Internasional

Main Agenda: Trump Jamin Iran Tak Pungut Biaya Kapal Lintasi Selat Hormuz

Trump Pastikan Iran Tidak Menerapkan Biaya untuk Kapal Melintasi Selat Hormuz Main Agenda – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Iran

Desk Internasional
Published Juni 24, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Trump Pastikan Iran Tidak Menerapkan Biaya untuk Kapal Melintasi Selat Hormuz

Main Agenda – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Iran tidak akan mengenakan tarif untuk kapal yang melewati Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran kritis bagi pasokan minyak global. Pernyataan ini dikeluarkan sebagai bagian dari upaya Washington untuk memastikan kestabilan ekonomi dan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Trump menyampaikan keputusan tersebut setelah menerima laporan dari Teheran, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kebebasan pergerakan kapal internasional.

Trump menulis di platform media sosial Truth Social: “Kita telah diberitahu bahwa Iran tidak menetapkan tol, biaya asuransi, atau pengenaan tarif lainnya untuk kapal yang melewati Selat Hormuz,” seperti dilaporkan AFP pada Rabu (24/6/2026). Ia mengatakan bahwa keputusan ini menjadi bagian dari Main Agenda negosiasi antara AS dan Iran, yang bertujuan menyelesaikan konflik yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Menurut Trump, kebijakan ini akan berlaku selama masa perundingan yang dijadwalkan hingga 60 hari ke depan.

Konteks Sejarah dan Dampak Ekonomi

Sebelumnya, Iran pernah mengambil langkah kontroversial dengan memblokir Selat Hormuz, menyebabkan harga minyak global melonjak hingga beberapa persen. Kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya untuk menekan AS dan negara-negara lain yang mengandalkan jalur pelayaran ini. Dengan jaminan Trump, diharapkan ada keseimbangan antara hak Iran atas pengelolaan jalur dan kebebasan internasional yang menjadi prioritas AS.

Dalam Main Agenda ini, AS juga menekankan pentingnya menjaga aksesibilitas Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan global. Kementerian Luar Negeri AS telah menegaskan bahwa pembicaraan 60 hari menjadi kesempatan untuk mengupas tuntas isu tarif dan kebijakan penggunaan jalur tersebut. Jika Iran diberi kebebasan untuk mengenakan biaya, maka pihak AS akan memantau dampaknya terhadap harga minyak dan keamanan lalu lintas kapal.

Teheran sebelumnya mengusulkan pengenaan biaya layanan maritim sebagai pengganti tol. Namun, pemerintah AS menolak rencana ini, mengingat kepentingan ekonomi yang lebih besar dari kebebasan akses. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah jalur air internasional, dan tidak ada negara yang berhak memungut biaya tanpa kesepakatan bersama.

“Tidak ada negara yang berhak memungut biaya atau tarif di jalur air internasional,” tegas Rubio, dilansir AFP. Ia yakin “semua negara di kawasan ini akan menyetujui kebijakan ini.”

Langkah Trump dan Rubio ini menjadi bagian dari upaya Main Agenda untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Iran, sambil tetap menjaga kepentingan kebijakan luar negeri AS. Kebijakan bebas tarif juga diharapkan mendorong perdagangan yang lebih lancar dan mengurangi risiko konflik.

Kebijakan yang diumumkan Trump terkait Selat Hormuz memberikan pengaruh signifikan terhadap negosiasi 60 hari antara AS dan Iran. Dalam Main Agenda ini, pihak Iran diberikan ruang untuk menegaskan kontrol mereka atas jalur pelayaran yang merupakan 20% dari minyak global. Namun, jaminan Trump memastikan bahwa biaya tambahan tidak akan dikenakan, selama negosiasi berlangsung. Ini menunjukkan komitmen AS untuk menghindari peningkatan tekanan ekonomi terhadap negara-negara klien mereka.

Leave a Comment