Melindungi Tuah Marwah

Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan, Merajut Kebhinekaan di Pulau Terluar

Komitmen Polda Riau untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus diperkuat melalui program unggulan yang dikenal sebagai Ekspedisi

Desk Melindungi Tuah Marwah
Published Agustus 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
ekspedisi-merah-putih-presisi-sebrangi-lautan-merajut-kebhinekaan-di-pulau-terluar-1786192577557_169
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan: Merajut Kebhinekaan di Pulau Terluar
  2. Related Reading

Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan: Merajut Kebhinekaan di Pulau Terluar

Wahanaberita.com – Komitmen Polda Riau untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus diperkuat melalui program unggulan yang dikenal sebagai Ekspedisi Merah Putih Presisi. Pada Sabtu (8/8/2026), tim yang dipimpin Kombes Andi Yul, Kabid TIK Polda Riau, resmi tiba di Pulau Rangsang menggunakan kapal kempang. Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, sekaligus memperkuat ikatan persatuan di wilayah kepulauan Indonesia.

Menanamkan Hijau dan Memberi Bantuan Sosial

Sebagai upaya mitigasi abrasi yang semakin menggerus kawasan pesisir, para anggota ekspedisi melakukan penanaman 2.200 pohon mangrove di pantai Pulau Rangsang. Selain itu, dukungan juga disalurkan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) berupa 30 kaus lengan panjang dan topi rimba dari Polres Kepulauan Meranti, serta 81 kaus dari Polda Riau. Program ini menunjukkan bahwa Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan tidak hanya membawa misi sosial, tetapi juga perhatian terhadap lingkungan.

Dalam rangka menyambut HUT RI ke-81, Polda Riau menyelenggarakan bakti kesehatan bersama Puskesmas Kedaburapat. Biddokes Polda Riau melayani 45 warga, mencakup lansia hingga dewasa. Tim juga menyiapkan dapur umum yang mampu menampung 250 orang dan menggelar makan bersama Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti serta masyarakat Tanah Merah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan yang bertujuan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Bendera yang Menyeberangi Laut

Ekspedisi ini tidak hanya membawa misi sosial, tetapi juga simbolis. Bendera Merah Putih dikibarkan di Pulau Rangsang sebagai tanda bahwa negara tetap hadir hingga ke teras terdepan NKRI. Bendera tersebut dibawa menyeberangi laut dan menyusuri kampung-kampung pesisir. Polda Riau bersama Polres Kepulauan Meranti menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Total ada 300 bendera Merah Putih, 20 mesin ketinting untuk nelayan, 110 paket bantuan sosial, serta 83 paket sarana kontak. Dua unit toilet umum juga dibangun. Untuk mendukung mobilitas Bhabinkamtibmas di wilayah 3T, satu unit sepeda motor dinas diserahkan.

“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan membawa Merah Putih. Kami datang untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar apa yang mereka hadapi dan membawa manfaat yang bisa langsung dirasakan,” ujar Andi Yul dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Dialog dengan Masyarakat

Masyarakat Pulau Rangsang menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi. Salah satunya adalah abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir. Nelayan juga mengutarakan aspirasi mengenai ruang tangkap di sekitar Beting Lima, perairan Selat Malaka. Aspirasi tersebut akan dikoordinasikan dengan instansi berwenang terkait wilayah perairan dan aktivitas nelayan. Melalui Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan, Polri dapat memahami secara langsung tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir.

“Di Rangsang kita melihat persoalannya saling berkaitan, mulai dari ekonomi nelayan, abrasi, lingkungan hingga akses pelayanan. Karena itu, kehadiran Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata,” tambah Kombes Andi Yul.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, menilai Ekspedisi Merah Putih Presisi memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat kepulauan. Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan lingkungan di wilayah terdepan Indonesia. Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersama masyarakat.

“Polisi tidak mungkin bekerja sendiri. Di pulau-pulau terluar, masyarakat adalah mitra terdekat kami. Mereka menjaga kampung, menjaga laut dan menjaga lingkungan. Hubungan inilah yang harus terus kita rawat,” kata AKBP Gede.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, mengapresiasi langkah Polda Riau yang menjangkau desa-desa pesisir. Ia menekankan bahwa karakter Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari abrasi, lingkungan, hingga ekonomi pesisir.

Frequently Asked Questions

Apa itu Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan? Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan adalah program unggulan Polda Riau yang menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) untuk memperkuat kehadiran negara dan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat pesisir.

Kapan Ekspedisi ini dilaksanakan? Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) dengan tujuan Pulau Rangsang menggunakan kapal kempang.

Berapa banyak pohon mangrove yang ditanam? Selama Ekspedisi Polda Riau Seberangi Lautan, sebanyak 2.200 pohon mangrove ditanam di pantai Pulau Rangsang sebagai upaya mitigasi abrasi.

Apa saja bantuan yang diserahkan kepada masyarakat? Bantuan yang diserahkan meliputi 300 bendera Merah Putih, 20 mesin ketinting untuk nelayan, 110 paket bantuan sosial, 83 paket sarana kontak, dua unit toilet umum, dan satu unit sepeda motor dinas.

Leave a Comment