Internasional

Korut Kecam Latihan Gabungan AS-Korsel, Ancam Respons Tegas!

Korea Utara (Korut) menyuarakan penentangan terhadap rencana pelaksanaan latihan militer bersama antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel)

Desk Internasional
Published Agustus 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
ilustrasi-bendera-nasional-korea-utara_169
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Pyongyang Mengutuk Latihan Militer Bersama AS-Korsel, Siap Beri Tindakan Tegas
  2. Related Reading

Pyongyang Mengutuk Latihan Militer Bersama AS-Korsel, Siap Beri Tindakan Tegas

Latihan “Ulchi Freedom Shield” Dimulai 17 Agustus

Wahanaberita.com – Korea Utara (Korut) menyuarakan penentangan terhadap rencana pelaksanaan latihan militer bersama antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Pyongyang menyampaikan peringatan keras bahwa mereka akan memberikan reaksi tegas terhadap kegiatan gabungan tersebut, yang oleh pihak Korut dikategorikan sebagai “latihan untuk perang agresif”. Penolakan ini menjadi sorotan internasional mengingat meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dalam beberapa waktu terakhir.

Kegiatan militer berskala besar yang dikenal dengan nama “Ulchi Freedom Shield” akan dimulai pada hari Senin (17/8) minggu depan dan berlangsung hingga tanggal 27 Agustus. Dalam latihan ini, diperkirakan puluhan ribu personel militer akan berpartisipasi, termasuk penggunaan berbagai peralatan perang serta dukungan dari negara-negara yang menjadi anggota Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Latihan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Sesuai laporan dari Anadolu Agency dan Al Jazeera pada hari Jumat (14/8/2026), latihan gabungan ini akan mencakup berbagai simulasi penting. Di antaranya adalah penanganan ancaman drone, gangguan sistem GPS, serta serangan siber. Semua ini dilakukan seiring dengan upaya AS dan sekutunya untuk menyesuaikan diri dengan kemampuan Korut yang terus berkembang pesat. Simulasi-simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan pasukan dalam menghadapi berbagai skenario konflik modern.

Korut Tekankan Prinsip Konsisten dalam Menanggapi Ancaman

“AS mengumumkan bahwa latihan mendatang ini sangat berbeda dari latihan-latihan dalam lima tahun terakhir, dan bertujuan untuk menguasai kemampuan berperang berdasarkan aspek-aspek baru peperangan modern,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, yang tidak disebut namanya, dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita Korut, KCNA.

“Merupakan prinsip konsisten kami dalam menjamin keamanan untuk merespons tingkat ancaman baru dengan tingkat pencegahan baru,” tegas juru bicara tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pyongyang tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah defensif jika diperlukan.

Menurut keterangan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, kegiatan latihan ini akan mencakup manuver lapangan, serta latihan perang menggunakan drone, perang elektronik, dan perang siber yang dirancang sebagai simulasi kondisi pertempuran modern. Semua elemen ini akan diintegrasikan dalam satu rangkaian latihan komprehensif.

Pyongyang menolak klaim Washington dan Seoul yang menyebut latihan gabungan itu merupakan latihan “rutin tahunan” dan bersifat “defensif”. Kementerian Luar Negeri Korut menyebut latihan militer gabungan AS-Korsel itu sebagai “latihan untuk perang agresif”, yang akan memicu ketidakstabilan baru di kawasan tersebut. Penolakan ini mencerminkan sikap keras Pyongyang terhadap kehadiran militer asing di wilayah sekitarnya.

“Kami akan mempertegas sikap terhadap musuh-musuh untuk menghadapi segala ancaman dan tantangan baru melalui pelaksanaan hak membela diri yang sah secara bertanggung jawab dan secara tegas,” tegas Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataannya, seperti dilansir ABC News.

Peluncuran Rudal Terbaru Pyongyang

Pyongyang secara rutin mengecam latihan militer gabungan semacam itu sebagai provokasi yang meningkatkan ketegangan. Beberapa hari lalu, atau pada Rabu (12/8), Korut meluncurkan sebuah rudal balistik ke arah lepas pantai timur Semenanjung Korea. Menurut Kepala Staf Gabungan Korsel, rudal Korut itu diluncurkan dari wilayah Wonsan. Ini menjadi aktivitas peluncuran kedua dalam enam hari terakhir oleh Pyongyang.

Peluncuran rudal ini terjadi dalam konteks yang sama dengan penolakan terhadap latihan gabungan AS-Korsel. Pyongyang melihat kedua aktivitas tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasionalnya. Langkah-langkah defensif yang diambil Korut menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi berbagai skenario ancaman di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Latihan Gabungan AS-Korsel

Apa itu latihan Ulchi Freedom Shield? Ulchi Freedom Shield adalah latihan militer tahunan yang diselenggarakan oleh AS dan Korsel. Latihan ini mencakup berbagai simulasi perang modern termasuk perang siber, perang elektronik, dan penggunaan drone.

Kapan latihan ini dimulai? Latihan Ulchi Freedom Shield 2026 dimulai pada hari Senin, 17 Agustus 2026, dan berlangsung hingga 27 Agustus 2026.

Mengapa Korut mengecam latihan ini? Korut menganggap latihan ini sebagai “latihan untuk perang agresif” karena melibatkan simulasi serangan dan pertahanan yang dianggap mengancam keamanan nasional Pyongyang.

Seberapa besar skala latihan ini? Diperkirakan puluhan ribu personel militer akan berpartisipasi dalam latihan ini, menjadikannya salah satu latihan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Apa hubungan antara latihan ini dengan peluncuran rudal Korut? Korut melihat latihan gabungan AS-Korsel sebagai provokasi yang sejalan dengan aktivitas peluncuran rudal balistik yang mereka lakukan sebagai respons defensif.

Leave a Comment