Latest Program: Israel Serang Lebanon, Klaim Bunuh 900 Anggota Hizbullah
Detik.com – 1 Juni 2026
Latest Program menjadi perhatian utama saat militer Israel melakukan serangan terhadap Lebanon meski gencatan senjata antara kedua pihak telah berlaku sejak April lalu. Dalam operasi terbaru, Israel mengklaim telah membunuh 900 anggota Hizbullah, menggambarkan tindakan mereka sebagai bagian dari upaya menegakkan kembali kekuasaan di wilayah tersebut. Serangan ini menimbulkan kontroversi karena terjadi meski kesepakatan damai yang diharapkan mengurangi tekanan militer.
Detik.com – 1 Juni 2026
Menurut laporan dari Al Jazeera, Senin (1/6/2026), pasukan Israel melakukan serangan intensif terhadap puluhan lokasi strategis yang dikaitkan dengan Hizbullah sejak pagi hari Minggu. Operasi ini menargetkan fasilitas penyimpan senjata, pusat komando, serta infrastruktur organisasi gerilya tersebut. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengkritik tindakan Israel sebagai ‘kebijakan bumi hangus’ yang mengakibatkan ratusan korban tewas dan luka sejak konflik dimulai pada 2 Maret 2026.
“Dengan kemajuan operasi di Beaufort Ridge, hari ini pasukan kami menyerang fasilitas penyimpan senjata, pusat komando yang terlindungi, dan infrastruktur Hizbullah tambahan di Tyre serta daerah-daerah lain di selatan Lebanon,” tulis pihak Israel dalam unggahan di Telegram. Serangan ini terjadi meski gencatan senjata yang ditetapkan pada 17 April didukung oleh Teheran dan diharapkan mengakhiri pertempuran yang sudah berlangsung sejak awal tahun.
Detik.com – 1 Juni 2026
Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diumumkan setelah serangkaian pertempuran yang memicu kekhawatiran tentang keamanan wilayah Lebanon. Meski kesepakatan tersebut dianggap sebagai titik balik, Israel tetap melanjutkan operasi teritorial sebagai bagian dari Latest Program mereka. Pihak Hizbullah juga menolak sepenuhnya menghentikan kegiatan perlawanan, menyebut kesepakatan tidak adil dan tidak mengakui kewenangan Israel dalam mengatur wilayah perbatasan.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas mencapai 3.412 orang dan 10.269 lainnya terluka sejak konflik 2026 dimulai. Angka ini menunjukkan dampak jangka panjang dari serangan Israel, yang dilakukan dalam rangka memperkuat posisi militer mereka. Sejumlah ahli internasional menilai Latest Program ini mencerminkan keinginan Israel untuk menegaskan dominasi di wilayah tersebut sebelum gencatan senjata sepenuhnya berlaku.
Detik.com – 1 Juni 2026
Serangan terhadap Lebanon yang dilakukan Israel dalam rangka Latest Program tersebut menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Beberapa negara Arab mengecam tindakan militer, sementara Organisasi Liga Arab menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan damai. Pihak Hizbullah juga mengungkapkan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Israel sebagai balasan atas serangan-serangan yang telah mereka lakukan sebelumnya.
Menurut sumber militer di Lebanon, operasi terbaru Israel menyebabkan kerusakan serius terhadap infrastruktur perang Hizbullah, termasuk penghancuran pusat komando utama di wilayah selatan. Namun, Hizbullah masih mempertahankan kekuatan mereka dengan mengalirkan pasukan ke daerah-daerah yang tidak terlalu terjangkau oleh udara. Pihak Israel, di sisi lain, menegaskan bahwa serangan mereka dilakukan secara terencana dan bertujuan untuk menghentikan aksi gerilya Hizbullah sebelum gencatan senjata berakhir.
Detik.com – 1 Juni 2026
Latest Program juga mengundang perhatian dunia internasional, terutama karena dampaknya terhadap warga sipil Lebanon. Organisasi kemanusiaan seperti UNICEF mengingatkan bahwa kekerasan berlanjut meski gencatan senjata telah berlaku, mengancam kehidupan ribuan penduduk yang tinggal di wilayah terkena dampak. Meski demikian, Israel berpendapat bahwa tindakan mereka diperlukan untuk melindungi wilayah Israel dari serangan yang terus berlangsung sejak April lalu.
Konflik antara Israel dan Hizbullah yang berlangsung dalam rangka Latest Program ini juga menyoroti hubungan diplomatik yang terus berubah. Meski gencatan senjata diumumkan, tekanan politik dan militer antara kedua pihak masih terjadi, dengan Israel mencoba memperluas kekuasaan mereka di wilayah perbatasan, sementara Hizbullah berupaya menegaskan kembali dominasi mereka melalui serangan terorganisir. Serangan yang dijalankan dalam rangka Latest Program ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menghadapi ancaman dari gerilya Lebanon.
