Berita

Pencuri Ayam di Bali Sempat Serahkan Uang Gedung Sekolah Anak Rp 2,7 Juta

Pencuri Ayam di Bali Sempat menjadi sorotan publik setelah tragedi mengerikan terjadi di Pulau Dewata. Seorang pria berinisial KD yang dikenal sebagai pencuri

Desk Berita
Published Juli 27, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Kisah Tragis Pencuri Ayam di Bali Sempat Membayar Uang Sekolah Anak

Wahanaberita.com – Pencuri Ayam di Bali Sempat menjadi sorotan publik setelah tragedi mengerikan terjadi di Pulau Dewata. Seorang pria berinisial KD yang dikenal sebagai pencuri ayam ini tidak kembali ke kediamannya di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, selama tiga hari lamanya. Tragisnya, pria tersebut akhirnya tewas setelah dikeroyok warga di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, setelah ketahuan sedang mencuri seekor ayam aduan di wilayah tersebut.

Profil KD: Buruh Serabutan yang Peduli Keluarga

Made Partha, sepupu KD, menjelaskan bahwa pria tersebut bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Pada saat musim panen cengkih berlangsung, KD bekerja sebagai buruh petik. Sementara itu, di luar musim panen, ia mencari nafkah sebagai buruh cangkul demi menopang istri dan dua orang anak perempuannya. Kehidupannya memang sederhana, namun ia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

“Jika musim cengkih, ia menjadi buruh petik. Namun, ketika tidak ada musim cengkih, ia bekerja sebagai buruh nyangkul,” terang Made Partha saat ditemui di rumah duka, Senin (27/7/2026).

Partha mengaku belum memahami alasan sepupunya nekat mencuri ayam aduan di wilayah Baturiti. Yang jelas, sebelum menghilang selama tiga hari, KD sempat menyerahkan sejumlah uang kepada istrinya. Jumlah tersebut mencapai Rp 2.713.000 yang digunakan untuk membayar uang gedung sekolah anak mereka di sebuah SMA swasta. Fakta ini menunjukkan bahwa Pencuri Ayam di Bali Sempat memiliki tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami.

“Saya sendiri kurang paham kenapa ia mencuri. Pasalnya, saat uang Rp 2.713.000 itu diserahkan, pembayarannya sudah ter-cover,” ujarnya.

Beberapa waktu setelah KD lenyap, Partha menerima informasi dari perangkat desa mengenai penemuan jenazah di kawasan Baturiti. Saat tiba di lokasi, ia belum mengetahui pasti penyebab kematian sepupunya. Bahkan, ia sempat menandatangani surat perdamaian di Polsek Baturiti karena mengira KD meninggal secara wajar. Situasi ini menambah kebingungan keluarga yang sedang mencari kabar dari KD.

Keluarga baru menyadari kebenaran setelah melihat video yang viral di media sosial serta kondisi jenazah. Ternyata, KD menjadi korban pengeroyokan massa. Partha mengaku terkejut setelah pulang dari Polsek dan melihat rekaman tersebut. Istri almarhum juga tidak terima dengan kondisi jenazah suaminya yang ditemukan dalam keadaan luka-luka akibat serangan warga.

“Saya mengira ia meninggal biasa. Setelah pulang, saya melihat video di media sosial dan kaget. Istri almarhum juga tidak terima setelah melihat kondisi jenazahnya,” ungkapnya.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Bali. Pencuri Ayam di Bali Sempat menjadi korban kekerasan massa yang seharusnya bisa dihindari. Keluarga KD kini berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Mereka juga meminta agar proses hukum berjalan dengan adil untuk memberikan keadilan bagi almarhum yang telah meninggal dunia.

Leave a Comment