Key Discussion: Trump dan Xi Jinping Sepakat Buka Selat Hormuz
Key Discussion dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, pada Jumat (15/5/2026), menyoroti komitmen kedua negara untuk menjaga kestabilan jalur perdagangan global. Trump mengungkapkan bahwa Xi Jinping secara aktif menawarkan bantuan untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara AS dan Tiongkok di tengah ketegangan geopolitik.
Konteks Pemecahan Kepentingan Energi Global
Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Trump menjelaskan bahwa Xi Jinping menekankan pentingnya menjaga jalur energi tersebut lancar. “Mereka berkomitmen untuk membantu memastikan bahwa selat ini tidak terganggu,” katanya, menambahkan bahwa tawaran bantuan dari Beijing menjadi sorotan dalam Key Discussion yang berlangsung. Selat Hormuz, sebagai pintu gerbang utama pasokan minyak ke pasar internasional, memainkan peran kritis dalam menjaga pasokan energi yang diperlukan oleh sejumlah negara besar.
Ketergantungan Tiongkok pada minyak dari Iran dan negara lain di kawasan Timur Tengah membuat Beijing punya kepentingan untuk memastikan selat tetap terbuka. Trump menegaskan bahwa Xi ingin menghindari penghambatan aliran energi yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi global. “Key Discussion ini menunjukkan kerja sama yang solid antara dua penguasa utama,” ujarnya, menyoroti pentingnya koordinasi dalam menghadapi ancaman dari pihak ketiga.
Konflik Selat Hormuz dan Dampaknya
Situasi di Selat Hormuz memanas sejak operasi militer antara AS, Israel, dan Iran mencapai titik puncak akhir Februari lalu. Teheran melalui operasi blokade laut menghambat akses ke pelabuhan-pelabuhan strategis, mengganggu pasokan minyak yang mencakup sekitar 20% dari total ekspor global. Dalam Key Discussion tersebut, Trump menyebut bahwa Xi Jinping mengusulkan solusi untuk mempercepat proses pembukaan selat tersebut.
Pihak Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Trump dan Xi Jinping menyetujui pentingnya mempertahankan aliran energi melalui Selat Hormuz. “Kedua pihak sepakat bahwa kestabilan jalur ini sangat vital bagi keberlanjutan ekonomi dunia,” kata juru bicara Gedung Putih, seperti dilansir AFP pada Kamis (14/5). Dalam Key Discussion, mereka juga menegaskan keinginan untuk mengurangi ketegangan dan membangun kerja sama yang lebih erat.
Kebijakan pemerintah Tiongkok untuk tetap menjaga terbukanya Selat Hormuz dianggap sebagai bentuk respons terhadap tekanan internasional. Trump menyebut bahwa Xi Jinping menawarkan dukungan keuangan dan politik untuk memastikan pasokan minyak tidak terganggu. “Key Discussion ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya memperhatikan kepentingan ekonomi sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kepentingan bersama,” tambahnya.
Kebijakan tersebut dilihat sebagai tanda perubahan arah dalam hubungan AS-Tiongkok. Sebelumnya, Tiongkok dianggap lebih dekat dengan Iran, tetapi dalam Key Discussion, mereka menunjukkan keinginan untuk memperkuat kemitraan dengan AS. Trump menegaskan bahwa tawaran Xi Jinping menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas pasar energi global. “Key Discussion ini memperlihatkan komitmen yang luar biasa,” ujarnya.