Berita

Topics Covered: Open House Sekolah Rakyat Palembang, Gus Ipul Tekankan Kejujuran

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Soroti Kejujuran dan Integritas dalam Seleksi Siswa Topics Covered - Pada hari Minggu (28/6/2026), Menteri

Desk Berita
Published Juni 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Soroti Kejujuran dan Integritas dalam Seleksi Siswa

Topics Covered – Pada hari Minggu (28/6/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau dikenal sebagai Gus Ipul, hadir dalam acara Open House Sekolah Rakyat di SRMA 7 Palembang yang berada di Sentra ‘Budi Perkasa’. Acara ini bertujuan memperkenalkan proyek pendidikan khusus yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi kurang mampu untuk mengakses layanan pendidikan yang berkualitas. Ratusan orang tua, calon siswa, pemerintah daerah, serta warga sekitar berkumpul untuk mengetahui langkah-langkah dan prinsip utama dalam pengelolaan program ini.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa kejujuran adalah pilar utama dalam penyaringan siswa. Menurutnya, program ini dibangun dari dasar transparansi, di mana semua proses seleksi dilakukan berdasarkan data yang akurat dan diakui oleh keluarga. “Kejujuran harus diterapkan mulai dari petugas hingga keluarga yang menyumbangkan informasi, karena itu menjadi fondasi keberhasilan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul. Ia juga meminta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga integritas program.

“Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pelajaran, tetapi juga membentuk karakter anak-anak. Jadi, saya yakin dengan kejujuran yang dipertahankan, program ini akan menciptakan generasi yang lebih baik,” tambah Gus Ipul.

Pembelajaran Interaktif dan Partisipasi Masyarakat

Open House SRMA 7 Palembang menampilkan berbagai kegiatan pembelajaran interaktif yang mencerminkan dedikasi guru dan tenaga pendidik. Siswa menampilkan kemampuan mereka dalam berbagai bidang, seperti baris variasi, tari Kuda Lumping, dan Tari Gending Sriwijaya. Aktivitas seperti karate dan pidato dalam empat bahasa—Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin—menunjukkan keberagaman serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. “Anak-anak ini sudah dilatih lebih dari sebelas bulan. Mereka mampu menunjukkan potensi mereka dengan berbagai bentuk ekspresi,” kata Kepala SRMA 7 Palembang, Diana Nursanti.

Dalam momen spesial, Gus Ipul meminta 15 siswa untuk menampilkan keterampilan mereka secara spontan. Momen tersebut tidak hanya menarik perhatian peserta acara, tetapi juga menggambarkan semangat belajar yang tumbuh dalam lingkungan Sekolah Rakyat. “Saya sangat bangga dengan kerja keras mereka, serta para guru dan tenaga pendidik yang terus mendukung,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.

Statistik sebagai Penyemangat Program Sekolah Rakyat

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa data statistik memainkan peran penting dalam keberhasilan program Sekolah Rakyat. “Kita menggunakan data DTSEN untuk mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan, dan angka tersebut menunjukkan potensi peningkatan kualitas pendidikan di Palembang,” tuturnya. Menurutnya, data ini bukan hanya sebagai alat penyaring, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keberlanjutan proyek.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar siswa yang dijangkau berasal dari desil 1 dan 2 DTSEN, yang mencerminkan keterjangkauan program bagi keluarga ekonomi rendah. “Data ini membantu kita mengetahui siapa yang layak mendapatkan peluang belajar, dan juga mengukur dampak program di tingkat masyarakat,” jelas Amalia. Gus Ipul pun menyampaikan dukungan terhadap penggunaan data sebagai alat transparansi dan akuntabilitas.

Kisah Nur Aziza: Harapan Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Saat berdialog dengan Nur Aziza, siswa kelas 10 yang menjadi pembawa acara, Gus Ipul menanyakan harapan dan perasaan Nur. Nur, yang merupakan anak buruh harian lepas, bercita-cita menjadi dokter. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo. Berkat program ini, saya bisa kembali bersekolah,” jawab Nur. Ia menunjukkan semangat yang tinggi meski terbatas dalam akses pendidikan sebelumnya.

Ibu Nur, Widya Wati, berbagi kisah perubahan positif yang dialami putrinya. “Belajarnya semakin rajin, ia juga semangat salat dan membantu pekerjaan rumah. Harapan saya ia bisa menjadi anak yang berguna,” ujarnya. Nur menjadi contoh nyata bagaimana kejujuran dan kesempatan belajar bisa membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik, sesuai dengan prinsip Topics Covered.

Sebagai penutup, Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi SRMA 7 Palembang, Erin Ramantia, menunjukkan simulasi pembelajaran menggunakan smartboard dan aplikasi Scratch. “Fasilitas ini sangat membantu dalam meningkatkan minat siswa terhadap bidang teknologi, yang menjadi salah satu poin Topics Covered dalam program,” katanya. Acara berlangsung sukses, dengan peserta memperoleh gambaran jelas tentang visi Sekolah Rakyat dan peran kejujuran dalam proses pendidikan.

Acara Open House Sekolah Rakyat Palembang juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan siswa dan pihak pengelola. Kehadiran Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan inklusif. “Topics Covered ini adalah bentuk pembelajaran tidak hanya berupa materi, tetapi juga nilai-nilai kejujuran dan kerja sama,” pungkasnya. Dengan keberhasilan program ini, diharapkan lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu bisa menikmati pendidikan berkualitas.

Leave a Comment