Israel Akhirnya Berbicara Setelah Diam Soal Kesepakatan Gaza
Wahanaberita.com – Setelah beberapa hari menahan diri, pemerintah Israel akhirnya memberikan respons resmi terkait kesepakatan Gaza yang mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah ini menyusul pernyataan Hamas yang menyatakan persetujuan terhadap proses perlucutan senjata. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan sejumlah kekhawatiran mengenai kerangka kerja yang sedang dibahas oleh para pihak.
Doron Spielman, juru bicara kantor Netanyahu, menjelaskan bahwa Israel telah menyampaikan tanggapan dan keprihatinannya kepada mitra Amerika. Menurut Spielman, versi yang telah dipublikasikan belum sepenuhnya mencerminkan pandangan Israel. Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin, 3 Agustus 2026, seperti dilaporkan kantor berita AFP. Baca juga: Perkembangan terbaru konflik Gaza
Intelijen Israel Temukan Hamas Kembali Bersenjata
Spielman menambahkan bahwa data intelijen Israel menunjukkan Hamas telah melakukan rearmament dan merekrut pasukan baru sejak gencatan senjata yang diumumkan Trump pada Oktober tahun lalu. Meskipun tingkat kekerasan menurun, Israel tetap melanjutkan serangan militer di wilayah tersebut. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Israel merasa perlu untuk lebih tegas dalam negosiasi.
Sebelumnya, pada hari Jumat, Hamas mengumumkan persetujuan untuk tahap berikutnya dari kesepakatan. Langkah ini mencakup penyerahan senjata kepada komite pemerintahan Palestina yang baru dibentuk. Trump merespons dengan menyebutnya sebagai tonggak penting dalam upaya mengakhiri konflik di Gaza. Ia juga menyampaikan bahwa Israel sangat puas dengan perkembangan terkini.
Ketegangan Tetap Ada di Lapangan
Namun, ketenangan tidak berlangsung lama. Juru bicara Netanyahu menyoroti bahwa tindakan Hamas justru mengindikasikan persiapan untuk “pembantaian massal ala 7 Oktober”. Ia menekankan bahwa rencana yang dirilis oleh Dewan Perdamaian ciptaan Trump menginginkan Gaza menjadi zona bebas teror, telah dideradikalisasi, dan tidak mengancam negara-negara tetangga.
“Visi itu sangat bertentangan dengan realitas saat ini dan dengan niat Hamas yang dinyatakan. Langkah pertama yang sangat penting menuju kesepakatan yang langgeng adalah demiliterisasi Hamas yang tulus, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan,” ujar Spielman.
Dia melanjutkan bahwa setiap upaya yang kurang dari demiliterisasi penuh akan memungkinkan Hamas kembali mengancam Israel. Seorang pejabat Israel yang berbicara dengan syarat anonim sebelumnya menyatakan bahwa Israel, yang masih mengendalikan sebagian besar Jalur Gaza, tidak akan menarik pasukan tanpa verifikasi penuh terhadap perlucutan senjata Hamas.
Sejak pengumuman Hamas, Israel terus melancarkan serangan. Otoritas Palestina melaporkan pada hari Minggu, 2 Agustus, bahwa serangan Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 13 orang. Situasi di lapangan menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan diplomasi, ketegangan militer masih berlanjut. Kunjungi detik.com untuk berita terkini
Frequently Asked Questions
Apa yang dimaksud dengan kesepakatan Gaza? Kesepakatan Gaza adalah rencana perdamaian yang melibatkan Hamas, Israel, dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut melalui demiliterisasi Hamas dan pembentukan pemerintahan Palestina baru.
Mengapa Israel sempat bungkam? Israel menahan diri untuk tidak memberikan respons langsung agar dapat mengevaluasi semua aspek kesepakatan sebelum menyampaikan posisi resmi mereka kepada mitra internasional.
Berapa korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza? Menurut otoritas Palestina pada hari Minggu, 2 Agustus, serangan Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 13 orang.
Kapan Israel memberikan respons resmi? Israel memberikan respons resmi pada hari Senin, 3 Agustus 2026, melalui juru bicara kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
