Berita

What Happened During: Menkop Ferry Juliantono Dilantik Jadi Ketua Harian MES Periode 2026-2031

arian MES Periode 2026-2031 What Happened During menarik perhatian publik saat Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, dilantik sebagai Ketua Harian

Desk Berita
Published Mei 24, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

What Happened During: Ferry Juliantono Jadi Ketua Harian MES Periode 2026-2031

What Happened During menarik perhatian publik saat Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, dilantik sebagai Ketua Harian Majelis Ekonomi Syariah (MES) periode 2026-2031. Pelantikan ini berlangsung di Jakarta, pada hari Minggu, 24 Mei 2026, dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin. Sebagai bagian dari What Happened During, peristiwa ini menandai perubahan penting dalam arah pengembangan ekonomi syariah Indonesia, yang akan dipimpin oleh seorang tokoh yang memiliki pengalaman unggul di sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Strategi Baru untuk Meningkatkan Ekonomi Syariah

Kehadiran Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES menjadi What Happened During yang berdampak signifikan bagi kebijakan pemerintah. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan pelaku usaha untuk memperkuat sistem ekonomi berbasis prinsip syariah. “MES akan menjadi penggerak utama dalam memastikan pengembangan ekonomi syariah berjalan optimal,” ujarnya, 24 Mei 2026. Dalam jabatan ini, Ferry berharap dapat mendorong transformasi bisnis, terutama untuk UMKM dan koperasi, agar lebih kompetitif di pasar global.

“What Happened During ini mengubah cara kita melihat potensi ekonomi syariah. Dengan kepemimpinan yang baru, kita bisa menjawab tantangan perizinan dan meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha syariah,” jelas Ferry dalam sesi pelantikan.

Pelantikan Bukan Sekadar Pengumuman

What Happened During pada pelantikan Ferry Juliantono tidak hanya mengganti pengurus MES, tetapi juga memperkuat visi pemerintah dalam mendorong ekonomi syariah. Dalam pidatonya, Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin menyoroti pentingnya keterlibatan pihak berkepentingan, seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani, yang juga menjadi anggota MES. “Kerja sama yang terjalin saat ini akan memastikan ekonomi syariah menjadi bagian integral dari pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Ma’ruf.

Dalam sesi pelantikan, Ferry menyebutkan bahwa tugas utamanya adalah memfasilitasi akselerasi industri halal dan syariah. Ia juga menegaskan bahwa MES akan berperan aktif dalam mengelola kebijakan yang mendukung inisiatif seperti Pengembangan Ekonomi Syariah (PES) dan Program Penguatan Ekonomi Koperasi (PPEK). “What Happened During ini adalah langkah konkrit untuk menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.

Peran MES dalam Membangun Industri Halal

Kehadiran Ferry Juliantono di MES diharapkan mampu mempercepat integrasi industri halal dalam perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa organisasi ini akan fokus pada pengembangan koperasi desa dan usaha mikro sebagai tulang punggung ekonomi syariah. “UMKM dan koperasi akan mendapatkan dukungan penuh dalam mengembangkan bisnis berbasis prinsip syariah,” kata Ferry. What Happened During pada pelantikan ini menjadi momentum untuk mendorong implementasi program-program yang sebelumnya hanya berupa wacana.

“What Happened During menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun ekonomi syariah yang memiliki dampak luas. Dengan struktur baru, MES akan lebih responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat,” ungkap Ferry.

Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Keberlanjutan Ekonomi Syariah

Proses What Happened During pelantikan Ferry Juliantono juga mencakup peningkatan sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Komite Nasional Ekonomi serta Keuangan Syariah (KNEKS). Dengan kepemimpinan yang baru, MES diharapkan mampu membangun kerja sama yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, akademisi, dan perusahaan-perusahaan besar. “Kolaborasi ini akan menghasilkan konsep yang realistis dan dapat diimplementasikan langsung di lapangan,” jelas Ferry, menyoroti kebutuhan adaptasi kebijakan ekonomi syariah sesuai dengan dinamika pasar.

Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh lain turut hadir, seperti Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar dan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Frederica Widyasari. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap peran Ferry Juliantono dalam memastikan ekonomi syariah menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perekonomian Indonesia. What Happened During ini menjadi peristiwa penting dalam upaya pemerintah menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan inklusif.

Persiapan untuk Era Ekonomi Syariah Global

Ferry Juliantono menyampaikan bahwa MES akan memprioritaskan peningkatan kapasitas pelaku usaha syariah agar bisa bersaing dalam pasar internasional. Ia menekankan pentingnya pengembangan sektor riil, seperti pertanian, perikanan, dan manufaktur, menjadi basis utama industri halal. “What Happened During ini adalah awal dari perubahan besar, yang akan membawa Indonesia ke posisi sebagai pusat produksi halal global,” tuturnya. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk halal hingga 10% dari total ekspor pada 2030.

Dalam proses What Happened During, MES juga akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor syariah. Ferry menyebutkan bahwa pelatihan dan sertifikasi bisnis syariah akan menjadi prioritas. “Kami akan pastikan semua pelaku usaha memahami prinsip-prinsip syariah dan mampu mengaplikasikannya secara efektif,” jelasnya. Dengan langkah ini, MES berharap mampu menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri halal, baik dari sisi regulasi maupun ekspor.

Perspektif Jangka Panjang dari Pelantikan Ini

What Happened During pelantikan Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES diharapkan menjadi fondasi untuk kebijakan ekonomi syariah jangka panjang. Dalam visinya, ia menyebutkan bahwa keberhasilan MES akan diukur dari jumlah UMKM yang mampu bersertifikasi syariah dan pertumbuhan industri halal nasional. “Kami ingin menciptakan ekosistem yang kuat, sehingga ekonomi syariah bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” tegas Ferry. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat perdagangan dan investasi dalam kerangka ekonomi syariah.

Leave a Comment