Ortu Siswa soal SDN di Kebayoran Lama Roboh: Pagi Miring, Sorenya ‘Bruk’
Wahanaberita.com – Permasalahan keamanan di lingkungan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan setelah bangunan sekolah yang sudah lama rusak akhirnya roboh. Sejumlah orang tua siswa menyebutkan bahwa kondisi gedung tidak pernah diperbaiki meski sudah berdiri selama bertahun-tahun. Akibatnya, mereka terpaksa memindahkan anak-anak ke sekolah lain, seperti SDN Kebayoran Lama Selatan 11, untuk memastikan anak tetap bisa belajar dengan nyaman.
Kondisi Bangunan yang Memperparah
SDN Kebayoran Lama Selatan 09, yang berdiri sejak tahun 2000-an, dikenal memiliki struktur bangunan yang mulai rapuh. Beberapa warga sekitar menyebutkan bahwa retakan dan kerusakan di dinding serta atap telah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Namun, pihak sekolah dan pemerintah daerah belum memberikan tindakan serius untuk perbaikan. Ortu siswa mengeluhkan bahwa kesadaran tentang kondisi bangunan baru terungkap setelah insiden ambruk yang terjadi pada 27 November 2024.
“Gedung ini sudah banyak yang rusak, tapi belum ada perbaikan. Anak-anak kita harus berpindah ke SDN 11 karena tempat belajar di sini tidak aman,” ungkap Evi, salah satu ibu dari murid kelas 5 di sekolah tersebut, saat diwawancara di lokasi, Selasa (21/7/2026).
Dalam momen kejadian, bangunan mulai miring di pagi hari lalu runtuh di sore hari akibat hujan deras. Ortu siswa mengatakan bahwa tanda-tanda kerusakan terlebih dahulu diabaikan, bahkan penjaga sekolah pun tidak siap menghadapi situasi darurat. “Pagi miring, siang cuaca buruk, sore ‘bruk’ langsung. Warga sekitar merasa kecewa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” lanjut Evi.
Dampak pada Kegiatan Belajar-Mengajar
Insiden roboh memengaruhi kegiatan belajar-mengajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Sebelumnya, anak-anak harus menunggu hingga jam selesai KBM di sekolah lain karena jadwal belajar tidak teratur. Ortu siswa menyebutkan bahwa ketidaknyamanan ini berdampak pada konsentrasi anak dan kualitas pendidikan.
“Anak-anak kita tidak bisa belajar dengan tenang karena selalu ada kekhawatiran bangunan ambruk. Bahkan, ngaji sore hari sering terganggu. Sudah dua tahun tidak ada ngaji, dan kejadian ini membuat semua orang makin waspada,” keluh Evi.
Selain itu, pihak sekolah juga mengalami kesulitan mengatur lokasi belajar sementara. SDN Kebayoran Lama Selatan 11 menjadi tempat belajar yang dipilih, tetapi kondisi gedung di sana tidak sepenuhnya ideal. Ortu siswa menilai perlu ada perbaikan permanen agar pembelajaran tidak terganggu lagi.
Langkah Pemerintah dalam Penyelesaian
Setelah video insiden ambruk viral di media sosial, pihak Pemerintah DKI Jakarta mulai mengambil tindakan. Pramono, salah satu pejabat terkait, mengatakan bahwa perbaikan akan segera dilakukan setelah kesadaran akan masalah ini terpicu. “Saya baru tahu saat videonya jadi viral. Wilayah Jakarta memang luas, tapi kalau ada masalah yang sampai terlihat oleh masyarakat, kami akan segera berikan perhatian,” jelas Pramono di Mampang, Selasa (21/7/2026).
“SDN di Kebayoran Lama ini akan segera diselesaikan. Kami pastikan prosesnya lancar dan akhirnya bisa menyelesaikan masalah yang ada,” pungkas Pramono, menambahkan bahwa pihaknya akan mempercepat pengadaan dana serta perencanaan pembangunan baru.
Ortu siswa pun berharap agar ada koordinasi yang lebih baik antara pihak sekolah dan pemerintah setempat. Evi menilai, meski pemerintah sudah memberikan respons, kecepatan penyelesaian tetap menjadi prioritas utama. “Kita ingin Pemprov DKI langsung bantu agar anak-anak tidak harus menunggu lama untuk belajar kembali,” harapnya.
Perbandingan dengan Sekolah Lain di Wilayah
Permasalahan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tidak terjadi sendirian. Beberapa sekolah lain di wilayah Kebayoran Lama juga mengalami masalah serupa. Ortu siswa menyebutkan bahwa keadaan ini mengingatkan mereka tentang pentingnya pemantauan terhadap kondisi gedung sekolah secara berkala.
“Sekolah-sekolah di sekitar kita juga banyak yang perlu diperbaiki. Tapi karena tidak ada perhatian khusus, masyarakat hanya bisa berharap kejadian serupa tidak terulang,” kata salah satu orang tua siswa, Iwan, yang juga memiliki anak di SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
Dengan adanya insiden ini, Evi berharap pemerintah tidak hanya fokus pada sekolah yang viral, tetapi juga meratakan perhatian ke sekolah-sekolah lain. “Kita ingin SDN Kebayoran Lama ini menjadi contoh bahwa pemerintah benar-benar peduli pada kenyamanan belajar anak-anak,” imbuhnya.
Harapan Masyarakat dan Perspektif Masa Depan
Ortu siswa menilai bahwa penyelesaian masalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 adalah langkah awal untuk memperbaiki sistem pendidikan di wilayah tersebut. Mereka berharap bahwa pemerintah bisa memberikan solusi yang lebih cepat dan efektif untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan.
“Semoga insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi pihak terkait untuk segera memperbaiki kondisi gedung. Anak-anak kita harus belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” kata Evi, yang juga menambahkan bahwa ia sangat menantikan perbaikan yang segera dilakukan.
Sementara itu, beberapa warga setempat berharap bahwa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 bisa menjadi bangunan yang lebih modern. Mereka menilai bahwa sekolah yang ramah dan layak digunakan akan memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan anak-anak. “Kita mohon agar perbaikan bisa segera dikerjakan, agar anak-anak tidak harus pindah sekolah terus-menerus,” pungkas warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

