Internasional

Official Announcement: Arab Saudi Kutuk Serangan Iran ke Negara Teluk: Ganggu Stabilitas!

Arab Saudi Kutuk Serangan Iran: Ganggu Stabilitas! Official Announcement - Dalam Official Announcement resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi

Desk Internasional
Published Juli 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Arab Saudi Kutuk Serangan Iran: Ganggu Stabilitas!

Official Announcement – Dalam Official Announcement resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi, Kerajaan mengkritik serangan militer Iran terhadap negara-negara Teluk dan kapal yang melintas di Selat Hormuz. Pernyataan ini menegaskan bahwa tindakan Teheran berpotensi mengganggu keseimbangan keamanan dan stabilitas kawasan. Pemerintah Saudi menilai serangan Iran sebagai bentuk ancaman terhadap perdamaian dan hubungan diplomatik yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Respons Saudi terhadap Serangan Iran

“Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyatakan penolakan terhadap serangan Iran yang dilakukan beberapa hari terakhir. Kami yakin tindakan tersebut merusak ketertiban regional dan membahayakan jalur perdagangan kritis,” ujar pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Saudi, yang diluncurkan pada Senin (13/7/2026).

Official Announcement ini datang setelah Iran melakukan rangkaian serangan terhadap basis militer AS di wilayah Teluk. Menurut laporan, serangan tersebut terjadi pada hari Minggu (12/7) waktu setempat sebagai balasan atas pengeboman yang dilakukan AS. Saudi menekankan bahwa tindakan Iran menciptakan ketegangan baru di wilayah yang sebelumnya dianggap relatif stabil.

Salah satu poin utama dalam Official Announcement adalah pernyataan bahwa serangan Iran melanggar prinsip hukum internasional. Pemerintah Riyadh menyoroti bahwa tindakan Teheran bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang menegaskan hak negara-negara untuk menjaga keamanan wilayah mereka. Selain itu, mereka mengingatkan bahwa ancaman terhadap jalur laut Selat Hormuz dapat mengganggu kegiatan ekonomi global.

Iran Mengklaim Tindakan Defensif

Kementerian Luar Negeri Iran menolak label “agresi” yang diberikan oleh Saudi. Mereka mengatakan bahwa serangan terhadap aset militer AS adalah bentuk pertahanan diri yang sah, berdasarkan kepentingan nasional. Pernyataan ini dibuat sebagai bagian dari Official Announcement yang diluncurkan pada hari yang sama, menunjukkan bahwa Iran ingin menjelaskan motivasi mereka.

Sekretaris Jenderal PBB mengungkapkan kekhawatiran terhadap kembalinya konflik militer di wilayah Teluk. Dalam Official Announcement yang disampaikan, Iran menjelaskan bahwa tindakan mereka adalah respons atas kebijakan AS dan Israel yang dianggap sebagai provokasi terus-menerus. Mereka menyebut bahwa serangan tersebut terjadi tanpa peringatan sejak 28 Februari, dan bertujuan untuk memperkuat posisi politik mereka di kawasan.

“Serangan terhadap AS tidak bisa dianggap sebagai agresi semata. Kami mempertahankan hak untuk mempertahankan diri, terutama setelah serangan terhadap kita berulang kali,” jelas juru bicara Iran, Esmaeil Baghaei, dalam wawancara yang dilakukan oleh media lokal.

Konteks Serangan dan Dampak Global

Official Announcement Saudi juga memperkuat koordinasi dengan negara-negara Teluk lainnya, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Pemerintah Arab Saudi menekankan bahwa kekacauan yang diakibatkan oleh serangan Iran berdampak luas, termasuk pada perdagangan minyak dan keamanan pangan global. Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak, kini menjadi sasaran utama perang dagang antara Iran dan negara-negara Barat.

Dalam Official Announcement yang diluncurkan, Saudi juga menyinggung peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam memperkuat kerja sama antar-negara muslim untuk mengatasi ancaman dari Iran. Mereka berharap organisasi tersebut bisa menjadi mediasi antara pihak-pihak yang saling berselisih. Di sisi lain, Iran menantang AS untuk memberikan bukti bahwa tindakan mereka disebut sebagai agresi tanpa dasar.

“Kami bersedia berdiskusi dengan semua pihak, termasuk AS, selama Official Announcement ini dianggap sebagai langkah politik yang konsisten. Tapi jika ada tindakan ekspansionis, kami akan membalas dengan tegas,” tambah Baghaei, menurut laporan Press TV.

Leave a Comment