What Happened: Pria Malaka Ditemukan Tinggal Tengkorak di Hutan, Dibunuh oleh 3 Anaknya
What Happened During di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perbincangan hangat setelah jasad Antonius, seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan dalam kondisi tengkorak di hutan Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, pada Selasa (12/5/2026). Pemungutan berita dari detikBali mengungkapkan bahwa tiga anak korban, yang terdiri dari anak tiri dan anak kandung, terlibat dalam pembunuhan terhadap ayah mereka.
Pembunuhan Berawal dari Konflik Rumah Tangga
Kasat Reskrim Polres Malaka, Iptu Dominggus Duran, menjelaskan bahwa What Happened During dimulai saat Antonius kembali dari Malaysia pada Selasa (28/4/2026). Setelah tiba di rumah, ia terlibat perkelahian dengan istrinya, Leonarda Belak, yang dituduh mengucapkan kata-kata tidak senonoh. Konflik ini memicu kekerasan antara Antonius dan Leonarda, yang kemudian berujung pada perpisahan.
Dominggus menambahkan, perselisihan antara korban dan istri terus berlanjut setelah mereka berpisah. Antonius meninggalkan rumahnya, tetapi keesokan harinya, sekitar pukul 01.00 Wita, ia kembali ke desa. Di sana, ia kembali bertengkar dengan Leonarda, dan dalam perkelahian tersebut, Leonarda melempar balok ke leher korban, menyebabkannya jatuh terguling.
Kebutuhan Kekerasan dan Penyisipan Anak-Anak
Danang, salah satu anak kandung Antonius, segera melanjutkan serangan dengan menendang korban. Keduanya lalu menganiaya pria itu hingga pingsan. Setelah itu, tiga anak korban, termasuk Danang, mengangkat tubuh ayah mereka ke belakang rumah, berjarak sekitar 500 meter, untuk menguburkannya. Aksi ini menunjukkan rasa takut dan kemarahan anak-anak terhadap Antonius, yang dianggap sebagai sumber konflik dalam keluarga.
Dalam wawancara dengan detikBali, Dominggus menjelaskan bahwa What Happened During tidak hanya melibatkan pertengkaran antara ayah dan anak, tetapi juga menyisipkan kekerasan yang lebih intensif. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara korban dan keluarga, terutama setelah tiga anaknya menemukan jasad ayah mereka dalam kondisi tengkorak di hutan.
Pembunuhan ini terjadi dalam situasi yang tidak terduga, mengingat Antonius sebelumnya telah meninggalkan rumah setelah konflik dengan istri. Namun, kembalinya korban ke desa pada malam hari menunjukkan bahwa masalah dalam keluarga belum selesai. What Happened During menyoroti peran anak-anak sebagai pelaku utama, yang membuktikan bahwa kekerasan dalam keluarga bisa berujung pada tindakan berdarah.
Polres Malaka terus menyelidiki kasus ini, dengan menyatakan bahwa para pelaku telah diamankan dan ditunggu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, pihak kepolisian juga menginvestigasi apakah ada faktor lain yang memicu kejadian pembunuhan ini, seperti konflik keuangan atau perselisihan dalam keluarga yang lebih dalam.
