Berita

Latest Program: Kemendagri Dorong Peningkatan Kompetensi, 434 Kepala Desa ‘Kuliah’ di UI

Kemendagri Luncurkan Program Terbaru untuk Peningkatan Kompetensi Kepala Desa di UI Latest Program - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis inisiatif

Desk Berita
Published Juli 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kemendagri Luncurkan Program Terbaru untuk Peningkatan Kompetensi Kepala Desa di UI

Latest Program – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis inisiatif terbaru berupa program pelatihan kepesertaan kepala desa di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Program ini, yang diberi nama Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK), menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pemerintahan desa. Acara pembukaan diadakan di Balai Purnomo Prawiro, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Selasa (30/6/2026), dengan partisipasi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Rektor UI Heri Hermansyah, serta tokoh-tokoh dari pemerintah daerah dan desa. Program ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mendorong inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan bagi para kepala desa, sebagai bagian dari ‘Latest Program’ yang dirancang untuk memperkuat kebijakan pembangunan di tingkat desa.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Desa

Program KDMK disebut sebagai ‘Latest Program’ yang memadukan antara pemimpin desa dan institusi pendidikan tinggi. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan secara sinergis dengan UI dan pihak lain. “Kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan pembangunan desa dengan pendidikan yang berbasis riset dan inovasi,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026). Ia menekankan bahwa kepala desa harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang lebih matang, terutama dalam menghadapi tantangan seperti digitalisasi, perubahan iklim, dan persaingan ekonomi global.

“Program KDMK merupakan ‘Latest Program’ yang menggabungkan kekuatan akademisi dengan praktik lapangan,” tambah Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri, yang mengungkapkan bahwa desa adalah fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Ia menyoroti bahwa peningkatan kompetensi para kepala desa akan menciptakan lingkungan pemerintahan desa yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Struktur Program dan Bidang Pelatihan yang Dibahas

Program KDMK mencakup 17 kelas yang diisi dengan materi terkini, seperti manajemen risiko bencana, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengembangan ekonomi lokal. Selain itu, pelatihan juga mencakup bidang seperti pertanian berkelanjutan, pariwisata kreatif, dan pendidikan inklusif. “Kepala desa diharapkan menjadi pionir inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Heri Hermansyah, Rektor UI, dalam sambutannya. Program ini juga mencakup pelatihan untuk mendorong kepala desa memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, sebagai bagian dari ‘Latest Program’ yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

Kepala desa yang terlibat dalam program ini berasal dari 20 provinsi di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Timur. Mereka akan mengikuti kursus yang berlangsung selama tiga bulan, dengan pendekatan praktis dan studi kasus. Rektor UI menjelaskan bahwa program ini dirancang agar para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap ‘Latest Program’ ini menjadi contoh baik bagi program serupa di kampus lain,” tambahnya.

Para peserta akan mempelajari berbagai bidang kritis, termasuk mitigasi bencana dan kesehatan masyarakat. Bidang-bidang ini dipilih karena memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan tentang perikanan dan peternakan, yang menjadi tulang punggung ekonomi di banyak wilayah pedesaan. “Dengan peningkatan kompetensi ini, kepala desa dapat menjadi mitra strategis dalam menghadapi berbagai isu pembangunan,” tambah Bima Arya.

Perspektif Masyarakat dan Tanggung Jawab Kepala Desa

Para kepala desa yang ikut program ini menyatakan antusiasme tinggi terhadap inisiatif baru tersebut. Mereka mengakui bahwa ‘Latest Program’ ini memberikan peluang belajar yang lebih luas dibandingkan program sebelumnya. “Kami merasa bahwa program ini memberikan bahan bacaan yang relevan dengan tantangan sehari-hari di desa,” kata salah satu peserta dari Jambi. Program ini juga memberikan kesempatan bagi para kepala desa untuk berdiskusi dengan dosen UI dan para ahli di bidang pemerintahan desa.

Dalam konteks ‘Latest Program’, Kemendagri berharap program ini dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kompetensi kepemimpinan, program ini juga bertujuan memperkuat hubungan antara pemerintah desa dengan akademisi dan sektor swasta. “Kepala desa harus menjadi pilar yang kuat dalam pengambilan keputusan desa,” pungkas Bima Arya, menegaskan bahwa program ini akan dievaluasi setelah berjalan selama tiga bulan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan dampaknya terhadap masyarakat pedesaan.

Leave a Comment