Warga Dukung Pembongkaran 1 JPO Viral Dekat tapi Tak Tersambung di Rasuna
Seorang warga bernama Keke, berusia 28 tahun, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sempat viral karena
Table of Contents
Warga Mendukung Pembongkaran JPO Viral di Rasuna Said
Reaksi Warga Mendukung Keputusan
Wahanaberita.com – Seorang warga bernama Keke, berusia 28 tahun, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sempat viral karena posisinya berdekatan namun tidak terhubung. Keke ditemui di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026.
“Kalau menurut saya sih lebih baik dibongkar,” ujar Keke.
Keke menjelaskan bahwa pembongkaran JPO lama sudah seharusnya dilakukan mengingat keberadaan JPO baru yang sudah terhubung dengan LRT. Ia berharap proses pembongkaran dapat selesai sesuai jadwal yang ditetapkan tanpa mengganggu arus lalu lintas.
“Kalau 2 sampai 3 Minggu mungkin masih oke ya, tapi kita tahu sendiri kalau apa, proyek Indonesia kan suka molor-molor ya, semoga bisa tepat waktu sih,” tambahnya.
Warga lainnya, Yudi yang berusia 40 tahun, juga mendukung rencana tersebut. Menurut Yudi, jarak antara JPO lama dengan JPO baru yang terhubung LRT tidak terlalu jauh.
“Kalau saya lihat ya, karena ini sudah ada tempat penyeberangan yang baru ya, yang terhubung dengan apa namanya Transjakarta sama LRT, sebaiknya ya JPO yang lama dihilangkan saja, karena kemungkinan fungsinya sudah tidak terpakai ya. Walaupun sebenarnya masih ada yang melewatinya, tapi sebaiknya mendingan dipindah ke yang baru saja,” kata Yudi.
Yudi menilai JPO lama jarang digunakan warga dibandingkan JPO baru yang terhubung LRT.
“Ya karena udah nggak terlalu terpakai mendingan sebaiknya dihilangkan saja, mendingan biar kelihatan lebih mana ya, tampilannya juga jadi lebih baik lagi gitu,” ujarnya.
Keputusan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan akan membongkar salah satu JPO yang viral karena berdekatan namun tidak terhubung di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. JPO yang akan dibongkar adalah JPO lama yang tidak terhubung dengan Stasiun LRT.
Pramono menjelaskan bahwa kebijakan sebelumnya kurang komunikatif antara para pemimpin. Menurutnya, kedua JPO memiliki fungsi yang sama persis, namun JPO lama yang dibuat oleh pemerintah DKI Jakarta memiliki desain yang lebih tua, diperkirakan dari tahun 1980-an atau akhir 1990-an.
“Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan sering kali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis. Cuma yang satu yang dibuat oleh pemerintah DKI Jakarta itu lebih lama, kalau dilihat desainnya pasti desain tahun ’80-an atau ’90-an akhirlah, awallah,” kata Pramono Anung di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, JPO yang dibuat oleh LRT dan KAI merupakan yang lebih baru. Setelah berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga, Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kominfotik, Pramono memutuskan untuk membongkar salah satunya.
“Sementara yang oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru. Maka tadi setelah saya berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga, dengan Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan juga dengan Dinas Kominfotik, saya sudah memutuskan bahwa yang satu akan kita bongkar,” sambungnya.
Salah satu alasan pembongkaran adalah JPO lama tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Pramono menjelaskan bahwa meskipun kedua JPO disambungkan, perbedaan ketinggian yang cukup signifikan akan menghalangi aksesibilitas bagi disabilitas.
“Alasannya adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas. Sehingga kalau kita sambungkan, ada beda tinggi yang cukup tinggi sehingga itu menyebabkan masyarakat yang menyandang disabilitas tidak bisa memanfaatkan lokasi atau tempat tersebut,” ujarnya.
Pramono memastikan bahwa nantinya hanya akan ada satu JPO yang terhubung dengan LRT dan digunakan sepenuhnya. Proses pembongkaran tidak akan mengganggu jalannya lalu lintas.
“Maka kami akan membongkar yang lama, kemudian hanya ada satu yang baru. Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenance -nya kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah ada kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi ‘Love and Hate’, tidak lagi ‘Love and Love’ Lovenya satu aja, Love satu yang baru,” tutur Pramono.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Warga Dukung Pembongkaran 1 JPO Viral?
Warga Dukung Pembongkaran 1 JPO Viral is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Warga Dukung Pembongkaran 1 JPO Viral matter?
Warga Dukung Pembongkaran 1 JPO Viral matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
