Latest Update: Polisi Sita 74 Kg Emas dan Uang Rp 282,4 Miliar dalam Penyelidikan 3 Kasus Korupsi
Latest Update – Polisi menemukan bukti perampokan besar berupa 74 kilogram emas batangan dan uang sebesar Rp 282,4 miliar selama penggeledahan di sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Barang bukti tersebut ditemukan dalam penyelidikan terkait tiga kasus korupsi yang sedang ditelusuri, yaitu PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Penemuan ini memberikan petunjuk signifikan dalam upaya mengungkap kejahatan korupsi yang terjadi di sektor publik.
Barang Bukti Disimpan dalam Tujuh Koper
Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh Tim penyidik Kepolisian Resort Kota Administrasi (Kakortas) Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, ditemukan brankas besar yang terkunci. Setelah dibuka, brankas mengandung tujuh koper. Dari koper tersebut, satu berisi 74 kg emas, sementara yang lain berisi uang dalam bentuk rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura, yang jika dikonversi ke rupiah diperkirakan mencapai total sekitar Rp 476 miliar.
“Kita sudah menyita barang bukti ini sebagai bagian dari proses penyidikan, dan akan diungkapkan secara lengkap setelah investigasi selesai,” kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7/2026) dini hari. Ia juga menegaskan bahwa penyelidikan terus berjalan di beberapa lokasi secara bersamaan, termasuk Coin Money Changer.
Kasus Korupsi yang Menyeluruh
Kasus korupsi yang sedang ditelusuri mencakup berbagai bentuk kejahatan, seperti suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Dalam kasus PLN, dugaan korupsi berkaitan dengan blackout batu bara, yang menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan dana untuk memutus pasokan batu bara ke beberapa daerah. Sementara itu, ASABRI diduga terlibat dalam pengalihan dana asuransi ke akun pribadi, dan Krakatau Steel disebut terkait dengan penyimpangan dalam pengadaan logistik.
“Penggeledahan ini bagian dari upaya memperkuat kerangka bukti, agar kasus korupsi bisa diproses lebih lanjut,” tambah Totok, yang didampingi oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. Ia juga menyebut bahwa operasi penyitaan dilakukan secara sistematis untuk menelusuri seluruh sumber dana yang terkait.
Sebelumnya, tim penyidik telah melakukan beberapa penggeledahan di lokasi lain, termasuk rumah di Cipete, Jakarta Selatan, yang diduga terkait dengan barang bukti terkait dugaan korupsi di perusahaan-perusahaan besar. Proses penyelidikan dianggap sangat kritis untuk mengungkap praktik tidak transparan yang dilakukan oleh para pelaku korupsi, serta memastikan keadilan tercapai.
Presiden dan Kementerian Pusat Perhatikan Kasus Ini
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa kasus korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. “Presiden meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh agar semua pihak terlibat bisa ditemukan dan diproses,” ujarnya usai penggeledahan di Cafe de’Clan.
“Ini adalah salah satu dari rangkaian penggeledahan yang terus berjalan, dengan target mengumpulkan barang bukti yang relevan untuk memperkuat kesaksian saksi dan dokumen pendukung,” tambah Budi. Ia juga menyebut bahwa tim penyidik sedang memeriksa beberapa akun keuangan dan tempat penyimpanan dana yang terkait dengan tiga kasus tersebut.
Latest Update – Proses penyidikan yang berlangsung beberapa hari terakhir menghasilkan bukti-bukti kuat yang memperkuat dugaan tiga kasus korupsi besar. Penggeledahan di Sentul, Bogor, menemukan emas dan uang yang diduga berasal dari dana korupsi, sementara lokasi lain memberikan petunjuk tentang alur dana yang dibawa ke luar negeri. Seluruh barang bukti akan dianalisis lebih lanjut untuk melengkapi berkas penyelidikan.
