TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi – Diduga Akibat Puntung Rokok
TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi – Pada siang hari, sebuah kebakaran besar melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menimbulkan kekhawatiran besar di tengah warga sekitar. Kebakaran ini diduga berasal dari puntung rokok yang masih menyala dan terbawa angin kencang, memicu api menjalar ke berbagai area. TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi tidak hanya menghancurkan sampah yang disimpan di sana, tetapi juga mengancam keamanan lingkungan dan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam membuang puntung rokok secara sembarangan.
Deteksi dan Penyebaran Api
Kebakaran TPA Pakusari Jember terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, menurut laporan dari petugas pemadam kebakaran. Api pertama kali terlihat dari pemukiman warga yang berada di sebelah utara area TPA, sehingga segera menarik perhatian warga sekitar. Dalam waktu kurang dari satu jam, api telah menyapu sebagian besar area yang terdiri dari sampah organik dan plastik, yang secara alami memudahkan api untuk merambat cepat. Puntung rokok yang diduga menjadi penyebab kebakaran ini masih menyala saat ditemukan, kemungkinan dari seorang pengunjung atau pekerja yang lupa memadamkannya.
“Kebakaran TPA Pakusari Jember terjadi pada siang hari, dan penyebabnya kemungkinan puntung rokok yang belum padam sepenuhnya,” kata Mohammad Holik, petugas TPA Pakusari, dilansir Antara, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Mohammad Holik, kebakaran tersebut terjadi di area yang paling mudah terbakar, terutama karena kumpulan sampah plastik dan bahan organik yang mengering. Angin yang bertiup kencang dari utara membuat api bergerak cepat ke arah pemukiman warga. Petugas TPA langsung menghubungi Damkar untuk bantuan, karena lokasi tersebut sangat dekat dengan rumah warga. Kebakaran di TPA Pakusari Jember berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat dan mengancam kesehatan akibat asap yang menyebar.
Upaya Pemadaman dan Koordinasi
Setelah pihak TPA mengirimkan laporan, tim Damkar Jember tiba di lokasi kurang dari 30 menit. Para pemadam kebakaran menggunakan alat-alat seperti pompa air, selang, dan pelindung pribadi untuk mengendalikan kobaran api. Karena situasi memanas, mereka juga meminta bantuan dari satuan pemadam lain dan warga sekitar yang turut serta membantu memadamkan api dengan cara menyiram sampah yang terbakar. Keberhasilan pemadaman terjadi pada siang hari, namun asap masih menghiasi langit Jember hingga malam hari.
“Kami bergerak cepat untuk mengendalikan api, dan TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi berlangsung sekitar tiga jam sebelum berhasil dipadamkan,” terang Edy Budi Susilo, kepala BPBD Jember.
Edy menambahkan bahwa kebakaran lahan di TPA Pakusari Jember ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga membutuhkan koordinasi intensif antara beberapa instansi. “Tim Damkar dan BPBD bekerja bersama dengan pihak TPA untuk mengatasi api yang membesar. Kami juga mendistribusikan air bersih ke warga sekitar dan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka,” jelasnya. Upaya ini memperlihatkan respons cepat dari pemerintah daerah dalam menghadapi kejadian tak terduga tersebut.
Analisis Penyebab dan Dampak
Setelah api dipadamkan, petugas melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran TPA Pakusari Jember. Sementara itu, dugaan sementara tetap mengarah pada puntung rokok yang masih menyala, terutama karena situasi musim kemarau yang memperparah kekeringan di sekitar lokasi. Edy Budi Susilo menjelaskan bahwa TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi terjadi akibat kombinasi antara titik api yang terlewat dan kondisi cuaca ekstrem. “Musim kemarau membuat bahan bakar di TPA lebih mudah terbakar, sehingga api bisa menyebar dengan cepat,” tambahnya.
“Kami sedang menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah puntung rokok benar-benar penyebab utama TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi,” imbuh Edy.
Dampak dari kebakaran ini meliputi kehilangan sampah yang terbakar, serta gangguan pada aktivitas warga sekitar. Beberapa rumah warga berdekatan dengan TPA Pakusari Jember mengalami kerusakan minor akibat asap dan panas yang menyebar. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya puntung rokok, terutama di daerah yang rawan kebakaran. Pemadam kebakaran juga memperkirakan bahwa TPA Pakusari Jember mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah akibat kebakaran ini.
Langkah Pemulihan dan Pencegahan
Setelah api di TPA Pakusari Jember berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap area yang terbakar dan mengecek apakah ada sumber api lain. Pemulihan sampah yang rusak dan pembersihan lokasi juga berlangsung dalam beberapa hari setelah kejadian. Edy Budi Susilo mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok, terutama di area yang rawan kebakaran seperti TPA Pakusari Jember Kebakaran Siang Tadi. “TPA Pakusari Jember adalah pusat pengumpulan sampah, jadi warga harus waspada saat mengunjungi atau bekerja di sana,” katanya.
Kebakaran TPA Pakusari Jember juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan kebakaran. Pihak TPA berencana melakukan inspeksi rutin dan memberikan edukasi tentang keselamatan kebakaran kepada pekerja dan pengunjung. Dalam beberapa hari ke depan, tim akan melanjutkan pembersihan dan mengevaluasi kondisi TPA Pakusari Jember untuk memastikan tidak ada risiko kebakaran lagi.
