ODGJ di Tulungagung Ngamuk Tembak Pedagang Sayur Pakai Senapan Angin di Warung Kopi
Wahanaberita.com – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ketika seorang penderita gangguan jiwa atau ODGJ di Tulungagung Ngamuk Tembak seorang pedagang sayur keliling menggunakan senapan angin. Peristiwa ini berlangsung di sebuah warung kopi yang terletak di wilayah Kecamatan Sumbergempol, tepatnya pada hari Rabu, 29 Juli 2025. Korban yang tertembak adalah Agus Setyabudi, seorang laki-laki berusia 43 tahun yang berasal dari Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Tulungagung.
Detail Kronologi Peristiwa ODGJ di Tulungagung Ngamuk Tembak
Menurut keterangan Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, korban saat itu sedang beristirahat di warung kopi setelah menyelesaikan aktivitas berjualan sayur kelilingnya. Tidak lama kemudian, sekitar lima menit setelah korban tiba di lokasi, pelaku yang dikenal dengan inisial MJ atau Nogleng datang ke warung tersebut dalam keadaan mengamuk. Pria dengan riwayat gangguan jiwa ini membawa senapan angin dan mulai melepaskan tembakan ke segala arah.
Sebelum melakukan penembakan, MJ sempat melemparkan beberapa batu ke arah warung kopi sebagai tanda kemarahannya. Ketika korban Agus Setyabudi mencoba meninggalkan tempat kejadian, ia tidak menyadari bahwa peluru dari senapan angin milik MJ telah mengenai paha kanannya. Luka yang dialami korban cukup serius sehingga ia harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Saat itu korban ini istirahat di warung kopi usai berjualan sayur keliling. Sekitar lima menit di lokasi, tiba-tiba pelaku MJ alias Nogleng ini datang dan mengamuk. Kemungkinan besar senapan itu meletus dan mengenai korban. Saat itu juga korban dibawa ke rumah sakit dan untuk menjalani perawatan.
Tindakan Warga dan Polisi Setelah Insiden
Setelah peristiwa ODGJ di Tulungagung Ngamuk Tembak ini terjadi, warga sekitar dengan cepat berhasil mengamankan pelaku MJ. Mereka menahan pria tersebut hingga petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, MJ memang memiliki riwayat gangguan jiwa dan sebelumnya pernah mendapatkan pengobatan, namun kondisinya sempat memburuk.
Pihak kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan keluarga MJ untuk mengambil alih penanganan pelaku. Keluarga MJ menyatakan bahwa mereka akan membawa MJ ke fasilitas kesehatan jiwa untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Kapolsek AKP Mohammad Anshori juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan jika melihat perilaku mencurigakan dari penderita gangguan jiwa di lingkungan sekitar.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap penderita gangguan jiwa. ODGJ di Tulungagung Ngamuk Tembak pedagang ini menunjukkan bahwa meskipun tidak disengaja, penderita gangguan jiwa bisa saja melakukan tindakan yang membahayakan orang lain ketika kondisinya tidak stabil. Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dan perhatian lebih kepada keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa.
Untuk korban Agus Setyabudi, hingga berita ini diturunkan ia masih dalam perawatan di rumah sakit. Kondisi luka pada pahanya dilaporkan sudah mulai membaik setelah mendapatkan pertolongan medis. Pihak keluarga korban juga telah menerima penjelasan lengkap dari polisi mengenai kronologi kejadian yang menimpanya.

