Xi Jinping Ingatkan Trump: Kesalahan Tangani Taiwan Ancam Hubungan China-AS
Main Agenda – Sebagai bagian dari Main Agenda yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mantan presiden AS Donald Trump di Beijing, Xi memberikan peringatan tegas bahwa kegagalan dalam menghadapi isu Taiwan bisa memicu konflik antara kedua negara. Pertemuan ini, yang berlangsung Rabu (14/5/2026), menjadi kesempatan bagi Xi untuk menegaskan prioritas politik Tiongkok terkait hubungan bilateral dengan AS.
Konteks Pertemuan dan Harapan Trump
Meski Trump tiba di Tiongkok dengan antusias, mengapresiasi tuan rumah, dan menyebut Xi sebagai “pemimpin yang luar biasa” serta “teman dekat,” ia juga menawarkan undangan bagi Xi untuk mengunjungi Gedung Putih pada September mendatang. Tujuan utamanya adalah memperbaiki kinerjanya secara ekonomi dan mengembalikan kepercayaan Tiongkok terhadap AS setelah beberapa tahun ketegangan politik.
Peringatan Xi: Taiwan sebagai Pemicu Potensial
Dalam pernyataannya, Xi menggarisbawahi bahwa situasi di Taiwan adalah “masalah paling kritis” dalam hubungan Tiongkok-AS. “Kesalahan dalam menangani isu ini bisa mengarah pada bentrohan atau bahkan konflik yang mengancam seluruh kerja sama antara kedua negara,” tegas Xi, menurut laporan resmi yang diterbitkan setelah pertemuan berlangsung selama dua jam lima belas menit. Pernyataan ini menjadi inti dari Main Agenda yang dibawa oleh Tiongkok ke pertemuan tersebut.
“Masalah Taiwan menjadi isu paling kritis dalam hubungan Tiongkok dan AS,” ujar Xi pada hari Kamis, menurut pernyataan resmi yang diterbitkan setelah pertemuan berlangsung selama dua jam lima belas menit.
Xi menekankan bahwa isu Taiwan tidak hanya menyangkut kepentingan politik tetapi juga keamanan regional dan global. Karena itu, ia menuntut sikap konsisten dari AS dalam memperkuat hubungan bilateral, terutama dalam hal pengakuan terhadap kepentingan Tiongkok atas Taiwan. Pernyataan ini mencerminkan kecemasan Tiongkok terhadap kemungkinan AS mengambil langkah yang dianggap terlalu ambisius terkait kebijakan Taiwan.
Kinerja Ekonomi dan Dampak Kegagalan dalam Main Agenda
Kunjungan Trump ke Tiongkok yang berlangsung dalam hampir sepuluh tahun terakhir ini semakin penting mengingat situasi ekonomi AS yang sedang menghadapi tekanan. Pada pertemuan di Korea Selatan, tim ekonomi dan perdagangan AS serta Tiongkok mencapai “kesepakatan yang seimbang dan positif,” yang menjadi bagian dari laporan resmi mengenai pembicaraan mereka. Namun, pernyataan Xi tentang Taiwan menunjukkan bahwa Main Agenda tersebut tetap menjadi prioritas utama, meski ada keberhasilan dalam negosiasi ekonomi.
Kemungkinan Konflik dan Strategi Tiongkok
Xi Jinping secara aktif menekankan bahwa Tiongkok akan menangani isu Taiwan secara ketat, terutama jika AS terus mengambil sikap yang dianggap mengancam kemerdekaan dan keutuhan wilayah Tiongkok. Langkah ini juga menjadi bagian dari Main Agenda yang dirancang untuk menghindari kegagalan dalam kemitraan Tiongkok-AS. Menurut sumber media pemerintah Tiongkok, Xi menegaskan bahwa kegagalan dalam menghadapi isu ini akan berdampak luas, termasuk merusak investasi, perdagangan, dan kerja sama militer antara kedua negara.
Trump, dalam pidato pembukaan singkatnya, menyatakan bahwa pertemuan ini “mungkin pertemuan puncak terbesar dalam sejarah,” yang menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap hasil negosiasi. Namun, pernyataan Xi mengingatkan bahwa Main Agenda yang menjadi prioritas Tiongkok harus tetap mendapat perhatian utama, terutama dalam konteks hubungan diplomatik yang kian kompleks.