Berita

Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP: Oposisi dan Koalisi Sama Mulianya

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, memberikan tanggapan hangat terkait perdebatan antara Golkar dan PDIP. Dalam Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP , ia

Desk Berita
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP: Oposisi dan Koalisi Sama Mulianya
  2. Related Reading

Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP: Oposisi dan Koalisi Sama Mulianya

Wahanaberita.com – Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, memberikan tanggapan hangat terkait perdebatan antara Golkar dan PDIP. Dalam Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP, ia menegaskan bahwa kedua posisi politik—sebagai oposisi maupun dalam koalisi—memiliki nilai kemuliaan yang setara. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas saling balas komentar antara kedua partai besar tersebut.

“Jadi oposisi itu mulia. Sama mulianya dengan berkoalisi. Asal semua untuk kepentingan rakyat,” kata Mardani saat dihubungi, Rabu (6/8/2026).

Pengalaman PKS dalam Oposisi dan Koalisi

Partai Keadilan Sejahtera memiliki rekam jejak panjang dalam kedua peran politik tersebut. Selama satu dekade, PKS berfungsi sebagai kekuatan oposisi yang kritis terhadap pemerintah. Kini, partai tersebut telah menjadi bagian integral dari pemerintahan. Mardani menekankan bahwa kemuliaan kedua posisi terletak pada kemampuan membela kepentingan rakyat secara konsisten.

Dalam konteks koalisi, Mardani menjelaskan bahwa partai-partai dapat secara langsung berkontribusi pada pembangunan nasional. Hal ini mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi oposisi penting, jaga biar pemerintah kerja untuk rakyat. Check and balances dan juga menjadi corong suara rakyat,” lanjut dia.

Perbedaan Karakteristik Kedua Posisi

Anggota Komisi II DPR ini mengakui adanya perbedaan dalam visibilitas kedua posisi politik. Posisi oposisi cenderung lebih menonjol karena memungkinkan partai untuk bersuara dengan lebih keras dan kritis. Sementara itu, berada dalam koalisi menuntut kerja keras yang lebih banyak di balik layar.

Mardani menegaskan bahwa semua partai politik memiliki kewajiban fundamental untuk menjaga kepentingan rakyat. Dengan memenuhi kewajiban tersebut, baik oposisi maupun koalisi dapat dikatakan mulia. Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP ini menunjukkan kedewasaan berpolitik yang tinggi.

Awal Mula Saling Balas Pernyataan

Kasus ini bermula ketika Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa partainya tidak terbiasa dengan posisi oposisi. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil pada acara Musda XI DPD Golkar Sumatera Selatan yang berlangsung pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus.

“Kita Golkar memang tidak terbiasa di oposisi. Karena kita betul-betul berkarya dan mengabdi,” kata Bahlil.

Respons PDIP dan Penjelasan Golkar

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan atas pernyataan Bahlil. Andreas menegaskan bahwa prinsip berpolitik bagi PDI Perjuangan bukanlah untuk mencari kenyamanan semata. Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP kemudian menjadi topik hangat di media sosial.

“Nggak tahu saya. Itu urusan Golkar. Kalau PDI Perjuangan, berpolitik bukan untuk cari enak,” kata Andreas saat dihubungi, Senin (3/8).

Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, kemudian memberikan penjelasan mendalam mengenai posisi partainya. Doli menyatakan bahwa Golkar tidak pernah menjadi oposisi karena konsistensi dalam mendukung pembangunan nasional. Ia juga merespons pernyataan Andreas Hugo Pareira yang menyebutkan bahwa politik bukan hanya soal mencari kenyamanan.

“Masing-masing partai politik memiliki ideologi, nilai, doktrin, konsep, dan cara di dalam menjalankan perannya. Golkar adalah partai politik berideologikan Pancasila, yang mengembangkan paradigma developmentalism, melalui doktrin karya kekaryaan,” kata Doli kepada wartawan, Rabu (5/6).

Doli menjelaskan bahwa Golkar konsisten mengusung konsep pembangunan sejak didirikan. Partai ini mulai dari Sekber, kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar, dan hingga saat ini tetap konsisten dengan “genre” pembangunan yang selaras dengan ekosistem pemerintahan Indonesia.

“Jadi, sejak berdiri, mulai dari Sekber, kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar, hingga sekarang, Golkar konsisten sebagai partai politik yang ber-‘genre’ pembangunan, yang ‘click’ atau compatible dengan lingkungan atau ekosistem pemerintahan,” ujar Doli.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP

Apa yang dimaksud dengan oposisi dalam politik Indonesia? Oposisi adalah posisi partai politik yang tidak berada dalam pemerintahan namun berfungsi mengawasi dan mengkritik kebijakan pemerintah.

Mengapa Golkar disebut tidak terbiasa dengan oposisi? Golkar konsisten mendukung pembangunan nasional sejak era Orde Baru hingga sekarang, sehingga jarang berada dalam posisi oposisi.

Apakah Mardani Ali Sera masih aktif sebagai Ketua DPP PKS? Ya, Mardani Ali Sera tetap menjabat sebagai Ketua DPP PKS dan aktif menyampaikan pandangan politik partai.

Kapan pernyataan Bahlil Lahadalia disampaikan? Pernyataan Bahlil disampaikan pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus, dalam acara Musda XI DPD Golkar Sumatera Selatan.

Bagaimana posisi PDIP dalam politik Indonesia? PDIP dikenal sebagai partai yang tidak takut berada dalam oposisi jika diperlukan, dengan prinsip berpolitik bukan untuk mencari kenyamanan.

Leave a Comment