Berita

Latest Program: Menkop Ungkap Capaian Kopdes Merah Putih di Harkopnas ke-79

Menteri Koperasi Sampaikan Hasil Program Kopdes Merah Putih di Harkopnas ke-79 Latest Program - Dalam upacara pembukaan Harkopnas ke-79, Menteri Koperasi dan

Desk Berita
Published Juli 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Menteri Koperasi Sampaikan Hasil Program Kopdes Merah Putih di Harkopnas ke-79

Latest Program – Dalam upacara pembukaan Harkopnas ke-79, Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Ferry Juliantono, memaparkan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas pemerintah. Acara diadakan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Minggu (12/7).

“Saat ini, 83.000 unit Koperasi Desa Merah Putih telah memperoleh status hukum resmi. Selain itu, 15.845 dari jumlah tersebut sudah menyelesaikan pembangunan fisik, termasuk gudang, toko, dan peralatan pendukung,” jelas Ferry.

Menteri menyebutkan bahwa sebanyak 19.539 unit Kopdes Merah Putih masih dalam proses konstruksi. Dengan demikian, total target 35.000 koperasi desa ini diharapkan selesai seiring pelatihan manajemen bagi pengelola KDMP yang akan dimulai awal Agustus.

“Insyaallah, pelatihan dan pendidikan manajer koperasi desa yang berlangsung di minggu pertama Agustus nanti akan diiringi dengan pemasukan mereka ke seluruh Koperasi Desa Merah Putih yang telah rampung bangunannya,” tambahnya.

Presiden Dorong Peran Koperasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pengembangan koperasi tidak bertentangan dengan pertumbuhan sektor ekonomi lainnya. Ia menyatakan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia harus berasal dari berbagai elemen, termasuk koperasi, UMKM, perusahaan swasta, dan BUMN.

“Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi bangsa. Ini adalah langkah untuk memastikan dana tetap berada di dalam negeri,” tegas Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti bahwa selama tiga dekade terakhir, kebijakan ekonomi Indonesia cenderung diarahkan ke neoliberalisme. Kini, ia menginginkan pergeseran ke jalur ekonomi yang lebih seimbang sesuai prinsip pendiri bangsa.

Koperasi Berperan dalam Berbagai Sektor

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Bambang Haryadi, menambahkan bahwa koperasi tidak lagi dianggap sebagai sistem usaha yang ketinggalan zaman. Ia memberi contoh bahwa koperasi kini terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam, seperti minyak bumi dan pertambangan mineral.

“Koperasi saat ini juga bisa mengelola sumur minyak rakyat, serta mendirikan pabrik CPO. Pada Agustus, kami akan meresmikan satu pabrik CPO di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengembangan koperasi juga mencakup sektor energi, seperti pembangkit listrik tenaga surya yang akan dioperasikan di Sembulang Laut, Kepulauan Riau.

Penguatan Koperasi sebagai Strategi Ekonomi Nasional

Ferry menilai, capaian program Koperasi Desa Merah Putih adalah bukti bahwa koperasi bisa menjadi penggerak perekonomian desa. Ia menyatakan bahwa langkah ini menerjemahkan visi Presiden dalam memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat dasar.

“Koperasi desa, kelurahan, dan UMKM harus menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai entitas bisnis. Insyaallah, hasil ini akan meningkatkan arus modal dan ekonomi desa,” tutup Ferry.

Leave a Comment