Berita

Visit Agenda: Ngeri Penarik Sound Sisingaan Tewas Tersetrum di Bekasi

Kecelakaan Tersetrum di Bekasi: Pertunjukan Seni Sisingaan Berubah Menjadi Tragedi yang Membahana Visit Agenda, sebuah acara seni musik yang rutin digelar di

Desk Berita
Published Juni 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kecelakaan Tersetrum di Bekasi: Pertunjukan Seni Sisingaan Berubah Menjadi Tragedi yang Membahana

Visit Agenda, sebuah acara seni musik yang rutin digelar di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan maut saat para penarik sound system sedang melakukan pemasangan. Insiden ini memicu kepanikan di tengah kerumunan penonton yang menyaksikan proses penyiapan suara secara langsung. Dalam kejadian yang terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, lima orang anggota tim teknis sisingaan mengalami kecelakaan saat menyambut penonton untuk acara tersebut.

Detik-Detik Kejadian yang Memiluhi

Saat acara sedang berlangsung, seorang penarik sound sisingaan diduga menyentuh kabel listrik secara langsung, sehingga arus listrik menyebar ke sejumlah orang. Tiga korban meninggal dunia, yakni G (18), J (20), dan R (29), serta dua korban luka bakar, R (18) dan R M (22), ditemukan tergeletak di jalanan saat warga mencoba mengamankan mereka. Kejadian ini memicu reaksi warga sekitar yang kaget dan menjeritkan kepanikan.

“Ya Allah… ya Allah,” teriak warga saat kejadian.

Dalam rekaman video yang viral, terlihat para penarik sound sisingaan mengangkat gerobak sistem suara yang berukuran besar. Tiba-tiba, satu dari mereka tersentak dan kejadian itu langsung menyebar ke seluruh rombongan. Sejumlah penonton mencoba menyelamatkan korban sambil mengambil langkah-langkah darurat. Suasana di sekitar lokasi menjadi terganggu, dengan warga berlarian dan memanggil bantuan.

Penyebab dan Pola Kecelakaan yang Diduga Terjadi

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni, kecelakaan diduga terjadi karena kabel listrik yang tidak terjaga dengan baik. Banyak warga menyebutkan bahwa kabel tersebut mungkin terlepas dari sumber listrik utama, sehingga menyebabkan arus langsung mengalir ke bahan logam yang digunakan dalam gerobak. Hal ini menyebabkan listrik menyebar ke sejumlah orang yang sedang menarik suara.

Analisis awal menunjukkan bahwa proses pemasangan sound system yang biasa dilakukan dengan cara manual bisa menjadi sumber risiko. Meski sebagian besar acara sisingaan berjalan aman, insiden ini mengingatkan kembali pentingnya pengecekan kabel dan alat elektronik sebelum pertunjukan dimulai. Visit Agenda, sebagai acara yang menggabungkan musik tradisional dan modern, menjadi contoh bagaimana kecelakaan bisa terjadi di mana pun.

Respons Pihak Kepolisian dan Tim Medis

Kombes Sumarni menjelaskan bahwa petugas kepolisian segera datang ke lokasi untuk memastikan keselamatan dan melakukan investigasi. Tim Inafis mengumpulkan bukti-bukti awal, sementara rumah sakit setempat menangani korban yang terluka. Dalam waktu singkat, medis langsung bergerak untuk memberikan pertolongan pertama.

Visit Agenda juga berupaya memperbaiki situasi dengan mengalihkan pengaturan suara ke lokasi lain. Para penonton yang datang untuk menyaksikan pertunjukan diisi dengan rasa sedih dan kekaguman terhadap kejadian yang tidak terduga. Kecelakaan ini menjadi momen yang mengingatkan seluruh pihak terlibat dalam acara seni tentang perlunya kesadaran keselamatan.

Kondisi Korban dan Dukungan untuk Keluarga

Korban yang meninggal dunia segera dibawa ke RS Radjak Cibeureum untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dua korban luka bakar juga diberikan perawatan intensif. Kombes Sumarni menyampaikan dukungan kepada keluarga para korban dan memastikan proses penyelidikan terus berjalan. “Kami berupaya menemukan penyebab pasti kecelakaan ini, agar bisa dijadikan pembelajaran,” tutur Kapolres.

Dalam suasana yang masih terdampak oleh kejadian mengerikan, warga sekitar menunjukkan kepedulian. Beberapa di antaranya menawarkan bantuan, sementara yang lain mencoba mengingatkan bahwa acara seni seperti Visit Agenda membutuhkan persiapan ekstra untuk menghindari risiko serupa. Kesadaran keselamatan tetap menjadi prioritas, terutama bagi orang-orang yang terlibat langsung dalam pengaturan suara.

Detik-Detik Kecelakaan yang Terungkap dalam Video

Video kejadian yang beredar di media sosial menampilkan momen memiluhi. Dalam rekaman, terlihat kejadian berawal saat seorang penarik sound sisingaan menyentuh kabel listrik yang tergantung. Arus listrik segera menyebar, membuat beberapa orang terpental ke aspal. Suasana semakin kacau saat warga mencoba menolong korban, tetapi tak bisa menghindari kesedihan yang terasa.

Kejadian ini menegaskan bahwa even seperti Visit Agenda, meski biasanya aman, tetap bisa berubah menjadi tragis jika prosedur keselamatan tidak diikuti dengan baik. Saking seriusnya, polisi menyatakan bahwa pengecekan alat elektronik dan kabel listrik menjadi hal penting sebelum proses penarikan suara dimulai. Kecelakaan ini menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pihak.

Langkah Preventif untuk Masa Depan

Setelah kejadian maut ini, Visit Agenda dan organisasi seni sisingaan lainnya berkomitmen untuk memperbaiki sistem pengaturan suara. Langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan kabel yang lebih aman dan penggunaan alat proteksi dilakukan sebagai upaya mencegah kecelakaan serupa. Warga juga meminta agar acara seni seperti ini tetap dijaga dengan baik, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung.

Kecelakaan di Bekasi ini tidak hanya menimbulkan duka, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran keselamatan dalam setiap pertunjukan seni. Visit Agenda, sebagai salah satu acara yang paling dinanti, kini memperhatikan detail kecil untuk memastikan keamanan seluruh peserta dan penonton. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan risiko serupa bisa diminimalkan di masa depan.

Leave a Comment