Polisi Ungkap Pemicu Cekcok Saepul hingga Mutilasi Pria di Depok
Kejadian tragis di kontrakan kawasan Cipayung, Kota Depok, akhirnya terungkap pemicunya. Saepul, pemuda berusia 26 tahun, diketahui membunuh serta memutilasi
Table of Contents
Polisi Temukan Motif Cekcok Saepul hingga Mutilasi Korban di Depok
Wahanaberita.com – Kejadian tragis di kontrakan kawasan Cipayung, Kota Depok, akhirnya terungkap pemicunya. Saepul, pemuda berusia 26 tahun, diketahui membunuh serta memutilasi pria berinisial K yang berusia 51 tahun. Menurut penyelidikan kepolisian, konflik bermula dari penolakan korban terhadap advances Saepul.
Intrik LGBTQ dan Penolakan Korban
Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dari Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa insiden ini berkaitan dengan preferensi seksual pelaku.
Awal cekcok mulai terjadi bahwasanya memang dari hasil pendalaman kami bahwasanya pelaku ada intrik penyuka sesama jenis (LGBTQ),
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Breggy menambahkan bahwa Saepul sebenarnya ingin melakukan hubungan intim dengan korban. Namun, penolakan datang dengan cara yang keras.
Nah dari situ, pelaku mulai berusaha untuk melakukan hubungan dengan korban. Kemudian korban tidak terima akhirnya menampar pipi dari pelaku,
Penamparan tersebut memicu amarah Saepul. Konflik fisik pun terjadi, dan pemuda tersebut mengambil pisau untuk menusuk K.
Dari situ mulai cekcok, akhirnya sampai pelaku mengambil pisau untuk menusuk korban,
Timeline Kejadian dan Mutilasi
Pembunuhan terjadi pada sore hari, 23 Juli 2026, di kontrakan milik Saepul. Setelah K terluka parah, Saepul tidak langsung memutilasi jasad. Ia menunggu hingga korban benar-benar meninggal dunia.
Proses mutilasi dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB. Saepul kemudian membuang potongan tubuh korban dalam dua tahap berbeda.
Ada jeda 3,5 jam sebelum akhirnya pelaku membuang potongan pertama jasad korban pada pukul 18.30 WIB, kemudian potongan kedua bagian kaki dibuang pada pukul 19.00 WIB,
Motif Tambahan: Rencana Perampokan
Selain konflik personal, Saepul juga memiliki motif ekonomi. Pemuda tersebut mengenal korban melalui media sosial dan tertarik setelah melihat foto korban mengendarai motor.
Untuk motif dari hasil pendalaman penyelidikan, setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto korban itu menggunakan motor Honda PCX warna hitam,
Pandangan Saepul pada Honda PCX hitam tersebut memicu niat untuk merampok. Kombinasi antara penolakan hubungan dan keinginan memiliki motor korban menjadi pemicu utama tragedi di Depok tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Ungkap Pemicu Cekcok Saepul hingga?
Polisi Ungkap Pemicu Cekcok Saepul hingga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Ungkap Pemicu Cekcok Saepul hingga matter?
Polisi Ungkap Pemicu Cekcok Saepul hingga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
