Prabowo: Saya Sedih Pejabat yang Saya Angkat Malah Nyuri Uang Rakyat
Peresmian Museum dan Rumah Singgah di Nganjuk
Important Visit – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa sedih saat menerima laporan tentang praktik penyelewengan dana oleh pejabat yang diberi kepercayaan. Ia merasa prihatin karena ada beberapa orang yang dinyatakan melakukan kesalahan, padahal mereka sebelumnya dipercayai untuk menjalankan tugas dengan baik.
“Saya geleng-geleng kepala, sedih saya, bahwa setiap hari saya terima laporan soal pejabat yang menyalahgunakan dana publik,” ujar Prabowo.
“Saya sedih, orang yang saya angkat, orang yang saya bina, serta yang diberi jabatan penting, justru melakukan korupsi setelah menjabat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menceritakan kunjungan yang diterimanya dari Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh. Menurutnya, Yusuf sempat ragu untuk melaporkan temuan karena beberapa nama yang dilibatkan adalah orang dekatnya.
“Kepala BPKP datang ke saya dengan wajah agak cemas, karena yang dilaporkan adalah beberapa orang yang dekat dengan saya. Dia bertanya apakah bisa dilanjutkan pemeriksaannya,” cerita Prabowo.
Prabowo langsung memberi instruksi tegas untuk melanjutkan investigasi tanpa memandang siapa pun. Ia menegaskan bahwa tidak ada preferensi dalam menindak pelaku korupsi, termasuk anggota partai atau lingkaran terdekatnya.
“Teruskan pemeriksaan! Tidak peduli apakah orang itu Prabowo atau bukan, kalau ada indikasi, maka harus diperiksa,” tegas Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo mengingatkan bahwa jabatan adalah bentuk amanat dan tanggung jawab terhadap negara. Ia meminta seluruh pejabat dan aparat untuk mengambil contoh dari perjuangan sosok Marsinah, yang berkorban demi keadilan bagi kelompok yang kurang berdaya.
“Jangan sampai diberi kepercayaan, lalu merasa di atas orang lain, merasa negara ini bodoh,” tuturnya.
Prabowo juga meminta aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan TNI, untuk melakukan pembersihan internal. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi adanya anggota yang menjadi pelindung kegiatan ilegal.
“Jangan sampai aparat justru menjadi penyeleweng, pelaku penyelundupan, pelindung narkoba, atau judi. Saya tidak ingin mendengar lagi ada aparat yang tidak menjunjung hukum, keadilan, dan kebenaran,” imbuh Prabowo.
