Berita

Main Agenda: Menbud Tetapkan 13 Juli Jadi Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Main Agenda menyoroti peran penting Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam menetapkan 13 Juli sebagai Hari

Desk Berita
Published Juli 7, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Menteri Kebudayaan Tetapkan 13 Juli Sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Main Agenda menyoroti peran penting Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keputusan ini diumumkan pada acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, yang dihadiri oleh para tokoh dan perwakilan organisasi kepercayaan. Dengan penetapan ini, Indonesia mengakui secara resmi keberagaman agama dan keyakinan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Landasan Hukum dan Konstitusi

Menurut Fadli Zon, pengakuan 13 Juli sebagai hari kepercayaan diatur dalam Pasal 32 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara wajib menjamin masyarakat dalam memelihara nilai budaya dan tradisi. Selain itu, UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menjadi dasar utama dalam merumuskan kebijakan tersebut. Kebudayaan kepercayaan dipandang sebagai bagian penting dari identitas nasional yang perlu dihormati.

Dalam pidatonya, Fadli menyebutkan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjunjung tinggi keberagaman. “Dengan mengakui hari kepercayaan, kita memperkuat prinsip toleransi dan persatuan yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia,” tambahnya. Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan untuk memberikan ruang setara bagi semua penghayat kepercayaan dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Sejarah di Balik Tanggal 13 Juli

Penetapan 13 Juli sebagai hari kepercayaan memiliki makna sejarah yang dalam. Fadli Zon menjelaskan bahwa tanggal tersebut dipilih karena terkait dengan penyelenggaraan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945. Acara tersebut menjadi titik awal pembentukan konstitusi dan perjuangan keberagaman.

“13 Juli tidak hanya mengingatkan kita pada masa perjuangan kemerdekaan, tetapi juga menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Tuhan adalah bagian dari peradaban Indonesia yang beragam,” kata Fadli. Keputusan ini juga memperkuat keberadaan tradisi lokal dan budaya yang selama ini dianggap sebagai warisan nenek moyang.

Dalam konteks modern, hari ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberagaman dan kebhinekaan. Fadli menekankan bahwa tindakan ini bukan hanya simbol, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap identitas spiritual yang berbeda.

Pengusulan yang Berlangsung Lama

Proses penetapan 13 Juli sebagai hari kepercayaan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa usulan dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) telah dibahas sejak 2005. “Ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan yang berawal dari keinginan masyarakat untuk diakui secara resmi,” jelasnya.

“Selama ini, penghayat kepercayaan seringkali dianggap sebagai kelompok minoritas, padahal mereka memiliki kontribusi besar dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Restu. Proses ini juga melibatkan dialog intensif antara pemerintah dan organisasi kepercayaan untuk menyesuaikan kebijakan dengan nilai-nilai tradisional.

Dengan diakui sebagai hari kepercayaan, penghayat kepercayaan kini memiliki status yang lebih stabil dalam menyebarkan budaya dan tradisi mereka. Restu berharap ini menjadi awal dari lebih banyak pengakuan dalam bidang kebudayaan.

Dalam sambutan terpisah, Fadli Zon juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mempromosikan budaya melalui video yang memenangkan Detikcom Awards. Ia menyatakan bahwa keberagaman agama dan keyakinan menjadi daya tarik unik yang dapat diperkenalkan ke dunia internasional.

Keputusan ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang signifikan. Dengan merayakan hari kepercayaan, masyarakat diingatkan untuk menjaga sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi kebhinekaan. Fadli menegaskan bahwa Main Agenda akan terus berperan dalam mendorong pengakuan kebudayaan nasional, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Leave a Comment