Internasional

Benarkah Assad Wariskan Berton-ton Material Nuklir di Suriah?

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lembaga pengawas nuklir di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, baru-baru ini mengonfirmasi penemuan beberapa ton

Desk Internasional
Published Agustus 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
iaea-klaim-akan-segera-inspeksi-fasilitas-nuklir-iran-1782383954997_169
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. IAEA Temukan Sejumlah Ton Bahan Nuklir di Beberapa Titik di Suriah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

IAEA Temukan Sejumlah Ton Bahan Nuklir di Beberapa Titik di Suriah

Wahanaberita.com – Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lembaga pengawas nuklir di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, baru-baru ini mengonfirmasi penemuan beberapa ton bahan nuklir di berbagai titik di wilayah Suriah. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah sisa-sisa tersebut merupakan warisan dari era Bashar al-Assad?

Menurut laporan Al Arabiya pada Rabu (19/8/2026), salah satu titik penemuan itu sebelumnya dilaporkan oleh otoritas Suriah yang baru kepada IAEA pada bulan sebelumnya. Pengumuman ini muncul di tengah sikap pemerintah Suriah yang baru menyatakan kesediaannya untuk berkoordinasi penuh dengan badan pengawas PBB.

Komitmen Damaskus terhadap Program Nuklir Damai

Diplomat-diplomat senior Suriah menegaskan bahwa Damaskus tetap memiliki minat untuk membangun program nuklir yang ditujukan bagi kepentingan damai. Seluruh bahan nuklir yang berada di bawah kendali negara tersebut rencananya akan ditempatkan di bawah sistem pengamanan internasional.

Di bawah kekuasaan Assad, Suriah diyakini menjalankan program nuklir berskala besar yang tidak pernah diumumkan secara resmi. Salah satu dugaan fasilitasnya adalah reaktor nuklir yang didirikan oleh Korea Utara di kawasan Provinsi Deir al-Zor, di bagian timur negara itu.

Pada masa pemerintahan Assad, Suriah memang membuka akses bagi inspektur IAEA ke sejumlah titik. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden baru Ahmed al-Sharaa, negara tersebut berjanji memberikan kerja sama total kepada badan pengawas PBB serta membuka akses penuh ke lokasi-lokasi yang dicurigai terkait aktivitas nuklir.

Pernyataan Direktur Jenderal IAEA

Dalam konferensi pers yang digelar di Damaskus, Rafael Mariano Grossi, Direktur Jenderal IAEA, menyampaikan keterangan langsung dari lapangan.

“Saya dan tim saya telah berada di lokasi Deir al-Zor, tempat dilakukannya pekerjaan penggalian dan eksplorasi yang sangat menyeluruh saat ini.”

Grossi menambahkan bahwa satu titik lain yang menyimpan bahan nuklir juga telah teridentifikasi, meskipun ia enggan merinci lebih lanjut.

Ia menekankan bahwa kerja sama pemerintah Suriah memiliki makna yang sangat besar, mengingat potensi penyalahgunaan bahan tersebut.

“Kita berbicara tentang beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan, dan Suriah telah memutuskan untuk membuka lokasi ini bagi para pemeriksa IAEA. Keberadaan material ini akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional.”

Latar Belakang Fasilitas Deir al-Zor

Suriah di bawah pemerintahan barunya telah menyatakan ambisi untuk mengembangkan energi nuklir. Lokasi di Deir al-Zor baru terungkap ke publik setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada tahun 2007 yang menghancurkan fasilitas tersebut.

Rezim Assad yang berkuasa kala itu kemudian meratakan kawasan itu dan tidak pernah memberikan jawaban memadai atas pertanyaan-pertanyaan IAEA. Pada tahun 2024, sebelum rezim Assad tumbang, inspektur IAEA mengambil sampel di tiga titik di Suriah. Keesokan tahunnya, yakni 2025, IAEA mengumumkan ditemukannya jejak uranium di salah satu lokasi tersebut.

Assad Divonis Mati oleh Pengadilan Suriah

Bashar al-Assad sendiri telah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Suriah pada Selasa (11/8). Vonis tersebut dijatuhkan secara in absentia.

Ia dinyatakan bersalah atas dakwaan ‘kejahatan perang’ dan ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ yang dilakukan selama perang saudara di negara itu. Assad, yang melarikan diri bersama keluarganya ke Moskow, Rusia, pada Desember 2024, menjadi terdakwa pertama yang divonis di bawah otoritas baru yang tahun ini mulai mengadili tokoh-tokoh dari pemerintahan Assad. Sidang berlangsung baik secara langsung maupun in absentia.

Dilansir kantor berita AFP, pengadilan Suriah juga menjatuhkan hukuman mati kepada Maher al-Assad, saudara laki-laki Assad. Pengadilan menyatakan Maher bersalah atas pembunuhan berencana, penyiksaan, dan penghasutan.

Pengadilan memutuskan untuk mengeksekusi saudara-saudara Assad dan berjanji akan mengejar mereka secara internasional. Vonis mati juga dijatuhkan kepada Atif Najib, sepupu Assad yang ditangkap pada Januari 2025, atas ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ yang dilakukannya saat menjabat kepala keamanan politik di Provinsi Daraa — tempat pemberontakan tahun 2011 bermula. Dakwaan terhadap Najib mencakup pembunuhan, pembunuhan yang disengaja terhadap anak-anak di bawah usia 15 tahun, serta penyiksaan yang berujung kematian.

Frequently Asked Questions

What is Benarkah Assad Wariskan Berton ton Material?

Benarkah Assad Wariskan Berton ton Material is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Benarkah Assad Wariskan Berton ton Material matter?

Benarkah Assad Wariskan Berton ton Material matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment