Berita

Key Strategy: Prabowo: Saya Lihat Polri Berprestasi, Kapolri Belum Terima Bintang Mahaputera?

Key Strategy: Prabowo Apresiasi Polri, Kapolri Belum Terima Bintang Mahaputera? Pembukaan Gudang Ketahanan Pangan dan Penghargaan Kepemimpinan Key Strategy

Desk Berita
Published Mei 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Strategy: Prabowo Apresiasi Polri, Kapolri Belum Terima Bintang Mahaputera?

Pembukaan Gudang Ketahanan Pangan dan Penghargaan Kepemimpinan

Key Strategy – Dalam acara peresmian panen jagung serentak serta pembukaan 10 gudang ketahanan pangan di Tuban, Jawa Timur, pada hari Sabtu (16/5/2026), Prabowo Subianto menyampaikan Key Strategy yang ia utamakan dalam menilai kinerja lembaga pemerintahan. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Polri karena performa yang dinilainya menggambarkan efektivitas sistem organisasi yang solid. “Performa Polri memang luar biasa, dan hal itu berkat kepemimpinan yang baik,” ujarnya, mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak terlepas dari kompetensi pemimpinnya.

Perbandingan dengan Tim Sepak Bola dan Sistem Apresiasi

Prabowo menyampaikan Key Strategy ini dengan analogi sederhana, yakni membandingkan Polri dengan tim sepak bola yang keberhasilan mereka diakui melalui perpanjangan kontrak pelatih. “Jika tim sepak bola bisa menang terus-menerus, pelatihnya akan tetap dipecat? Tidak, malah diberi apresiasi. Sama seperti Polri, jika berprestasi, pemimpinnya harus diakui,” tambahnya. Key Strategy ini menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari kemampuan manajerial dan pengelolaan sumber daya organisasi.

Kinerja Kapolri dan Proses Pemberian Penghargaan

Prabowo menyebutkan bahwa Kapolri saat ini belum menerima penghargaan Bintang Mahaputera, meski performa Polri dinilainya sebagai yang terbaik. “Saya lihat Polri ini sangat berprestasi, tapi Bintang Mahaputera belum diberikan ke Kapolri. Ternyata, presiden yang menilai kinerja, ya Pak Prabowo nanti akan memberikannya,” jelasnya. Key Strategy yang diusungnya memperkuat pandangan bahwa pemimpin harus diberi penghargaan sesuai dengan capaian yang mereka bawa.

Historis Penghargaan dalam Konteks Kepemimpinan

Key Strategy ini juga terinspirasi dari sejarah Indonesia, di mana komandan batalyon yang sukses selama perang dikenang karena prestasi mereka. “Batalyon Sarwo Edhie, Kompi Sarwo Edhie, Batalyon Ahmad Yani, dan Batalyon Kemal Idris semua dikenang karena kinerja yang luar biasa,” imbuh Prabowo. Ia menekankan bahwa sistem apresiasi berlaku sama di semua level, baik di militer maupun dalam institusi sipil. “Jadi, itu namanya hukum bernegara dan hukum organisasi. Jika berhasil, pemimpin bagus. Jika gagal, maka diganti,” pungkasnya.

Prabowo menyebutkan bahwa Pemimpin TNI dan Polri perlu diberikan penghargaan seperti Bintang Mahaputera sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka. “Kapolri dan Panglima TNI juga belum terima penghargaan tersebut. Mungkin karena performa mereka belum sepenuhnya terlihat? Atau karena sistemnya membutuhkan waktu lebih lama?” tanyanya, mengungkapkan keinginan untuk memperkuat mekanisme pemberian penghargaan di institusi keamanan nasional.

MBG dan Kinerja Polri dalam Implementasi Kebijakan

Key Strategy yang dipaparkan Prabowo tidak hanya terbatas pada penghargaan, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap kebijakan yang dijalankan. Ia menyoroti program makanan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi Polri sebagai contoh keberhasilan dalam penerapan kebijakan sosial. “MBG yang dijalankan sangat rapi, dan Kapolri Listyo Sigit mampu memimpin dengan baik,” ujarnya. Prabowo menegaskan bahwa kinerja organisasi seperti Polri harus dinilai secara objektif, dengan Key Strategy yang menekankan transparansi dan akuntabilitas.

Dalam Key Strategy ini, Prabowo juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan kelembagaan. “Kepemimpinan yang baik harus berdampak jangka panjang, bukan hanya sekali tampil. Saya pelit dalam memberikan penghargaan, tapi untuk kinerja yang luar biasa, harus ada pengakuan,” katanya. Ia berharap penghargaan seperti Bintang Mahaputera menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kompeten harus diapresiasi, sekaligus menjadi motivasi bagi para pejabat untuk terus berprestasi.

Leave a Comment