Kemensos Targetkan Integrasi Seluruh Program Mulai 2027
Latest Program – Program terbaru yang menjadi sorotan di tahun 2027 adalah inisiatif Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengintegrasikan seluruh layanan sosial ke dalam satu sistem terpadu. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau lebih dikenal dengan Gus Ipul, mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi batu loncatan penting untuk mewujudkan transformasi besar dalam kebijakan sosial. Tujuan utamanya adalah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui koordinasi yang lebih efektif antar program.
“2027 adalah tahun yang akan memperkuat fondasi integrasi semua bagian program Kemensos. Masa ini akan menghubungkan komponen yang bekerja terpisah menjadi satu kesatuan fungsional,” kata Gus Ipul dalam acara pendalaman RKA-K/L 2027 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2026).
Dalam upaya ini, Kemensos menekankan pentingnya kolaborasi antar unit kerja eselon I dan II serta sentra-sentra di seluruh Indonesia. Acara yang dihadiri oleh para pemimpin program tersebut bertujuan menyelaraskan kebijakan, alokasi dana, dan strategi implementasi. Gus Ipul menegaskan bahwa integrasi akan menjadi jantung dari program terbaru, yang memastikan layanan sosial lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tiga Agenda Utama dalam Program 2027
Sebagai bagian dari pengembangan strategis, Gus Ipul merinci tiga agenda utama yang akan menentukan keberhasilan program terbaru di 2027. Pertama, digitalisasi bantuan sosial diharapkan rampung, sehingga data penerima bisa diperbarui secara real-time dan distribusi bantuan lebih cepat. Kedua, Sekolah Rakyat berubah menjadi institusi kuat dengan operasional penuh sebagai unit eselon I. Ketiga, Program Kesejahteraan Rakyat (PROKESRA) diintegrasikan sebagai ekosistem kerja antar lembaga.
Transformasi digital bantuan sosial akan melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengotomatisasi proses pelayanan. Dengan peningkatan akurasi data, Kemensos ingin meminimalkan kesalahan penyaluran dan memastikan bantuan tepat sasaran. Di sisi lain, sekolah rakyat yang merupakan pendidikan non-formal, akan menjadi poros dalam memperkuat kapasitas warga miskin melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan.
PROKESRA sendiri dirancang sebagai platform kerja bersama yang menggabungkan kebijakan dari berbagai kementerian, lembaga, dan daerah. Dua instrumen utamanya, yaitu Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha Afirmatif, akan menjadi alat utama untuk mencapai tujuan pemberdayaan. Kartu Kesejahteraan digunakan untuk mendukung keluarga sejahtera, sementara Kartu Usaha Afirmatif bertujuan mendorong kemandirian melalui peluang kerja.
“Tujuan utama program terbaru adalah menciptakan sistem yang terintegrasi, sehingga semua pihak dapat bekerja bersama tanpa hambatan. Tiga agenda ini merupakan pilar penting untuk mencapai visi 2029,” tutur Gus Ipul.
Kemensos juga menetapkan target kuantitatif untuk tahun 2027, seperti peningkatan Indeks Kesejahteraan Sosial dari 59,51 menjadi 64,66. Selain itu, jumlah keluarga yang keluar dari kemiskinan ditargetkan mencapai 1,5 juta setiap tahun. Progres ini akan diukur melalui keakuratan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang ditargetkan mencapai 85 persen pada 2027, dengan angka 95 persen pada 2029.
Proses integrasi ini diharapkan menjadi penggerak utama kebijakan sosial nasional. Gus Ipul menjelaskan bahwa 2027 akan menjadi titik awal untuk konsolidasi pada 2028, sebelum mencapai tujuan akhir Renstra Kemensos 2025-2029, yaitu optimalisasi kesejahteraan sosial. Dengan sistem yang terpadu, Kemensos berharap dapat memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.
