Berita

Historic Moment: One Way Puncak Bogor Berakhir Sore Ini, Lalin Simpang Gadog Padat

Puncak-Bogor Berakhir, Lalin Simpang Gadog Masih Padat Historic Moment - Sebuah momen sejarah terjadi hari ini, Sabtu (16/5/2026), ketika sistem satu arah di

Desk Berita
Published Mei 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Historic Moment: One Way Puncak-Bogor Berakhir, Lalin Simpang Gadog Masih Padat
  2. Latar Belakang Sistem Satu Arah

Historic Moment: One Way Puncak-Bogor Berakhir, Lalin Simpang Gadog Masih Padat

Historic Moment – Sebuah momen sejarah terjadi hari ini, Sabtu (16/5/2026), ketika sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Kota Bogor, dihentikan. Ini menandai akhir dari rencana yang sudah dijalankan sejak beberapa bulan lalu, dimana lalu lintas hanya diperbolehkan bergerak satu arah untuk mengurangi kemacetan. Dengan berakhirnya sistem satu arah, mobil kini dapat bergerak dua arah di kawasan tersebut, memberikan kemudahan bagi pengguna jalan.

Latar Belakang Sistem Satu Arah

Sistem satu arah di Jalan Raya Puncak diperkenalkan sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan arus lalu lintas selama musim liburan dan hari besar. Sebelumnya, rute tersebut sering terjebak karena tingginya volume kendaraan yang mengarah ke Puncak dan kembali ke Jakarta. Selama beberapa bulan terakhir, pengemudi mengeluhkan kepadatan yang terus meningkat, terutama di Simpang Gadog, yang menjadi titik kritis.

Dikutip dari pantauan detikcom, sistem satu arah resmi berakhir sejak pukul 17.10 WIB. Perubahan ini berdampak langsung pada lalu lintas, di mana kendaraan dari arah Ciawi mulai berdatangan ke Jakarta, sementara mobil dari Tol Jagorawi masih mengalami peningkatan. Momen ini dianggap historis karena mengubah pola pengaturan lalu lintas yang berlangsung cukup lama.

Pengaruh pada Arus Lalu Lintas

Satu arah yang berakhir hari ini membawa perubahan signifikan, meskipun kepadatan di Simpang Gadog masih terjadi. Lalu lintas ke Puncak terpantau cukup padat, terutama pada siang hari, karena banyak pengemudi berusaha menghindari kemacetan yang biasa terjadi. Petugas kepolisian aktif melakukan pengaturan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.

“Sebanyak 18.000 kendaraan melewati Tol Jagorawi menuju Puncak. Angka ini turun 18 persen dibandingkan dua hari sebelumnya,” ujar Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto. Hal ini menunjukkan penyesuaian dari kebijakan satu arah yang sebelumnya mencegah terjadinya kemacetan berlebihan. Namun, volume kendaraan yang kembali dari Puncak ke Jakarta mencapai 13.000 unit, naik 26 persen dibandingkan hari Kamis kemarin.

Reaksi Publik dan Prediksi Masa Depan

Momen bersejarah ini mendapat sambutan positif dari sebagian besar warga yang terbiasa menghadapi kemacetan di Jalan Raya Puncak. Beberapa pengemudi menyebut bahwa perubahan ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam perjalanan. Namun, masih ada ketidaknyamanan karena Simpang Gadog tetap menjadi titik kemacetan terparah.

“Dibandingkan hari pertama long weekend pada Kamis lalu, jumlah kendaraan yang masuk ke Puncak mengalami penurunan 18 persen. Dengan demikian, puncak arus wisata di masa long weekend ini terjadi pada hari Kamis,” imbuh Iptu Afif. Ia menambahkan bahwa kenaikan volume kendaraan yang kembali dari Puncak mencerminkan keberhasilan pengaturan lalu lintas selama masa liburan.

Pihak kepolisian menyesuaikan rencana rekayasa lalu lintas untuk besok, tetapi tetap siap mengaktifkan sistem satu arah jika diperlukan. Mereka juga berharap perubahan ini bisa menjadi langkah awal untuk menyeimbangkan kepadatan antara arah Jakarta dan Puncak. Selain itu, kebijakan ini diharapkan memberikan ruang bagi pengembangan infrastruktur yang lebih baik di masa depan.

Leave a Comment