Berita

Key Issue: Warga Kopo Serang Keluhkan Sungai Cibeureum Jadi Bau Comberan

Warga Kopo Serang Keluhkan Sungai Cibeureum Jadi Bau Comberan Key Issue – Masalah lingkungan di Sungai Cibeureum kini menjadi perhatian masyarakat Desa Gabus

Desk Berita
Published Juli 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Warga Kopo Serang Keluhkan Sungai Cibeureum Jadi Bau Comberan
  2. Pencemaran Sungai Cibeureum Menjadi Permasalahan Utama
  3. Mengidentifikasi Sumber Pencemaran
  4. Dampak Pencemaran pada Kehidupan Masyarakat

Warga Kopo Serang Keluhkan Sungai Cibeureum Jadi Bau Comberan

Key Issue – Masalah lingkungan di Sungai Cibeureum kini menjadi perhatian masyarakat Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten. Warga mengeluhkan adanya aroma menyengat dan bau comberan yang semakin mengganggu, mengubah kondisi sungai yang dulu dikenal jernih dan segar menjadi sumber kekhawatiran. Sebelumnya, air sungai ini digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, termasuk mandi, mencuci, dan kebutuhan MCK. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, warga melaporkan perubahan drastis, dengan air berwarna cokelat dan bau tidak sedap yang semakin memburuk.

Pencemaran Sungai Cibeureum Menjadi Permasalahan Utama

Salah satu warga yang mengungkapkan keluhan, Khoir, menyebutkan bahwa kondisi Sungai Cibeureum sekarang jauh berbeda dari masa lalu. “Kalau biasanya saat musim kemarau air Sungai Cibeureum bening dan segar, sekarang berubah keruh dan baunya menyengat seperti comberan. Perbedaannya sangat jauh dibanding sebelumnya,” katanya, Kamis (9/7/2026). Khoir yang tinggal berdekatan dengan aliran sungai mengatakan, ia kerap menyusuri tepi sungai untuk memastikan penyebab perubahan kondisi. “Kemungkinan dampaknya lebih jauh lagi ke hilir. Banyak warga yang datang melihat kondisi sungai dan merekamnya,” tambahnya.

Perubahan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga merusak lingkungan sekitar. Sungai Cibeureum, yang sebelumnya menjadi sumber air vital bagi masyarakat, kini disebut sebagai Key Issue dalam kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Beberapa warga menyatakan bahwa air sungai tidak lagi layak digunakan untuk keperluan domestik, bahkan memicu ketakutan akan dampak kesehatan jangka panjang.

Mengidentifikasi Sumber Pencemaran

Pencemaran Sungai Cibeureum diduga berasal dari kawasan industri yang baru beroperasi beberapa minggu terakhir. Menurut Khoir, aliran air yang keruh mungkin disebabkan oleh campuran limbah dari perusahaan-perusahaan di sekitar daerah tersebut. “Namun, hal ini perlu dibuktikan oleh pihak berwenang,” imbuhnya. Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya sampah plastik dan bahan kimia yang mengapung di permukaan air, membuat bau comberan semakin tercium tajam.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Rina, yang tinggal di seberang sungai. “Sudah sebulan ini, anak-anak kami takut bermain di sungai karena baunya sangat tidak menyenangkan. Mereka takut ada bakteri atau bahan kimia yang merusak kesehatan,” ujarnya. Rina menambahkan bahwa sejumlah warga telah mengirimkan laporan ke dinas lingkungan setempat, namun hingga kini belum ada tindakan tegas yang dilakukan.

Menurut informasi dari warga, penyebab utama pencemaran bisa berasal dari aktivitas industri, seperti pengolahan bahan kimia atau limbah cair yang dialirkan langsung ke sungai tanpa pengolahan. Sementara itu, warga juga memperhatikan adanya peningkatan volume air yang tercemar setelah beroperasiinya industri di sekitar kawasan tersebut. “Kami merasa keberatan karena Sungai Cibeureum tidak lagi aman untuk digunakan, terutama dalam menjaga kualitas air,” tambah salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dampak Pencemaran pada Kehidupan Masyarakat

Perubahan kondisi Sungai Cibeureum telah memengaruhi kegiatan sehari-hari warga. Kebutuhan air bersih yang semula dipenuhi dari sungai kini harus dicari dari sumber lain, seperti sumur bor atau pembelian air kemasan. “Banyak warga terpaksa membeli air kemasan karena sungai tidak lagi layak untuk digunakan,” kata Khoir. Selain itu, bau comberan yang mengganggu membuat beberapa warga menghindari beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat hari panas.

Keluhan tentang Key Issue ini juga menyebar ke media sosial. Beberapa warga mengunggah video dan foto kondisi Sungai Cibeureum di berbagai platform, meminta perhatian pemerintah dan pihak terkait. “Kami berharap pihak berwenang segera menangani masalah ini agar Sungai Cibeureum bisa kembali bersih,” pungkas Rina. Selain itu, warga juga menyebutkan bahwa kondisi sungai ini memicu ketidakpuasan terhadap kualitas lingkungan dan perlu diperbaiki secepat mungkin.

Kondisi Sungai Cibeureum yang kini berubah drastis telah menjadi Key Issue yang mengemukaan dalam diskusi masyarakat. Sejumlah warga menyatakan bahwa selama ini mereka merasa nyaman dan aman menggunakan air sungai, tetapi kini merasa terancam. “Ini bukan hanya masalah bau, tetapi juga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kami berharap ada solusi yang cepat dan tepat,” ujar salah satu warga yang turut serta dalam keluhan ini. Dengan adanya keluhan yang terus berkembang, diperlukan upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki kondisi sungai tersebut.

Leave a Comment