk para jemaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di Saudi. Mereka berharap bahwa Idul Adha juga menjadi momentum untuk menyatukan doa umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, MUI mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan Special Plan sebagai alat untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemitraan MUI dengan pemerintah menjadi bagian penting dari Special Plan ini. Lembaga keagamaan tersebut berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberagaman masyarakat dalam merayakan Idul Adha. Amirsyah Tambunan menekankan bahwa Special Plan bukan hanya sebagai alat untuk mempercepat keputusan, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas kehidupan sosial umat Islam.

Sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H dilakukan di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (17/5/2026). Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa hasil hisab dan laporan hilal menjadi dasar untuk menetapkan tanggal Idul Adha. Dengan Special Plan, MUI dan Kemenag berharap masyarakat dapat memanfaatkan penentuan hari raya untuk lebih terorganisir dalam melaksanakan tradisi keagamaan.

Leave a Comment